Posted by: genetika21 | 28 December 2010

35 Orang Meninggal Akibat Rabies Di Sumut

Antara, 27 Desember 2010

Medan, 27/12 (ANTARA) – Dinas Kesehatan Sumatera Utara mencatat selama periode Januari-November 2010 terjadi 3.070 kasus gigitan anjing di berbagai wilayah di daerah itu, dimana 35 orang korban di antaranya meninggal dunia akibat positif terjangkit virus rabies.

Kepala Seksi Pencegahan Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang Dinas Kesehatan Sumatera Utara Sukarni di Medan, Senin, mengatakan, kasus gigitan anjing di daerah itu terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan dan cukup menghawatirkan.
“Kasus gigitan anjing ini berpotensi hampir merata di seluruh kabupaten/kota di Sumut. Jumlah angka kematian akibat positif rabies terbesar terjadi di Nias dengan jumlah 20 korban,” katanya. Sebelumnya, lanjut dia, Nias merupakan daerah bebas rabies. Namun beberapa waktu lalu di daerah tersebut terjadi kejadian luar biasa (KLB) kematian penderita termasuk Kepala Dinas Kesehatan Nias Utara. “Umumnya penderita positif rabies ini tidak akan bertahan dan kesemuanya biasanya berujung kematian,” katanya.
Saat ini Dinas Peternakan sedang menangani eliminasi terhadap hewan khususnya anjing. Dengan adanya upaya yang dilakukan tersebut kasus gigitan anjing diharapkan akan menjadi berkurang termasuk angka kematiannya.  “Tugas kita hanya dalam pengobatan penderita dengan pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR),” katanya.  Untuk saat ini, lanjutnya, ketersediaan VAR di Dinkes Sumut masih mencukupi dengan jumlah sebanyak 700 kuur.
Dalam meminimalisir gigitan anjing dan rabies di Sumut, ia juga mengimbau kepada Dinkes Kabupaten/Kota tetap melakukan pemantauan dan melakukan koordinasi dengan lintas sektor seperti Dinas Peternakan dan pemkab setempat.  Selain itu, pihaknya juga berharap agar pemkab/pemko di Sumut mengalokasikan dana untuk penyediaan VAR. Pihaknya juga mengharapkan kepada seluruh kabupaten/kota agar mendirikan rabies center di daerah masing-masing dengan dapat memantau perkembangan kasus rabies. “Kita harapkan 60 persen alokasi obat berasal dari pemkab/pemko,” katanya.

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: