Posted by: genetika21 | 27 December 2010

Sekitar Seratus Ayam Mati Mendadak di Desa Nunuk 

Pikiran Rakyat, 27 Desember 2010MAJALENGKA, (PR).-Sekitar seratus ayam milik warga Desa Nunuk, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka diketahui mati mendadak. Meskipun penyebab kematian ayam belum diketahui secara pasti, warga menduga hal itu akibat penyakit flu burung, seperti yang pernah dialami tahun-tahun sebelumnya.

Dwijuana (25), warga setempat saat ditemui Minggu (26/12) mengakui, matinya ayam milik warga tersebut mulai terjadi sejak sepuluh hari yang lalu. Akan tetapi, tidak jelas ayam milik siapa yang pertama kali mati secara tiba-tiba.

“Matinya, ada yang pagi ketika kandang dibuka, ternyata di dalam semua ayam sudah mati. Ada juga yang mati sore hari saat akan dimasukkan ke kandang, setelah dicari ternyata ditemukan di kebun,” tuturnya.

Sebelas ayam milik Sumanta (47) misalnya, diketahui mati Jumat kemarin pada pagi hari. Saat dirinya akan mengeluarkan ayam dari kandang, semua ayamnya semua mati.

Padahal, tutur dia, pada saat ayamnya dimasukan ke kandang sore hari sebelumnya, masih nampak dalam kondisi sehat dan tidak ada tanda-tanda terserang penyakit. Bahkan, saat diberi pakanpun semua ayamnya tampak sehat.

Kondisi serupa dialami Lukman. Dua ayam miliknya tiba-tiba mati di kebun pada siang hari bersama ayam milik beberapa tetangganya. Begitupun 13 ayam milik Wahab (55), mati hampir tiap hari selama empat hari berturut-turut.

Cicih (57), warga lainnya mengakui kematian ayam itu sudah merambah ke kampung lainnya, seperti di Citayeum Desa Nunuk, yang berjarak sekitar 5 km dari Desa Nunuk.

Adanya peristiwa itu, warga kini khawatir jika penyakit tersebut akan terus menyebar di seluruh kampung, seperti yang pernah terjadi beberapa tahun yang lalu saat flu burung mewabah.

“Kami belum mengetahui apakah yang terjadi sekarang ini juga akibat flu burung seperti yang terjadi beberapa tahun lalu atau bukan. Hanya ciri-cirinya memang hampir sama yakni matinya secara mendadak, tanpa penyebab sebelumnya,” katanya.

Cicih menjelaskan, ciri-ciri lain kematian ayam itu adalah sebelum mati ayam berputar-putar, kemudian dari bagian mulut hewan ternak itu mengeluarkan lendir.

Ayam-ayam tersebut, menurut sejumlah warga, sebagian ada yang dibuang begitu saja ke kebun. Tetapi ada juga yang di kubur karena khawatir menularkan penyakit kepada ayam lainnya.

Warga berharap, pihak berwenang segera melakukan penelitian untuk memastikan apakah kematian ayam itu akibat flu burung atau penyakit lainnya. “Kami sudah mendata kematian ayam tersebut termasuk ciri-cirinya,” ucap Cicih. (C-29)***


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: