Posted by: genetika21 | 16 December 2010

Virus Flu Babi Serang Eropa

Jurnal Nasional, 15 Desember 2010

Badan kesehatan internasional, The Health Protection Agency (HPA), melaporkan sedikitnya delapan warga Inggris meninggal akibat terinveksi virus H1N1 atau yang lebih dikenal sebagai virus Flu Babi.

Serangan ini terdeteksi mulai awal September lalu, yang diyakini menjadi penyebab kematian 10 warga Inggris. Delapan di antaranya dinyatakan positif mengandung virus H1N1 yang sempat menaikkan status kesehatan global dunia menjadi darurat pada 2009 lalu.

Menurut Profesor John Watson selaku Kepala Divisi penyakit pernapasan di HPA, aktivitas virus flu babi ini juga sudah mulai terlihat di sejumlah Negara Uni Eropa lainnya.

“Dalam beberapa minggu terakhir, kami melihat adanya peningkatan kasus infeksi sejumlah virus flu musiman, termasuk di antaranya virus H1N1 dan flu B yang sempat menjadi pandemik di Meksikopada 2009,” kata Watson seperti yang dilansir dari media internasional AP, kemarin (Selasa, 14/12).

Watson menambahkan, bahwa aktivitas penyebaran virus ini juga telah mewabah di sejumlah sekolah hampir di seluruh negara Eropa. Setidaknya sembilan sekolah melaporkan adanya wabah flu yang menyerang, ditambah satu barak angkatan militer.

Berbagai rumah sakit juga ikut melaporkan adanya peningkatan jumlah pasien yang terserang virus flu dalam kondisi cukup serius hingga memerlukan perawatan inap. Sedikitnya 30 persen warga Inggris yang jatuh sakit dengan diagnosis awal menderita flu yang kemudian memeriksakan diri ke dokter dan mendapatkan uji virus H1N1, terbukti terinveksi.

HPA pun terpaksa mengeluarkan peringatan khususnya kepada para wanita hamil, remaja, dan warga yang memiliki masalah dengan jantung, hati, paru-paru, dan ginjalnya, untuk segera memvaksinasi dirinya agar terhindar dari dampak bahaya virus mematikan ini.

“Virus flu sulit untuk diprediksi, ini menjelaskan mengapa sebagian besar warga yang terinveksi merasa sehat-sehat saja hingga akhirnya merasa kurang enak badan,” ungkapnya.

Adapun gejala awal dari serangan virus H1N1, di antaranya mengalami demam, batuk-batuk, sakit pada kerongkongan, ngilu pada semua sendi tubuh, kepala terasa sakit, dan lesu. Beberapa pasien yang terinveksi juga dilaporkan mengalami buang air besar tidak terkontrol dan muntah-muntah.

Tindakan sementara dari pihak rumah sakit di Inggris adalah dengan membangun unit perawatan intensif yang dilengkapi dengan mesin Extra-Corporeal Membrane Oxygenation (ECMO). Yakni, sebuah mesin yang membantu darah pasien mendapatkan oksigen untuk diteruskan ke sel-sel tubuh.

Sejumlah ahli kesehatan sempat mengkhawatirkan virus H1N1 akan kembali bermutasi hingga menyebabkan munculnya penyakit yang lebih parah dari sebelumnya. Namun, sepertinya untuk saat ini mereka bisa sedikit lega karena berdasarkan pemeriksaan laboratorium virus yang mewabah di Inggris saat ini hampir serupa dengan virus H1N1 sebelumnya.

Dengan demikian, treatment perawatan yang telah dilakukan pada 2009 lalu setidaknya diharapkan bisa membantu kasus kali ini. Sehingga jumlah pasien tewas akibat serangan virus H1N1 tidak akan setinggi tahun lalu.

Hingga kini, belum ada informasi lanjut dari Departemen Kesehatan terkait ancaman serupa di Indonesia. Demikian pula laporan serangan virus H1N1 dari masyarakat. Meski demikian, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan terus menjaga kesehatannya, mengingat saat ini Indonesia tengah memasuki musim pancaroba. n Suci Dian H

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: