Posted by: genetika21 | 28 December 2010

Ratusan Ayam Mati Dipastikan Karena Flu Burung

Antara, 27 Desember 2010

Majalengka, 27/12 (ANTARA) – Ratusan ekor ayam yang mati di Desa Nunuk, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka selama satu pekan terakhir dipastikan terkena flu burung karena dari hasil laboratorium Bidang Peternakan Dinas Kehutanan, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Majalengka.

Kepala Bidang Perternakan Dishutbunak Kabupaten Majalengka, Wawan Suandi, Senin, menyatakan sebanyak 1.045 ekor ayam yang ada di Desa Nunuk, selama satu minggu terakhir 987 ekor diantaranya mati secara mendadak.
Dari hasil tes di laboratorium ternyata dipastikan positif terkena flu burung namun belum ada laporan menyerang masyarakat setempat.

“Dari hasil rapid test di laboratorium kami dipastikan penyebabnya karena flu burung, namun hasil tersebut akan kami uji lagi di laboratorium di Bandung untuk kepastiannya,” kata Wawan, Senin.  Meski belum ada laporan flu burung menyerang penduduk setempat, namun Wawan menimbau masyarakat di Desa Cinunuk dan sekitarnya waspada dan jika masih ditemukan ayam yang mati secara mendadak untuk segera membakarnya.

“Jika ditemukan ayam yang mati mendadak dengan gejala awal ayam tersebut mengeluarkan lendir dari paruhnya dan berputar-putar, maka masyarakat harus segera menguburnya atau membakar bangkainya. Karena dari bangkai yang dibiarkan akan menularkan lagi ke ayam yang lain bahkan manusia,” kata Wawan.  Namun masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ayam yang masih hidup sekarang karena pihaknya sudah melakukan penyemprotan disinfektan terhadap ayam yang tersisa di Desa Nunuk berikut kandangnya. “Masyarakat boleh memotong dan memakan ayam hidup yang tersisa sekarang, karena sudah kami semprot dengan disinfektan,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka Gandana Purwa memastikan hingga saat ini pihaknya belum memperoleh laporan ataupun keluhan dari masyarakat di Desa Nunuk atau sekitarnya menyusul banyaknya ayam yang mati mendadak. “Namun kami tetap waspada dan mengingatkan masyarakat yang mengalami gejala-gejala mengidap flu burung seperti menderita ISPA, mengalami demam tinggi lebih dari 38 derajat celcius, mengalami batuk disertai mengeluarkan ingus dan nyeri otot, lemas mendadak dan timbul radang paru-paru. Jika tidak segera ditangani bisa menyebabkan kematian,” katanya.

Sementara itu salah seorang warga Desa Nunuk, Sumanta (47) mengaku 30 ekor ayamnya mati mendadak pada hari Jumat (24/12) lalu padahal sebelumnya ayam-ayamnya tersebut tidak mengalami tanda-tanda sakit. “Waktu sore harinya saya lihat ayam-ayam saya sehat-sehat saja. Namun saat pagi hari mati semua,” katanya heran. Namun sejak kematian ayam-ayamnya tersebut dia maupun keluarganya tidak mengalami sakit apa pun. Mudah-mudahan tidak sampai menular kepada kami,” katanya. (T.PSO-059/B/Y003/Y003) 27-12-2010 20:19:48 NNNN

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: