Posted by: genetika21 | 14 December 2010

Warga Tomohon Tewas Digigit Kucing

Kompas.com, 14 Desember 2010

TOMOHON, KOMPAS.com – Penyakit rabies kembali mengancam Kota Tomohon. Dalam satu bulan terakhir dilaporkan seorang warga Tondangow, Kecamatan Tomohon Selatan, Sulawesi Utara, meninggal setelah digigit kucing.

Kepala Dinas Kesehatan dan Sosial Kota Tomohon, Deesje Liuw saat bersua Tribun Manado , Senin (13/12/2010), menyebutkan, sepanjang tahun 2010 sudah ada enam orang yang meninggal lantaran penyakit rabies. Selain dari Tondangow, para korban tersebut berasal dari Kelurahan Matani, Woloan dan Kakaskasen.
Dinkesos juga mencatat beberapa tersangka rabies. Mereka adalah orang-orang yang terkena gigitan hewan atau penderita rabies. Bahkan, ada seorang suster yang jadi tersangka rabies lantaran digigit dan terkena air liur penderita.

“Virus penyebab rabies ini bisa menular melalui air liur yang masuk melalui luka,” ujar Deesje.
Namun dia menjamin saat ini para tersangka sudah divaksinasi.

“Mereka sudah aman. Pada saat kejadian suster tersebut sudah langsung diberi vaksinasi,” ujar dia.
Dikatakan, ada dua dinas yang terkait erat dalam penanganan penyakit ini. Untuk pencegahan dan penanganan pada hewan dilakukan oleh Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan. Sementara Dinkesos berperan apabila penyakit tersebut sudah menular pada manusia.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan, Kota Tomohon, Jimmy Matindas mengaku pihaknya telah merespon kasus rabies. Dinas tersebut telah menurunkan tim ke daerah-daerah di mana kasus rabies tersebut terjadi.

“Kami memberikan vaksinasi kepada semua hewan. Bukan hanya anjing, tapi hewan yang diperkirakan bisa menularkan rabies seperti kucing atau monyet,” kata Jimmy.
Ditambahkan, pemberian vaksin kepada hewan-hewan tersebut sebenarnya sudah dilakukan sebagai langkah antisipasi. Hanya dia mengakui untuk daerah Tondangow belum terjangkau semuanya.
Adapun mengenai ketersedian vaksin, kata Jimmy masih cukup. Dan, vaksinasi terhadap binatang tersebutb tidak dipungut biaya atau gratis.
“Jika kurang, tentu kami akan meminta bantuan kepada Provinsi. Dan, kami juga meminta kepada pemilik binatang untuk memberikan vaksin, kalau perlu datang ke klinik hewan yang berada daerah Pasar,” kata dia. (Edi Sukasah)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: