Posted by: genetika21 | 6 December 2010

“Suspect” Rabies Renggut 77 Korban Jiwa

Antara, 4 Desember 2010

Denpasar, 4/12 (ANTARA) – Pihak Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar, Bali mencatat selama dua tahun terakhir 77 pasien “suspect” rabies meninggal dalam perawatan intensif di rumah sakit terbesar di Pulau Dewata.


“Berdasarkan catatan kami, 77 pasien, suspect, rabies meninggal saat dirawat di RSUP Sanglah selama dua tahun terakhir,” kata Sekretaris Tim Penanganan Rabies Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah dr IGB Ken Wirasandhi, di Denpasar, Sabtu. Dikatakan, kebanyakan pasien yang datang atau dibawa untuk dirawat ke RSUP Sanglah kondisinya sudah mengkhawatirkan atau kritis. “Pasien yang meninggal tersebut rata-rata datang dengan kondisi yang sudah buruk dan memang mengalami gejala klinis penyakit rabies,” ujarnya. Selain itu, ucapnya, pasien yang meninggal itu memiliki riwayat gigitan anjing, namun setelah digigit tidak langsung meminta vaksin anti rabies (VAR) ke rumah sakit.


“Biasanya pasien datang dengan kondisi mengalami kesulitan menelan dan takut dengan cahaya,” katanya. Para pasien yang meninggal itu didominasi dari luar Kota Denpasar, dan merupakan pasien rujukan dari rumah sakit setempat. Dijelaskan, selama minggu terakhir November 2010 tercatat tiga orang menjadi korban penyakit anjing gila tersebut. Pertama, satu orang siswa SD asal Tegallalang menjadi korban keganasan rabies, disusul seorang pemuda asal Kabupaten Badung. Sementara kasus terakhir adalah kasus meninggalnya warga Kabupaten Karangasem, Ni Luh Sutri (56), pada Sabtu (27/11).


Berdasarkan informasi, pasien “suspect” rabies itu hanya sehari mendapat perawatan. tercatat, wanita paruh baya tersebut tiba dengan kondisi sudah kritis. Sebelum dirujuk ke RS Sanglah, Sutri sempat dirawat di RSUD Karangasem, namun kondisinya terus memburuk dan akhirnya dirujuk ke RSUP Sanglah.  Pasien tersebut mengalami gejala klinis rabies, seperti kesulitan menelan dan takut terhadap cahaya.
Diketahui pula, dia memiliki riwayat gigitan anjing, tetapi luka bekas gigitan hewan tersebut tidak diobatinya sehingga mengakibatkan nyawanya melayang. (T.PSO-262/B/I006/I006) 04-12-2010 21:16:14 NNNN

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: