Posted by: genetika21 | 20 December 2010

Gubernur: Utamakan Penanganan Manusia

Kompas, 18 Desember 2010

Denpasar, Kompas – Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengakui, penanganan rabies di Pulau Dewata belum tuntas dan memakan korban hingga 113 orang sejak 2008 sampai Kamis (16/12). Karena itu, ia tetap fokus pada penanganan terhadap manusia agar tidak lagi berjatuhan korban.

Ia pun mengakui berbagai keluhan masih banyak masuk melalui e-mail hingga surat resmi yang mempertanyakan lambannya penanganan anjing gila ini. ”Bahkan, mereka ada yang menyatakan tidak setuju mengeliminasi anjing dan sebagian mengancam tidak lagi datang berwisata ke Bali,” kata Pastika pada rapat koordinasi penanganan rabies di kompleks Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Kamis (16/12).

Pastika menambahkan, ia tidak peduli terhadap protes eliminasi anjing, baik dengan eutanasia maupun cara lainnya. Ia mengimbau agar masyarakat memelihara dan merawat dengan benar anjingnya serta tidak diliarkan tanpa kalung sebagai tanda sudah mendapat vaksin antirabies (VAR). Anjing yang dieliminasi hingga kemarin sudah 134.566 ekor.

Penanganan terhadap manusia, antara lain, dengan meningkatkan penyediaan VAR, sosialisasi pemeliharaan anjing, hingga penanganan tanggap darurat saat seseorang terkena gigitan.

Berdasarkan data Tim Penanggulangan Rabies Bali, penyebaran rabies sudah terjadi di 241 desa dari 722 desa yang ada, sedangkan jumlah gigitan 74.941 kasus sejak 2008.

Mulai November lalu, jumlah rata-rata kasus gigitan anjing meningkat. Pada Agustus tercatat 120 kasus per hari dan November 138 kasus per hari.

Dana pusat hangus

Sementara itu, dana penanggulangan rabies dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2010 senilai Rp 13 miliar dari Rp 14 miliar yang dijanjikan sejak Maret lalu dipastikan hangus karena pencairannya terhambat birokrasi di pusat. Pemerintah daerah hanya bisa memanfaatkan Rp 1 miliar.

”Kami menyayangkan tidak bisa cair karena birokrasi,” ungkap Direktur Jenderal Peternakan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Prabowo Respatiyo Caturroso dalam rapat tersebut.

Dana Rp 1 miliar dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Bali untuk kegiatan sosialisasi, koordinasi, vaksinasi, dan eutanasia pada 25 November hingga 20 Desember 2010. Sejak 2008 sampai sekarang, penanganan rabies di Bali menelan dana Rp 46,748 miliar. (AYS)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: