Posted by: genetika21 | 1 June 2010

Kumpulan Berita Veteriner hari ini 01/06/2010

INDEX:

1.      Jurnal Nasional: Relokasi TPA Sebabkan Ekonomi Biaya Tinggi

2.      Jurnal Nasional: DPR Desak Perda Pengendalian Flu Burung Dicabut

***

1. Jurnal Nasional

Juni 1, 2010

Relokasi TPA Sebabkan Ekonomi Biaya Tinggi

KETUA Himpunan Pedagang Ayam Jakarta Siti Mariam mengatakan, relokasi tempat penampungan dan tempat pemotongan ayam ke tempat yang telah ditunjuk oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyebabkan ekonomi biaya tinggi. Hal ini sebagaimana terungkap dalam audiensi yang digelar antara Komisi IV DPR dengan Himpunan Pedagang Ayam Jakarta di Gedung DPR, Senin (31/5).

Siti membandingkan, dengan adanya penunjukan tempat-tempat pemotongan ayam oleh Pemprov, maka biaya yang dibutuhkan sekitar Rp1.348 per ekor per hari. Padahal, jika pemeliharaan dan pemotongan boleh dilakukan sendiri oleh pedagang, biaya yang dibutuhkan hanya Rp130 per ekor per hari.

Siti merinci, ada beberapa kerugian yang harus diderita pedagang jika tempat pemotongan ayam ditunjuk oleh Pemprov. Antara lain, kerugian dari sisi waktu yang hilang, karena perjalanan dari tempat relokasi (yang telah ditunjuk Pemprov) bisa memakan waktu satu hingga dua jam. Artinya, pedagang harus mengeluarkan biaya membeli es batu dan pendingin ayam-ayam yang telah dipotong itu.

“Selain itu, tidak ada yang akan menanggung kerugian jika ada ayam yang mati saat antre untuk dipotong. Risiko lain, jika semua ayam telah dipotong dan disimpan di dalam freezer, maka saat listrik mati, tidak ada yang menanggung kerugian yang ditimbulkan,” katanya.

Siti berpendapat, bila pedagang diizinkan memotong sendiri ayam-ayam tersebut di tempat mereka masing-masing, maka sisa ayam yang tidak terjual masih dalam keadaan hidup. Dengan begitu, warga Jakarta bisa menikmati ayam yang masih segar. Bukan ayam yang telah dibekukan. n Widya

2. Jurnal Nasional

Juni 1, 2010

DPR Desak Perda Pengendalian Flu Burung Dicabut

KOMISI IV DPR-RI mendesak Pemprov DKI Jakarta agar mencabut Perda Nomor 4 Tahun 2007 tentang Pengendalian Flu Burung. Desakan itu muncul dalam audiensi antara Komisi IV DPR dengan Himpunan Pedagang Unggas Jakarta, di Gedung DPR, Senin (31/5).

“Kenyataannya Perda ini sudah dibentuk, tapi pelaksanaannya ditunda. Berarti ada sesuatu yang harus dibicarakan ulang,” kata Djoko Udjianto, Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi Demokrat.

Djoko mendesak agar Pemprov DKI menindaklanjuti pemaparan pihak Himpunan Pedagang Unggas Jakarta. Dalam Perda tersebut terdapat ketentuan tentang pelarangan masuknya ayam impor dalam keadaan hidup ke Provinsi DKI Jakarta.

“Kalau ayam hidup, bila terkena flu burung, maka akan mudah terdeteksi. Tapi kalau ayam potong justru susah terdeteksi. Kalaupun nanti dibekukan, tetap akan dapat menyebarkan flu burung dari darah unggas yang sudah dipotong itu. Karena itu, sebaiknya Perda tersebut segera dicabut,” kata Siti Mariam, Ketua Himpunan Pedagang Unggas Jakarta.

Anggota DPR Djoko Udjianto pun berpendapat, penerapan Perda tersebut tidak relevan lagi. Sebab, saat ini kasus flu burung sudah dapat dikendalikan. Itulah sebabnya, kata Djoko, dalam waktu dekat Komisi IV DPR akan segera memanggil Dirjen Peternakan.

“Komisi IV juga meminta Kementerian Pertanian melakukan koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri terkait Perda tersebut,” kata Djoko. n Widyasari


Responses

  1. *geleng geleng kepala sambil baca berita no 2…

    “Kalau ayam hidup, bila terkena flu burung, maka akan mudah terdeteksi. Tapi kalau ayam potong justru susah terdeteksi”

    *Justru di lokalisasi supaya bisa terawasi pemotongannya, yang sakit tidak ikut di potong. hanya ayam sehat yang di potong bu Siti

    “Kalaupun nanti dibekukan, tetap akan dapat menyebarkan flu burung dari darah unggas yang sudah dipotong itu”
    *karena yg di potong hanya yang sehat, tidak ada darah yg terinfeksi dan menyebarkan virus bu. kalaupun ada yang terinfeksi bisa di lokalisasi hanya di pemotongan saja tidak keluar dari situ.

    “Anggota DPR Djoko Udjianto pun berpendapat, penerapan Perda tersebut tidak relevan lagi. Sebab, saat ini kasus flu burung sudah dapat dikendalikan.”
    *Pak anggota dewan yang terhormat, kalau kecelakaan mobil/motor sudah bisa berkurang apa peraturan menggunakan helm dan sabuk pengaman bisa dicabut?i think not….
    karena untuk melindungi pengendara, peraturannya tetep berlaku pak. malah lebih ditingkatkan harus pake helm SNI segala kan pak..

  2. anggota dpr yang satu itu ga ngerti kesehatan masyarakat veteriner jadi masih suka ma ayam jorok kalo mendukung para pengusaha ayam itu, jelas2 pengusaha itu maunya untung doang ga dipikirin banyak manusia indonesia yang mati gara2 typus yang ditularkan lewat ayam yang jorok itu.. belum lagi klo terjadi pandemi flu burung….drh harus bersatu…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: