Posted by: genetika21 | 28 December 2010

Ratusan Ayam Positif Terjangkit Flu Burung

Seputar Indonesia, 28 Desember 2010

MAJALENGKA(SINDO) – Kepala Bidang Peternakan, Dinas Kehutanan,Perkebunan,dan Peternakan (Dishutbunak) Kabupaten Majalengka Wawan Suandi mengatakan, kematian ratusan ayam milik warga di Desa Nunuk,Kecamatan Maja,Kabupaten Majalengka, diakibatkan positif terjangkit virus flu burung.

Kepastian itu berdasarkan dari hasil rapidtestyang dilakukan Dishutbunak terhadap sejumlah sampel ayam yang mati.Wawan mengungkapkan, sekitar 987 dari 1045 ekor ayam di blok Cirelek,Desa Nunuk, diketahui mati secara mendadak sejak sepekan lalu. ”Kami akan uji kembali hasil pemeriksaan sampel sementara di laboratorium.Tapi,dari hasil rapidtest beberapa ayam yang mati menunjukkan positif terjangkit virus flu burung,”kata dia. Untuk mengantisipasi, Dishutbunak Kabupaten Majalengka langsung melakukan penyemprotan dengan menggunakan disinfektan di beberapa kandang ayam milik warga. Sejauh ini, ada 30 warga yang ayam peliharaannya mati secara mendadak. “Kami langsung melakukan penyemprotan dengan disinfektan ke beberapa kandang ayam milik warga.
Selain itu, ayam yang mati pun langsung dibakar. Sedangkan, ayam yang masih sehat dapat segera di sembelih dan dimakan,”paparnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka Gandana Purwana mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan mengenai warga yang terserang gejala flu burung. Dinkes Kabupaten Majalengka akan tetap siaga dengan adanya kasus kematian ratusan ayam milik warga yang dinyatakan positif terjangkit flu burung. “Kami tetap meminta petugas kesehatan untuk waspada terhadap peredaran penyakit flu burung di Majalengka.Selain itu,warga di Desa Nunuk pun tetap siaga,” tandasnya.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Bidang Pelayanan dan Perawatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cideres Kabupaten Majalengka Agus Susanto mengatakan, pihaknya akan tetap siaga jika menerima laporan mengenai warga yang terjangkit penyakit virus flu burung.Namun untuk melakukan perawatan terhadap pasien suspect flu burung,RSUD akan merujuknya ke Rumah Sakit Gunung Djati Cirebon. Hal tersebut, kata dia, dikarenakan RSUD Cideres dan RSUD Majalengka di Kabupaten Majalengka belum memiliki ruangan khusus untuk pasien flu burung. “Pihak rumah sakit hanya menerima rujukan pasien dari puskesmas.
Tapi untuk diagnosa lebih lanjut, pasien akan di rujuk ke Rumah Sakit Gunung Djati Cirebon atau Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung untuk mendapatkan perawatan,” pungkas Agus. (taofik hidayat)

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: