Posted by: genetika21 | 3 June 2010

Kumpulan Berita Veteriner Hari Ini 03/06/2010

INDEX:

1. Seputar Indonesia: Ratusan Ternak Terserang Penyakit
2. Antara: BALI VAKSINASI 296.723 EKOR ANJING PELIHARAAN

***

1. Seputar Indonesia
June 3, 2010
Ratusan Ternak Terserang Penyakit

SLAWI (SI) – Ratusan ternak sapi dan kambing di Kabupaten Tegal terserang penyakit cacing dan kudis. Penyakit ini sudah menyerang ternak sejak sebulan terakhir akibat pengaruh cuaca yang tak menentu. Kasi Kesehatan Hewan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Tegal Abdi Manaf mengatakan ternak sapi dan kambing yang
terserang penyakit cacing dan kudis adalah milik peternak yang tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Tegal.Penyakit ini biasanya menyerang pada pergantian musim hujan ke musim kemarau.
“Kalau musim hujan telur cacing yang berada di tanah naik ke rumput dan daun yang kemudian dimakan sapi atau kambing.Telur cacing ini kemudian menetas di perut. Tapi kalau cacingnya yang dimakan tidak masalah,” katanya di sela-sela pemeriksaan ternak sapi di Desa Kalisalak,Kecamatan Margasari, kemarin. Abdi Manaf menuturkan,
penyakit cacing yang menyerang ternak sapi didorong buruknya sanitasi kandang dan tingginya curah hujan.“
Penyakit cacing pada ternak ini sangat merugikan peternak karena pertumbuhan sapi terhambat dan bisa menyebabkan kematian,” katanya mengingatkan. Pemeriksaan dan pengobatan ternak sapi dan kambing tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan pada setiap pergantian musim. Pemeriksaan sudah dilakukan sejak 4 Mei di 12 kecamatan, dari 18 kecamatan di Kabupaten Tegal.
Hasilnya, diketahui 100 ternak kambing terserang penyakit scabies atau kudis, 50 ekor kambing dan sapi terkena diare, serta 500 ekor sapi dan kambing terkena penyakit cacing. Indikasi penyakit cacing ini terlihat dari beberapa ciri, misalnya bulu sapi berdiri, kulit kusam, dan dubur kotor. Sapi-sapi Itu kemudian diberi suntikan obat cacing,vitamin
untuk meningkatkan stamina, dan diberi obat kulit invermetin. “Untuk kondisi ternak sapi di Desa Kalisalak,sebagian juga kena penyakit cacing.Total ternak sapi yang didaftarkan untuk diperiksa ada 350 ekor,”ungkapnya. Target pemeriksaan dan pengobatan ternak sapi dan kambing ini sebanyak 3.000 ekor dari total populasi sapi sebanyak
6.000 ekor.Populasi kambing jumlahnya mencapai 200.000 ekor.
Selain mengobati ternak terkena penyakit,pemeriksaan kesehatan ternak sapi dan kambing juga untuk mencegah penyakit menular, seperti penyakit ngorok atau safetycaemia epizootica dan antraks.“Dua penyakit menular pada ternak ini biasanya terjadi saat pergantian musim. Ini yang jadi kewaspadaan kita,”ujarnya. Ketua Kelompok Ternak Warti Makmur Mukti, 46, mengatakan, memasuki pergantian musim ini banyak ternak sapi di desanya yang terserang penyakit cacing dan diare.  hujan ini kan banyak nyamuk pembawa penyakit.Tapi kalau musim kemarau, ternak sapi justru pada sehat meski pakannya kurang,”ungkapnya. (kastolani)

2. Antara
June 2, 2010
BALI VAKSINASI 296.723 EKOR ANJING PELIHARAAN

Denpasar, 2/6 (ANTARA) – Dinas Peternakan Provinsi Bali melakukan
vaksinasi rabies terhadap 296.723 ekor anjing peliharaan di delapan
kabupaten dan satu kota di provinsi tersebut hingga akhir Mei 2010.
“Cakupan vaksinasi tersebut mencapai 66,26 persen dari perkiraan
populasi anjing sebanyak 447.966 ekor,” kata Kabag Publikasi dan
Dokumentasi Biro Humas dan Protokol Pemprov Bali I Ketut Teneng di
Denpasar Rabu.
Mengutif laporan Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali Ir I Putu
Sumantra kepada Gubernur Bali Made Mangku Pastika, ia mengatakan,
pemberian vaksinasi rabies dalam seminggu terakhir tercatat 2.600
ekor.
Vaksinasi tersebut sebagian besar terhadap anjing baru, dan sebagian
lainnya berupa pemberian vaksinasi ulangan. Pemberian vaksin
antirabies (VAR) pada anjing piaraan itu terus dilakukan dengan
harapan mampu menjangkau seluruh anjing piaraan.
Ketut Teneng menjelaskan, upaya pemberian vaksin tersebut juga
diimbangi dengan melakukan eliminasi terhadap anjing-anjing liar.
Eliminasi telah dilakukan terhadap 84.199 ekor anjing atau 18,80
persen dari jumlah estimasi populasi anjing.
Tindakan eliminasi terhadap anjing liar itu dilakukan oleh petugas
Dinas Peternakan kabupaten/kota se-Bali bekerja sama dengan desa adat
setempat.
Kegiatan eliminasi itu dilakukan secara berkesinambungan dengan
harapan tidak ada lagi anjing yang berkeliaran sesuai peraturan daerah (Perda) Nomor 15 tahun 2009 tentang Penanggulangan Rabies.
Berbagai upaya tersebut diharapkan mampu menanggulangi penyakit rabies
secara tuntas di Bali pada 2012.
Upaya merpercepat pengendalian dan pemberantasan penyakit rabies lebih
menekankan pada peningkatan vaksinasi dan eliminasi hewan penular
rabies (HPR) di seluruh kabupaten/kota, ujar Ketut Teneng.
(T.I006/B/D009/D009) 02-06-2010 13:36:38 NNNN


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: