Posted by: genetika21 | 2 December 2010

Kabupaten Diimbau Dukung Penanggulangan Flu Burung

Antara, 1 Desember 2010

Bengkulu, 1/12 (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Bengkulu mengimbau Pemkab di daerah itu untuk mendukung kegiatan penanggulangan penyebaran virus flu burung atau H5N1 yang kian mengkhawatirkan masyarakat. 

“Kita minta pemerintah daerah kabupaten mendukung dengan mengalokasikan anggaran melalui dana Anggaran Pendapatan Belanaja Daerah (APBD) 2011 karena lembaga yang menangani hal itu tidak lagi mendapat bantuan biaya dari Food Agriculture Organisasi (FAO),” kata Asisten II Pemprov Bengkulu Fauzan Rahim, Rabu. 

Pada 2011 lembaga FAO akan menghentikan bantuan dana pengendalian flu burung di Tanah Air hal itu perlu perhatian pemerintah daerah untuk mengendalikan ancaman virus yang menyerang unggas. 

Dengan demikian pemerintah di wilayah Provinsi Bengkulu masa datang akan kesulitan mengendalikan penyebaran virus flu burung H5N1 di daerah ini, ujarnya. 

Untuk tetap terkendalinya penyebaran virus H5N1 di daerah pemerintah perlu mendukung dengan mengalokasikan anggran melalui APBD 2011 untuk biaya operasional tim pengendali di tiap daerah daerah kabupaten/kota. 

Sementra itu Koordinator Pengendalian Flu Burung Provinsi Bengkulu Emran Kuswadi, menyebutkan sejak 2008 FAO sudah membantu biaya operasional pengendalian penyakit tang mematikan unggas di daerah ini. Sejak pertengahan 2008 hingga 2010, sementara daerah Provinsi Bengkulu mendapat kucuran dana senilai US$4.800 per tahun. 

Dengan dihentikannya bantuan tersebut maka daerah ini akan terancam dari penyebaran virus flu burung. 

“Bengkulu tengah mengalami peningkatan sebaran penyakit unggas tersebut, pada 2010 kita mencatat melalui laporan petugas di sejumlah daerah mencapai ribuan ekor ayam yang mati secara mendadak dan kejadian tersebut dinyatakan fositif terserang H5N1,” katanya. 

Nyaris semua daerah kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu terserang virus yang mematikan unggas, seperti di wilayah Kabupaten Kepahiang, Lebong, Kaur, Bengkulu Tengah, Bengkulu Utara dan Kota Bengkulu. 

Akibat meningkatnya sebaran tersebut telah mematikan ribuan ayam dan unggas lainnya peliharaan warga, sebut Emran. Menurut dia agar tetap terkendalinya virus itu di Bengkulu perlu kedulian pemerintah dan masyarakat untuk tetap menjaga aktivitas supaya tidak meningkat penyebarannya terhadap kesehatan manusia. 

Pada akhir 2009 pemerintah di daerah ini telah sepakan akan menganggarkan melalui APBD 2010 naum belum terrealisasi, dana yang diperlukan melalui keuangan daerah itu hanya senilai Rp194.500 juta melalui APBD provinsi dan Rp35,7 juta dari alokasi anggaran kabupaten. 

“Virus H5N1 kemungkinan tidak dapat dikendalikan lagi jika virus tersebut mengalami peningkatan kekebalannya terhadap tindakan penyemprotan dan vaksin, kemungkinan itu dapat menyerang kesehatan manusia dan unggas. Saat ini di Bengkulu pengendalian penyakit tersebut telah berjalan sehingga tidak menyerang pada jiwa dan kesehatanmanusia di daerah ini.

Untuk menghindari penyebaran pada kesehatan manusia diperlukan penanganan dan dukungan segenap elemen masyarakat,” pungkas Emran.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: