Posted by: genetika21 | 3 December 2010

Pemprov Butuh Dana Flu Burung Rp552 Juta

Antara 2 Desember 2010

Bengkulu, 2/12 (ANTARA) – Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu Irianto Abdullah mengatakan pemerintah daerah membutuhkan biaya pengendalian penyebaran virus flu burung H5N1 sebesar Rp552 juta per tahun.

“Dana itu untuk kegiatan operasional petugas pengendalian flu burung di tiap wilayah kabupaten/kota sehingga dapat mencegah penyebaran virun mematikan itu,” katanya di Bengkulu, Kamis.Ia mengatakan kebutuhan sebesar itu dapat dibagi setiap daerah provinsi dan kabupaten/kota sehingga tidak membebani pada satu daerah.Sehingga setiap daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota perlu menganggarkan hanya senilai Rp194,5 juta dan pemerintah kabupaten/kota sebesar Rp35,7 juta tiap daerah per tahunnya.

“Jadi dengan terdapatnya 10 daerah kabupaten/kota dan satu provinsi maka beban kebutuhan senilai itu dapat terpenuhi, sebaiknya tahun depan pemerintah daerah sudah menganggarkan dana itu,” ujarnya.Menurut dia untuk merealisasikan kebutuhan tersebut pemerintah daerah kabupaten/kota hendaknya mengangggarkan dana itu melalui APBD 2011.

Ia mengatakan keperluan biaya operasional tersebut sudah amat mendesak untuk direalisasikan pada 2011 sebab lembaga FAO akan menghentikan penyaluran bantuan dana itu.Ia mengatakan, FAO telah memberi sinyal untuk menghentikan bantuan sejak 2009 sehingga pemerintah daerah sepakat untuk menganggarkan biaya itu dari keuangan daerah, namun disayangkan pada anggaran 2010 dana tersebut masih belum disisihkan untuk kegiatan pengendalian penyakit yang mematikan unggas itu.

Bantuan melalui dana FAO tersebut telah berjalan sejak pertengahan 2008 hingga 2010, sementara daerah Provinsi Bengkulu mendapat kucuran dana senilai US$4.800 per tahun. Dengan dihentikannya bantuan tersebut maka daerah ini akan terancam dari penyebaran virus flu burung.Sementara itu, Ketua tim pengendalian flu burung Provinsi Bengkulu Emran Kuswadi mengatakan dengan dihentikannya bantuan dari FAO maka memerlukan dukungan pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran tersebut supaya tindakan pengendalian penyebaran virus H5 N1 di daerah ini dapat ditangani secara baik.

Pada akhir 2009 pemerintah di daerah ini telah sepakat akan menganggarkan melalui APBD 2010 namun hanya senilai Rp194.500 juta melalui APBD provinsi dan Rp35,7 juta dari alokasi anggaran kabupaten.”Virus H5N1 kemungkinan tidak dapat dikendalikan lagi jika virus tersebut mengalami peningkatan kekebalannya terhadap tindakan penyemprotan dan vaksin, kemungkinan itu dapat menyerang kesehatan manusia dan unggas,” katanya.(T.pso-150/C/B013/B013) 02-12-2010 10:41:37 NNNN


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: