Posted by: genetika21 | 5 January 2011

Flu Burung Tewaskan 300 Unggas Setahun Lalu

Pikiran Rakyat, 5 Januari 2011

NGAMPRAH, (PR).-Sepanjang 2010, terjadi lima belas kasus flu burung di delapan kecamatan di Kabupaten Bandung Barat, yang menyebabkan 300 unggas mati. Jumlah tersebut merupakan penurunan secara stabil dari tahun-tahun sebelumnya sejak 2007.

“Jumlah keseluruhan unggas, terutama ayam yang terdata sekitar 250.000 ekor. Jumlah kasus maupun unggas yang mati itu tergolong kecil dan menurun dari tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, tidak kasus penularan virus AI (avian influenza) kepada manusia, apalagi sampai korban jiwa,” ujar Kepala Seksi Kesehatan Hewan pada Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bandung Barat Wiwin Aprianti, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (4/1).

Dia mengatakan, kasus flu burung pada 2010 terjadi di 15 titik yang tersebar di Kecamatan Parongpong, Cisarua, Padalarang, Lembang, Batujajar, Ngamprah, Cililin, dan Cipatat. Menurut Wiwin, penularan terjadi di jalur lalu lintas unggas seperti pasar.

Wiwin menjelaskan, penyebaran virus flu burung yang membunuh unggas terjadi pada periode Januari sampai Maret 2010, ketika musim hujan. Menurut dia, musim hujan dengan kondisi kelembapan tinggi sangat mendukung perkembangan virus flu burung dalam tubuh inang berupa unggas dan mudah menyebar ke unggas lain.

“Oleh karena itu, menghadapi musim hujan 2011, masyarakat diharapkan ikut aktif mengantisipasi perkembangan dan penularan virus flu burung dengan vaksinasi unggas dan desinfeksi (pembersihan) perkandangan secara rutin. Unggas, terutama ayam kampung sangat rentan terkena virus ini pada saat kondisi lembap, karena jenis ayam ini tidak diperlakukan khusus (vaksinasi dan lainnya) seperti ayam peternak,” ujarnya.

Tim khusus

Dia menjelaskan, Dinas Peternakan juga sudah menyebarkan 13 tim yang masing-masing beranggotakan 2 orang ke lima belas kecamatan, secara khusus untuk menanggulangi masalah flu burung.

Berdasarkan data dari Dinas Peternakan Kabupaten Bandung Barat, pada 2007 terdapat 1.082 unggas mati karena flu burung. Pada 2008 (29), 2009 (727), dan 2010 (300).

Wiwin menjelaskan, sejak 2007 sampai 2008 terdapat beberapa terduga (suspect), tetapi tak sampai menyebabkan korban manusia meninggal. Sementara pada 2009 sampai 2010 tidak ada kasus penularan virus flu burung kepada manusia. Keterlibatan warga yang aktif melaporkan, kasus ini sangat membantu pemerintah. (A-168)***

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: