Posted by: genetika21 | 21 December 2010

Puluhan Ayam Positif Flu Burung Dimusnahkan

Antara, 20 Desember 2010


Klaten. 20/12 (ANTARA) – Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Klaten, Jateng, memusnahkan puluhan ekor ayam mati yang positif terjangkit flu burung di Desa Mandong, Kecamatan Trucuk, kabupaten setempat, Senin (20/12), untuk mencegah penyebaran virus yang lebih luas. Kasie Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dispertan Klaten Awik Purwanti, di Klaten, Senin mengatakan bahwa pemusnahan puluhan unggas (ayam) tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran ke wilayah lain mengingat cuaca yang mendukung dan mudahnya unggas untuk bermigrasi.
Dia mengatakan, hasil uji darah dan lendir unggas mati menunjukkannya positif terjangkit virus flu burung.
“Hasil tes memang mengarah ke avian influenza (AI), lalu kami segera menurunkan tim untuk memusnahkannya,” katanya. Menurutnya, agar flu burung tidak meluas, bangkai ayam itu dibakar dan dikubur. Selanjutnya, penyemprotan desinfektan menjadi penyempurna pemberantasan flu burung tersebut. Namun demikian, pihaknya mengkhawatirkan virus tersebut telah menyebar luas.
“Virus itu muncul karena kondisi lembab, dan saat ini curah hujan masih tinggi serta unggas diketahui mudah untuk berpindah tempat,” kaanya. Dia mengatakan, saat ini pihaknya terus mengawasi agar penyebaran itu tidak terjadi,” katanya. Salah satu bentuk pengawasannya, katanya, warga dilarang menjual ayam sakit maupun mengkonsumsi daging tanpa pengolahan secara tepat. Dia menjelaskan, virus avian influenza (AI) atau flu burung bisa mati apabila dalam kondisi suhu tinggi, maka dari itu dia mengimbau agar daging unggas dimasak hingga matang sebelum dimakan,” katanya. Sementara itu, warga Dukuh Selaman Desa Mandong Kecamatan Trucuk Kabupaten Sukoharjo merasa cemas dengan kematian unggas-unggasnya secara mendadak.
Menurut Dalno, dalam kurun waktu sepekan terakhir, sudah ada puluhan ayam mati dengan ciri-ciri mengeluarkan lendir dan pantat yang membusuk, sehingga warga pun mengadukan hal tersebut kepada dinas terkait, yakni Dispertan.
“Kami segera menghubungi Dispertan Klaten, takutnya kalau tidak ditangani oleh ahlinya, maka justru akan makin memperparah. Tidak tahunya terjangkit flu burung,” katanya.
Kepala UPTD Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Dispertan Klaten, Triyanto mengaku bahwa hasil rapid tes digunakan untuk menguatkan dugaan flu burung dari kondisi bangkai ayam. “Seluruh kandang di lokasi disemprot, tempat-tempat yang sering dilewati ayam juga disemprot dengan tujuan jangan sampai virus itu menyebar,” kata dia. Sementara itu data di Dispertan Klaten menunjukkan bahwa kasus flu burung terus muncul mulai Januari-Desember 2010. Januari, Maret, Juni, Juli, Agustus, Desember masing-masing satu kasus, untuk Mei lima kasus, April tujuh kasus, dan Februari delapan kasus. Kasus paling parah terjadi di wilayah Kecamatan Wedi dengan jumlah pemusnahan unggas mencapai ratusan ekor pada Februari 2010 lalu. (U.pso-198/C/S006/S006) 20-12-2010 19:27:46 NNNN

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: