Posted by: genetika21 | 1 December 2010

Ratusan Peternak Ayam Terancam Gulung Tikar

Pikiran Rakyat, 1 Desember 2010

SUKABUMI, (PR).-Ratusan peternak dan pedagang ayam kampung yang tersebar di sejumlah kota dan kabupaten se-Jawa Barat, terancam bangkrut. Ancaman tersebut seiring pemberlakuan Peraturan Daerah DKI Jakarta No. 4/2007 tentang pemasaran unggas sehat sesuai standar aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH). Perda yang dikeluarkan Pemerintah Pro-vinsi Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta itu, diproyeksikan akan diberlakukan Desember 2010 ini.

“Dengan diberlakukan perda itu, kami memperkirakan ratusan pedagang dan peternak yang ada di Sukabumi, Bogor, Bekasi, dan Purwakarta terancam bangkrut,” kata Ketua Umum Himpunan Peternakan Unggas Lokal Indonesia (DPC Himpuli) Pusat, Ade M Zukkarnain kepada “PR”, Selasa (30/11).

Sebenarnya, Pemprov DKI jauh-jauh hari telah mempertimbangkan akan secepatnya memberlakukan Perda tersebut. Sesuai ketentuan pada perda tersebut para pedagang dan peternak unggas harus menjual unggas ke seluruh pasar tradisional dan modern dalam kondisi bersih (karkas-red.).

Namun, karena pertimbangan resistensi gejolak saat peraturan tersebut diberlakukan dari seluruh pedagang dan peternak daerah, Pemprov DKI memberikan batas toleransi pemberlakukan perda tersebut awal Desember ini.

“Seharusnya perda itu diberlakukan awal Mei lalu. Namun karena pertimbangan gejolak akan timbul akibat diberlakukan perda tersebut, mereka memberikan kesempatan dengan memundurkan pemberlakukan peraturan itu,” ka-tanya.

Sebenarnya, menurut Ade, Himpuli memahami kehadiran Perda tersebut. Tetapi mereka menyayangkan sampai saat ini baik pemerintah pusat maupun daerah masih belum menyosialisasikan peraturan tersebut kepada anggotanya. Apalagi sampai saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih belum memberikan dukungan ketersedianya, fasilitas rumah potong unggas dan rantai dingin sebelum dikirim kepada para konsumen.

“Selain minimnya sosialisasi dari pemerintah, dukungan untuk tersedianya fasilitas bagi peternak dan pedagang masih relatif sangat minim,” katanya.

Karena itu, selain Himpuli mendesak agar Pemprov Jabar untuk secepat turun tangan membantu para peternak dan pedagang ayam kampung. Juga meminta penjelasan terkait bantuan RPU Skala Kecil dari pemerintah pusat. Bantuan itu diperuntukkan pembangunan RPU disejumlah daerah. Termasuk di Sukabumi dan Bogor.

“Kami berharap pemprov tidak memarginalkan keberadaan peternak dan pedagang ayam yang kini di ambang kebangkrut. Selama ini, pemprov lebih mengonsentrasikan seluruh bantuan kepada para peternak sapi dan kambing,” tuturnya. (A-162)***


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: