Posted by: genetika21 | 23 June 2010

Kumpulan Berita Veteriner Hari Ini 23/06/2010

INDEX:

1.      Kompas:Anjing Liar Dibasmi

2.      Kompas: Rp 20 Miliar untuk Program Eliminasi Malaria

3.      Media Indonesia: Impor Daging, Jeroan Sapi Matikan Peternak

4.      Koran Tempo: Chikungunya Mewabah di Garut

5.      Antara: JELANG PORDA JABAR DILAKUKAN PEMBASMIAN ANJING LIAR

***

1. Kompas

June 23, 2010

Anjing Liar Dibasmi

Pemerintah Kota Palembang terus berupaya menekan kasus penyakit menular yang dibawa melalui gigitan anjing liar, salah satunya rabies. Karena itu, pemkot melalui dinas pertanian dan peternakan melakukan penangkapan anjing liar secara intensif selama hampir tiga bulan. Hasilnya, sekitar 200 anjing liar yang ditangkap. Anjing yang kategorinya tidak sehat terpaksa dibunuh dengan racun, sedangkan anjing yang masih sehat diberikan kepada warga yang mau merawat. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Pemerintah Kota Palembang Masriadi kepada wartawan di kantor Pemkot Palembang, Selasa (22/6). Jumlah anjing liar yang ditangkap cukup banyak karena dibantu masyarakat. (ONI)

2. Kompas

June 23, 2010

Rp 20 Miliar untuk Program Eliminasi Malaria

Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam memperoleh bantuan dana dari pemerintah pusat senilai Rp 20 miliar untuk program eliminasi malaria, diproyeksikan untuk pengadaan 105.000 kelambu, obat-obatan, dan biaya operasional kesehatan. ”Bantuan itu untuk mencapai target NAD bebas penyakit malaria 2015,” kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Chandra Yoga Aditama di Desa Lamteuba, Aceh Besar, Selasa (22/6). Hal itu disampaikan pada pencanangan eliminasi malaria bersama Gubernur NAD Irwandi Yusuf di desa pedalaman Aceh Besar atau sekitar 68 kilometer arah timur Kota Banda Aceh. Dana Rp 20 miliar tersebut masing-masing digunakan untuk pengadaan kelambu antimalaria senilai Rp 7 miliar dan Rp 13 miliar pengadaan obat-obatan dan biaya operasional. NAD berpenduduk sekitar 4,6 juta jiwa, dengan kasus malaria tergolong tinggi, yakni 3.000 kasus pada tahun 2009. Sementara WHO menyebutkan, 500 juta penduduk dunia terserang malaria dan satu juta di antaranya meninggal dunia. Tahun 2030 negara-negara berkembang ditargetkan bebas malaria. Chandra menyebutkan, NAD merupakan daerah yang pertama mencanangkan eliminasi tersebut. ”Kita menyambut baik NAD yang lebih awal mencanangkan program eliminasi malaria dan saya berharap target NAD bebas penyakit itu 2015 bisa tercapai,” lanjutnya. (MAR/ANTARA)

3. Media Indonesia

June 23, 2010

Impor Daging, Jeroan Sapi Matikan Peternak

AKHIR-AKHIR ini terjadi distorsi di pasar daging yang disebabkan maraknya daging dan jeroan sapi impor beku. Jika sebelumnya aturannya daging dan jeroan sapi impor hanya untuk industri dan restoran, komoditas itu kini mulai memasuki pasar tradisional.

Distorsi terjadi karena daging impor beku dijual dengan harga Rp35 ribu-Rp40 ribu per kg. Sementara itu, daging sapi segar (lokal) berkisar antara Rp55 ribu hingga Rp60 ribu per kg. Kondisi itu membuat permintaan seret dan jatuhnya harga sapi lokal maupun sapi usaha penggemukan yang menjadi pemasok daging sapi segar. `’Jika ini terus dibiarkan akan membuat kami (peternak/petani sapi) terus merugi.
Ini tidak boleh dibiarkan terus berlarut-larut.
Harus ada tindakan konkret dari pemerintah,” kata Candra, salah satu peternak sapi.

Dari data Direktorat Jenderal (Ditjen) Peternakan dan Badan Pusat Statistik (BPS) memang ada selisih data impor daging dan jeroan impor sapi beku. Jika Ditjen Peternakan pada 2009 mencatat ada sekitar 70 ribu ton impor daging yang masuk, BPS mencatat ada sekitar 110,24 ton. Itu berarti ada selisih sekitar 40,24 ribu ton daging sapi impor beku yang beredar di pasaran.

Menurut Sekjen Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia Ngadiran, kelebihan impor ini yang me nyebabkan distorsi di pasar daging. `’Jika dibiarkan, ini akan mengancam kelangsungan peternakan sapi dalam negeri dan mengacaukan suplai daging sapi nasional,” jelas Ngadiran.

Itu sebabnya, Ngadiran mengusulkan agar program swasembada daging sapi tetap dilaksanakan dan menghentikan impor jeroan beku. `’Di samping itu, impor daging beku juga memiliki masalah jaminan kehalalan yang menjadi syarat mutlak untuk konsumen muslim di Indonesia.” Sementara itu, Kementerian Pertanian RI akan mengajukan sistem zona perlindungan kepada Organisasi Kesehatan Hewan Sedunia (OAE) dalam upaya mengantisipasi impor daging ilegal kualitas rendah.

Menurut Menteri Pertanian Suswono dengan adanya zona perlindungan tersebut, sapi yang berpenyakit seperti penyakit mulut dan telinga (PMK) tidak dapat masuk ke pasar dalam negeri. Pasalnya, sapi-sapi itu lebih dulu harus dikarantina di zona perlindungan.
Hal itu sebagai upaya menekan jumlah daging ilegal yang masuk ke pasar dalam negeri.

Selain itu, dengan zona perlindungan, penyelamatan sapi betina produktif dapat diupayakan secara optimal. Saat ini sekitar 200 ribu ekor sapi betina produktif di Indonesia dipotong setiap tahun. (*/Rin/E-2)

4. Koran Tempo

June 22, 2010

Chikungunya Mewabah di Garut

GARUT — Wabah chikungunya mewabah di Garut, Jawa Barat. Sedikitnya sudah 20 warga Kampung Leuweung Tiis, Desa Haruman, Kecamatan Leles, terserang penyakit ini.

Menurut Camat Leles, Yaya Warya, penyakit ini pertama kali menyerang warga pada 3 Juni lalu. Hingga saat ini jumlah penderita terus bertambah mencapai 20 orang. Bahkan sebagian di antaranya masih dirawat di pusat kesehatan masyarakat setempat. “Kata warga penyakit ini awalnya dari Desa Sukaraja, yang berada di sebelahnya, tapi penderitanya tidak banyak,” ujar Yaya saat ditemui di kantornya kemarin.

Berdasarkan pengakuan warga, mereka mengalami sakit setelah digigit nyamuk berwarna hijau. Gejala yang dialami warga berupa demam, lemas, timbul bintik merah pada kulit, dan pegal pada tulang persendian. Bahkan, setelah merasakan gejala itu, si penderita sulit bangun dari tempat tidur.

Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Dede Rochmansyah menyatakan penyakit chikungunya di daerahnya ini dinyatakan sebagai kejadian luar biasa. Alasannya, penyakit ini menyerang warga secara serentak dalam waktu yang hampir bersamaan. Bahkan sebanyak 10 orang di antaranya masih dirawat di puskesmas setempat sejak Ahad lalu.

Karena itu, untuk mencegah meluasnya penyakit ini, pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan observasi di lapangan. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara di 50 rumah di kampung tersebut, 15 rumah di antaranya terdapat jentik nyamuk Aedes aegypti. “Kami rencananya akan melakukan fogging besok (hari ini),” ujar Dede.

Dede menambahkan, pihaknya juga masih terus melakukan upaya pemulihan terhadap penderita dengan memberikan obat penurun panas dan analgetik. Selain itu, melakukan sosialisasi pola hidup bersih di masyarakat.

Sebelumnya, selama Mei lalu, tercatat sebanyak 124 orang terserang chikungunya.

Sementara itu, kasus demam berdarah di Bandung cukup tinggi. Menurut Kepala Seksi Pemantau Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bandung Yorisa Sativa, tahun ini sejak Januari hingga April tercatat 1.627 pasien. Rata-rata per bulan mencapai 400 orang. “Kasus tertinggi pada Februari, yaitu 579 orang,” kata dia kemarin.

Dia menambahkan, gejala demam berdarah kini tak seperti dulu. Tanda-tanda seperti bintik merah, mual, dan muntah darah tak ditemukan lagi. Demam itu muncul tiba-tiba dan berlangsung selama 2-7 hari. “Panasnya juga langsung tinggi,” ujarnya.SIGIT ZULMUNIR | ANWAR SISWADI

5. Antara

June 22, 2010

JELANG PORDA JABAR DILAKUKAN PEMBASMIAN ANJING LIAR

Bandung, 22/6 (ANTARA) – Menjelang pelaksanaan Pekan Olah Raga Daerah (Porda) Jawa Barat XI tahun 2010, Pemkab Bandung Barat selaku tuan rumah melakukan gerakan pembasmian anjing liar khususnya di kawasan tempat pertandingan cabang olah raga.
“Program eliminasi dan pembasmian anjing liar merupakan program rutin, namun diintensifkan menjelang Porda XI/ 2010 mendatang, khususnya di kawasan tempat pertandingan,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bandung Barat, drh Adhiyoto di Bandung, Selasa.
Langkah tersebut dilakukan mengingat Jawa Barat belum terbebas dari ancaman rabies yang disebabkan oleh gigitan anjing gila. Meski dalam beberapa tahun terakhir tidak ada kasus gigitan anjing gila di Kabupaten Bandung Barat, namun pihaknya tetap mengantisipasi.
Kabupaten Bandung Barat akan menjadi tuan rumah antara lain untuk cabang olah raga ski air dan terbang layang, dimana lokasinya di kawasan yang dekat dengan hutan dan di kawasan pinggiran Bendungan Saguling.
“Kami memastikan program eliminasi anjing liar di kawasan itu dilakukan efektif, sehingga dipastikan pada saatnya nanti cukup aman,” kata Adhiyoto.
Sementara itu Porda Jawa Barat dipastikan akan berlangsung 7 – 16 Juli 2010 di empat daerah yakni Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung dan Bandung Barat dengan mempertandingkan 42 cabang olahraga.
Rencananya pembukaan Porda XI Jawa Barat akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat Soreang Kabupaten Bandung. Porda XI mempertandingkan seluruh cabang olahraga dengan memperebutkan 550-an medali emas. (U.S033/B/M019/M019) 22-06-2010 08:55:37 NNNN


Responses

  1. suatu langkah yang sangat tepat dan bijak yang sudah dilakukan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: