Posted by: genetika21 | 3 January 2011

Jumlah Kasus Flu Burung Di Waykanan Turun

Antara, 31 Desember 2010

Waykanan, Lampung, 31/12 (ANTARA)- Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan (Dispertanakan) Kabupaten Waykanan menyatakan kasus flu burung di daerah itu tahun 2010 menurun signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2009 yang mencapai 2.027 kasus. “Tahun ini jumlah kasus avian influenza atau AI mencapai 840, namun total keseluruhan jumlah kematian unggas akibat hal itu ialah 1.10 ekor,” kata Kepala Dispertanakan Kabupaten Waykanan M Gursil, didampingi Seksi Kesehatan Hewan dan Sarana Ternak Anik Eko Budiyati, di Blambanganumpu, Jumat. Tetapi, ujar M Gursil melanjutkan, jumlah kematian unggas akibat AI di tahun 2009 cenderung kecil, yakni 25 ekor.

Usaha yang dilakukan Dispertanakan Kabupaten Waykanan untuk meminimalkan jumlah unggas yang mati akibat penyakit AI adalah dengan melakukan vaksinasi. “Unggas yang divaksinasi ialah ayam kampung, ayam petelur, ayam pedaging, itik, burung puyuh maupun jenis unggas yang lain,” kata dia menjelaskan. Hal tersebut, menurut dia, dilakukan supaya unggas yang masih sehat memiliki kekebalan terhadap virus mematikan itu. “Tetapi mengingat adanya kebijakan vaksinasi yang tertarget, maka vaksinasi hanya dilakukan pada unggas yang dipelihara secara intensif atau dilakukan hanya pada unggas yang dikandangkan,” terang dia.

Selain kegiatan vaksinasi, lanjut dia, usaha yang dilakukan untuk mengendalikan penyebaran virus AI adalah dengan melakukan sterilisasi kandang dan lingkungan tempat tinggal masyarakat. “Pada tahun 2009 Kabupaten Waykanan mendapatkan bantuan tenaga dari Departemen Pertanian RI untuk melakukan kegiatan `participatory disease surveillance and response`,” ujar dia. Untuk kasus AI di tahun 2010, ujarnya, hanya terjadi di lima kecamatan dari 14 kecamatan yang ada di daerah tersebut. “Tertinggi di Kecamatan Baradatu, di Kampung Mekarasri (5/2) 15 ekor ayam kampung mati, lalu di Kampung Setianegara (18/2) ada 30 ekor ayam kampung yang mati,” ujarnya menjelaskan. Lantas di Kampung Balisadhar Selatan, Kecamatan Banjit, 15 ekor ayam kampung mati karena AI pada tanggal 3 Maret 2010. “Lalu di di Kampung Karyamaju, Kecamatan Rebangtangkas, 28 Juni 2010, tercatat 14 ekor ayam kampung mati akibat AI,” jelas dia. Selanjutnya, di Kampung Pancanegeri, 23 Juni 2010, 10 ekor ayam kampung mati disebabkan AI.

“Oleh karena itu, Dispertanakan tetap membutuhkan vaksinasi untuk menanggulangi hal tersebut sehubungan dengan jumlah vaksin dan desinfektan yang kami miliki semakin sedikit,” pungkasnya. PSO-247 (T.PSO-247/B/H009/H009) 31-12-2010 07:56:02 NNNN


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: