Posted by: genetika21 | 27 December 2010

Di Ragunan Tidak Hanya Ada Satwa

KOMPAS/ANDY RIZA HIDAYAT
Kompas, 24 Desember 2010 – Ari bersama istrinya, Shinta, dan anaknya, Meru, menikmati petualangan kecil naik sepeda sewaan di Kebun Binatang Ragunan, Kamis (23/12) di Jakarta. Bersepeda diRagunan dapat melihat lebih banyak wahana yang tersedia.

Selama ini, pengunjung Kebun Binatang Ragunan lebih menikmati keragaman satwa di dalamnya. Akibatnya, mereka sering kecewa, terutama ketika puncak liburan, pengunjung lebih banyak ketemu orang ketimbang binatang.

Memang ada yang lain di Ragunan? Tentu saja ada. Jika Anda mau, banyak yang bisa Anda lakukan di area seluas 140 hektar ini daripada hanya melihat satwa. Anda dapat memanfaatkan ruang terbuka untuk ngadem atau olahraga dengan sepeda.

Erik (22), pemuda asal Tasikmalaya, Jawa Barat, datang bersama enam anggota keluarganya untuk sekadar ngadem di Ragunan. Ia menyewa mobil dan membawa makanan sendiri. Baginya, ngadem adalah cara murah untuk menikmati liburan akhir tahun sehingga terasa hangat bersama keluarga. ”Saya sudah empat kali ke sini. Semua fasilitas sudah bagus, tetapi kebersihan yang masih kurang,” katanya.

Anda dapat melakukan hal yang lebih seru di Ragunan, salah satunya bersepeda sambil menikmati wahana yang ada. Rasakanlah petualangan mengayuh pedal menerobos jalur sejuk di bawah rimbunan pohon di Ragunan.

Bersepeda di Ragunan memungkinkan untuk mengunjungi wahana lebih banyak dan lebih menantang ketimbang hanya berjalan kaki.

Ari (33) bersama istrinya, Shinta (32), dan anaknya, Meru (3), menikmati petualangan kecil itu di atas sepeda sewaan. Ari yang sudah tiga kali ke Ragunan baru kali ini merasakan petualangan bersepeda. Meski sudah tahu ada penyewaan sepeda di Ragunan, baru kali ini dia mencobamya. ”Ternyata asyik. Saya dapat pergi ke tempat yang belum saya kunjungi,” katanya.

Pengunjung Ragunan memang terkonsentrasi di sekitar pintu utara. Di area ini memang tersedia wahana satwa mamalia, aves, reptilia, dan pisces. Sementara area di selatan Ragunan belum banyak dieksplorasi pengunjung. Wahana di bagian selatan memang tidak sebanyak yang ada di bagian utara. Akibatnya, kepadatan pengunjung terpusat di sisi utara.

Humas Kebun Binatang Ragunan, Wahyu Bambang Prihantoro, mengakui, pengunjung lebih banyak mengeksplorasi keragaman satwa untuk rekreasi atau kepentingan ilmiah. Baru sebagian yang memanfaatkan untuk kepentingan lain, seperti ngadem dan berolahraga.

Salah satu komunitas yang menggunakan Ragunan sebagai sarana olahraga berasal dari The Jakarta Free Spirit Running Club. Belakangan komunitas pesepeda mulai memanfaatkan kawasan Ragunan, tetapi jumlahnya masih kecil.

Pengelola membolehkan sepeda pengunjung masuk area Ragunan dengan biaya Rp 1.000 sekali masuk.

Kebun Binatang Ragunan dibuka pertama kali pada 22 Juni 1966. Kebun binatang ini merupakan pindahan Kebun Binatang Cikini yang sebelumnya bernama Planten En Dierentuin. Saat ini Ragunan memiliki koleksi 3.000 satwa dari 270 jenis berbeda. Satwa itu terdiri dari 82 jenis mamalia, 136 jenis aves, 41 jenis reptilia, dan 19 jenis pisces.

Tip kecil buat pengunjung agar tidak kecewa ketika menikmati Ragunan. Jika pengunjung membawa kendaraan pribadi, lebih baik memanfaatkan empat penjuru pintu yang ada. Jangan hanya bergantung pada satu pintu utama atau pintu utara. Tiga pintu alternatif masuk Ragunan lainnya adalah pintu barat dari arah Cilandak, pintu selatan dari Jagakarsa dan Depok, serta pintu timur dari arah Lenteng Agung. Selamat berlibur…. (NDY)

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: