Posted by: genetika21 | 17 December 2010

Dirjen Peternakan: Bali daerah Rawan Penularan Rabies

Antara, 16 Desember 2010


Denpasar, 16/12 (ANTARA) – Direktur Jenderal Peternakan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Prabowo Respatiyo Caturroso mengatakan, Bali saat ini menjadi salah satu daerah rawan penularan rabies di Indonesia.
“Dari 24 daerah tertular di Indonesia, Bali menjadi prioritas penanganan karena saat ini kondisi penularan Rabies Di pulau dewata sangat parah dan menjadi bencana kemanusiaan, Setelah sebelumnya pemprov Bali menetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB),” katanya di Denpasar, Kamis.
Pada rapat koordinasi penanggulangan Rabies Itu, Prabowo mengaku dirinya mendapat instruksi langsung dari wakil menteri pertanian untuk segera ke Bali melakukan konsolidasi dengan pemprov Bali dan para pemangku kepentingan lainnya supaya kasus penyebaran virus Rabies bisa segera diatasi.  Prabowo meminta agar pemprov Bali bersama pemkab/pemkot se-Bali segera membentuk tim tanggap darurat penanggulangan Rabies yang saat ini sudah menjadi bencana kemanusiaan.
“Saya meminta untuk segera membentuk tim tanggap darurat penanggulangan rabies sebagaimana bencana alam pada umumnya, Untuk segera dilaporkan kepada Menteri dan Presiden,” katanya.  Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam rapat tersebut optimistis jika tahun 2012 Bali akan bebas rabies.  “Kami optimistis pada tahun 2012 daerah Bali akan bebas Rabies. Karena pemerintah dan warga masyarakat bersatu padu memerangi virus mematikan ini akibat gigitan anjing gila Itu,” katanya. Padahal, sebuah daerah dikatakan bebas Rabies bila setahun sebelumnya telah dinyatakan tidak terjadi gigitan anjing atau penularan. Fakta menunjukkan, sampai dengan penghujung tahun 2010, masih terjadi kasus Rabies di bali bahkan terjadi peningkatan signifikan.

Data terakhir menunjukkan, pada november 2010 ada 107 kasus rabies. Sedangkan pada 13 Desember 2010 terjadi peningkatan sampai lima orang dan jumlahnya kini mencapai 113 orang. Diperkirakan sampai dengan tahun 2011 kasus Rabies di Bali masih sangat tinggi dan kemungkinan besar rencana pemprov Bali untuk bebas Rabies adalah sesuatu yang mustahil.  Kepala Dinas Peternakan Bali Putu Sumantra mengatakan, tuduhan pemerintah pusat kalau Bali tidak serius tangani Rabies sangat tidak benar.

“Kami sudah berupaya menangani kasus tersebut, walau hingga kini dana bantuan dari pemerintah pusat belum cair. Kami jujur katakan, bahwa dalam penanggulangan Rabies tersebut kekurangan dana,” Katanya.  Terhadap keluhan itu ditanggapi Dirjen Peternakan Kesehatan Hewan, Prabowo dengan berjanji akan memperjuangkan dana sebesar Rp20 miliar untuk cair sekitar maret 2011.  Berdasarkan data dinas peternakan Bali, jumlah yang sudah mendapatkan vaksinasi baru sebanyak 68.091 orang. Rata-rata gigitan per hari mencapai 130 kasus. Sampai saat ini total korban meninggal akibat gigitan sebanyak 113 orang dan 97 persen di antaranya meninggal karena tidak mendapatkan vaksin antirabies. Total dana yang sudah dihabiskan sebesar Rp 46,74 miliar.  rapat koordinasi penanggulangan rabies tersebut dipimpin Gubernur Bali Made Mangku Pastika, dihadiri kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, para Kepala Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan Kabupaten dan Kota Ss-Bali serta instansi terkait antara lain LSM, akademisi, tokoh adat atau tokoh masyarakat dari berbagai daerah di Bali. (T.I020/B/I006/I006) 16-12-2010 16:35:25 NNNN


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: