Posted by: genetika21 | 14 December 2010

Populasi Anjing Di Pangkalpinang Capai 2.000 Ekor

Antara, 13 Desember 2010


Pangkalpinang, 13/12 (ANTARA) – Populasi atau perkembangbiakan anjing di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung mencapai 2.000 ekor per tahun, sehingga penyakit rabies dan skabies dikhawatirkan bisa mewabah.
Rabies merupakan panyakit anjing gila, sedangkan skabies adalah penyakit kulit pada anjing yang bisa menular kepada manusia.
“Populasi anjing di Pangkalpinang cukup tinggi mencapai 2.000 ekor per tahun, dengan asumsi satu ekor anjing melahirkan anak tiga hingga empat. Ini dikhawatirkan bisa menyebar wabah penyakit rabies,” kata Kabid Perternakan pada Dinas Pertanian Kota Pangkalpinang Ghozali, di Pangkalpinang, Senin.
Ia menjelaskan, anjing liar rentan terkena penyakit rabies dan skabies yang membahayakan bagi kesehatan manusia, sehingga harus diberantas dengan memberikan racun anjing.
“Hingga November 2010 kami sudah membunuh sebanyak 750 ekor anjing liar. Eliminasi anjing liar ini merupakan program dua kali dalam setahun,” ujarnya.
Ia mengatakan, pemberian racun yang dicampur dalam makanan itu dilakukan pada malam hari sekitar pukul 00.00 WIB, di mana kota sudah mulai sepi sehingga memudahkan petugas melacak keberadaan anjing.
“Banyaknya anjing liar di Pangkalpinang sudah dikeluhkan sejumlah masyarakat yang takut dengan ancaman rabies. Selain itu, adanya anjing liar juga rawan terjadi kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.
Menurut dia, anjing liar banyak ditemukan di pingir kota dan sebagian anjing datang dari daerah kabupaten yang populasinya terus meningkat.
Dikatakan, pihaknya juga mengambil darah dan otak anjing untuk diperiksa secara laboratorium guna memastikan apakah anjing tersebut mengidap penyakit rabies atau skabies.
“Kami mengambil darah dan otak anjing untuk uji laboratorium, sekali dalam setahun. Jika selama tiga tahun tidak ditemukan rabies, maka daerah ini dinyatakan terbebas dari penyakit anjing gila,” ujarnya.
Ia mengimbau para pemilik anjing untuk mengurung dan mengikat anjingnya agar tidak terkena virus rabies dan skabies yang membahayakan kesehatan warga.
“Memang kami belum menemukan adanya penyakit rabies yang mengancam kesehatan warga, namun kami terus antisipasi karena anjing terkena rabies sangat berbahaya jika menggigit manusia,” ujarnya menjelaskan.

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: