Posted by: genetika21 | 4 May 2009

INFLUENZA BABI BUKAN BERSUMBER DARI BABI

berhubuung blm sempat menulis dan belum ada kiriman tulisan tentang flu babi, saya isi dengan tulisan dari seorang alumnus fkh drh. Mangkoe sitepu. beliau juga seorang dokter manusia. dituggu tulisan tulisan lainnya ya guys!!

INFLUENZA BABI BUKAN BERSUMBER DARI BABI.

Oleh:

dr drh Mangku Sitepoe

FAO di Roma  30 April 2009 menyatakan: tidak ada babi di Meksiko  maupun diseluruh dunia yang tertular dengan  virus tipe A subtipe  H1N1 yang baru (new variant  H1N1). Sehingga FAO akan mengganti nama Swine influenza (Flu-babi di Indonesia) yang tidak berkaitan  dengan babi. Rapat  Dirjen P2PL Depkes  30 April 2009  mengusulkan supaya disebut saja  Flu-Meksiko (seperti: Flu Spanyol, Flu Asia, Flu Hongkong, Flu Rusia dan lain-lain tetapi bukan Flu-Singapur yang salah nama).

Evolusi Flu babi H1N1.

  1. Diawali pada  pandemi Influenza  1918 yang disebut dengan flu-Spanyol menelan  korban 50 juta jiwa manusia diseluruh dunia dan 550.000 jiwa  yang meninggal  di Amerika Serikat. Sebegitu ganas virus penyebab,   disamping menyerang manusia juga menyerang  babi. (Koen J S, 1919). Pada  1930  oleh Smith  dinyatakan penyebab penyakit  Flu-Spanyol adalah  jenis virus Orthomyxoviridae  tipe A dengan subtipe  H1N1. Jadilah H1N1 sebagai penyebab dari penyakit Influenza  pada  babi atau Swine influenza. H1N1 dari flu Spanyol  sebagai  cikal bakal dari virus  Influenza babi pada babi diseluruh dunia. Pada 1976 adanya wabah influenza babi pada babi di Amerika Serikat juga menyerang manusia yang berhubungan dekat dengan babi diantaranya peternak babi  dengan  morbiditi  kecil dan mortaliti 0.

Disusul pandemi Influenza 1957 pada manusia disebut flu Asia  dengan virus H2N2 menelan korban  2 juta jiwa dan  pandemi Influenza    1968 pada manusia yang disebut  flu Hongkong dengan virus H3N2 menelan korban  750.000 jiwa semua

Penyebab pandemi Influenza  pada manusia  di-zamannya : flu Spanyol, flu Asia dan flu Hongkong dengan  virus tipe A subtipe  H1N1, H2N2 dan H3N2  di-saat  pandemi sangat ganas sekali tetapi di-masa kini ke-tiga subtipe  virus  sudah hidup nyaman dengan manusia yang disebut seasonal Flu atau Flu biasa. Dengan gejala: panas, pilek, batuk sesak nafas dan sebagainya  yang besifat  self limitating disease atau disebut juga ILI atau influenza like illnes pada negara tropis. Tetapi dinegara-negara temprate  dapat juga dijumpai adanya kematian. Demikianpun  sifat virus  Influenza tipe A  pada negara tropis dapat hidup pada suhu  53 0 C tidak infektif sesudah 3 jam tetapi disinari oleh sinar ultraviolet atau sinar matahari  tidak infektif sesudah beberapa saat (Merchant and Parker, 1968). Dapat disimpulkan: virus subtipe H1N1 pada saat ini dapat dijumpai pada manusia yang bersifat self limitating disease dan juga dapat dijumpai pada babi semenjak 1918.

Mutasi  virus  tipe A  dengan subtipe-nya.

Virus influenza tipe A sangat labil, hal ini terlihat dari  virus inflenza biasa yang dijumpai pada manusia setiap  tahun mengalami perubahan minor  pada  struktur sequence-nya atau perubahan struktur dari antigen  yang disebut antigenic drift atau mutasi secara adaptive misalnya  virus H1N1 mengalami  antigenic drift mutation  dari virus bebek air (Faning T G et al, 2002). Dapat pula mutasi melalui Antigenic shift, adanya mutasi dengan proses  reasortment dari dua jenis antigen atau lebih mengadakan ”perkawinan” gen. Misalnya saat pandemi  1968 yang disebut flu Asia dengan virus H3N2 merupakan proses reasortmen (perkawinan)  virus H1N1 dengan H2N2  (Harrisons R, 1987)

Ketiga virus flu biasa (seasonal flu) H1N1, H2N2 dan H3N2  yang hidup pada manusia dapat dengan mudah hidup pada babi sehingga  penyebab Influenza babi adalah bersumber dari manusia dan juga  H1N1 dari babi. (Veterinary Merck Index, 1991). Babi memiliki  keistimewaan  dapat menjadi  tempat reasortment berbagai  virus  akan membentuk virus baru sebab memiliki  reseptor baik pada hewan maupun pada manusia. Sedangkan  H1N1, H3N2, H2N2 dapat hidup pada babi tanpa  memberikan gejala pada babi .

Flu  babi di Meksiko dijumpai  virus tipe A  dengan subtipe: H1N1, H1N2, H3N2 dan H3N1 atau gabungan dari virus  manusia H1N1, H3N2,  babi H1N1, dan  unggas H3N1, H3N2. Yang kemungkinan bersumber dari babi   yang telah berproses reasortment membentuk virus baru dan ditularkan kemanusia . Hari ini radio Sonora 1 Mei 2009,   jam 11 menyatakan  ada 6 orang yang tertular Flu-babi  di Meksiko dengan virus baru H6N2 . Apakah  H6N2 sebagai  virus pandemi Influenza ditahun 2009 ?

Penularan flu babi (flu-Meksiko) pada saat ini hanya antar manusia.

Penyakit zoonosis adalah penyakit hewan yang ditularkan kemanusia  sedangkan  penyakit Influenza  dapat dikategorikan sebagai  penyakit zoonosis. Flu-burung yang disebabkan oleh virus tipe A subtipe: H5N1 di Asia, H7N7  di Eropa dan H9N2 di China dan Hongkong serta  Flu babi H1N1  dikategorikan sebagai penyakit zoonosis Penularan  penyakit zoonosis dibedakan menjadi : antar  hewan, hewan kemanusia dan manusia ke-manusia atau antar manusia. Oleh WHO didalam menghadapi Pandemi Influenza  penularan virus dibedakan  menjadi: 3 Periode: Prepandemic, Interpandemic dan Pandemic.

Pada Praepandemic dibedakan menjadi : Fase 1  penularan antar hewan belam ada wabah pada hewan. Fase  2. terjadi penularan  antar hewan telah mewabah. Praepandemic ada 3 fase: dari hewan kemanusia. 4. antar manusia  suatu negara, fase 5. antar manusia 2 negara dan Periode Pandemic : antar manusia  keberbagai negara.

WHO PANDEMIC PREPARADNESS

PERIODS AND PHASES

No. Periods   Phases   Notes

I. Inter * Phase 1 – Animals to animals transmission

Pandemic – Without any of epidemic

* Phase 2 – Animals to animals become epidemic

* Phase 3 – Animals transmission to human

II. Alert

PandemicPhase 4 – Human to human transmission in cluster

* Phase 5 – Human to human transmission in comunity

III. Pandemic * Phase 6 – Human to human transmission between

countries

Source  : WHO 2005

Statement WHO 30 April 2009  menyatakan Flu-babi sudah fase 5 terjadi penularan antar manusia dan bukan dari babi. Sumber penyakit adalah dari manusia dan bukan dari babi. Sehingga Siaran Menteri Pertanian:  akan memeriksa  7 juta ekor babi serta  tidak mengizinkan impor babi  hidup dan daging babi dari negara yang tidak tertular H1N1 pada babi tidak memiliki  dasar hukum. Demikianpun  running teks  Metro TV  1/5/2009 jam 19 30F: Permendag melarang impor babi dan produknya  dari 7 negara  juga tidak memiliki dasar hukum bila tidak dijumpai Flu-babi padaa babi.

Jakarta 1 Mei 2009.

dr drh Mangku Sitepoe

Anggota PDHI dan IDI.

Anggota Indonesian Veterinary Watch.


Responses

  1. Koran tempo , 6 Mei 2009.
    NAMA FLU BABI SUDAH TEPAT.

    “kalau babi ya babi aja”

    Berbeda dengan Amerika dan WHO menurut pakar nama Flu Babi “sudah tepat”, alasanya para ilmuwan melacak warisan genetik virus tersebut dan ternyata sebagian besar materi genetik virus tersebut adalah Babi. dan induknya adalah Virus Babi. Enam dari delapan segmen genetik strain virus flu babi tersebut adalah murni flu babi serta dua segmen lainnya adalah burung dan manusia.(Dr. Raul Rabdan, Columbia University)

  2. kalo skrg ada flu babi berarti ntar ada flu – flu dari hewan lainnya, flu sapi ato flu dog kali….

  3. Flu Sumlang juga ntar ada!!

  4. Tips t.hindar dari flu babi= jgn makan babi, jgn b.salaman dgn babi, jgn ngobrol dgn babi dan jgn ciuman dgn babi

  5. sekarang ja dah ada flu kuda,bentar lagi flu apa lagi dong….

  6. Kalo siaran Menteri Pertaniannya aja dipertanyakan dasar hukum dan dasar ilmiahnya, lalu percaya sama siapa masyarakat ?

  7. Sip pak, saya kira kalau masalah penyakit bukan berdasarkan hukum berdasarkan medis az pak.

  8. Setuju kang yana…….. Kalo masalah kesehatan yang berkompeten tentunya dokter, di hewan tentunya dokter hewan. Jadi kebijakan menteri pertanian dan menteri perdagangan di atas merujuk kepada dokter yang mana ? dasar ilmiah medisnya bagaimana ? kan itu yang dipertanyakan masyarakat……… ?

  9. Setuju jat, klu penyebaran penyakit manusia-manusia ya urusan dokter manusia, tp kalau hewan-hewan ya tugas dokter hewan. jgn diurus lg dokter manusia.

  10. Fitriyanti kan?…bsk akan ada lagi flu baru…..
    tuh flu monyet…heee…he…e…

  11. Sebgai infor az, pada tanggal 5 dan 7 Mei di Canada babi terserang flu babi H1N1 dari manusia yang mengidap flu babi meksiko dan tim dari universitas Chulalongkorn di Bangkok melakukan percobaan anak babi yang di infeksi H1N1 mengalamu gejala respyratory akut dengan luka makroskopis parah di paru-paru. Jadi menurut saya apa yg di lakukan pemerintah dan benar, melarang impor babi dan pengawasa orang dari luar, sebagai sikap waspada.

  12. Sumlang geloooooo

  13. Ada tulisan di website IPB, Pak wayan yang bicara tentang virus HINI di web berikut
    http://www.ipb.ac.id/id/?b=1112.

    Tapi katanya virus HINI ini kurang ganas dibanding virus R4NI.

  14. Betul es.. Virus R4N1 emang jauh lebih ganas,bisa menyerang harta dan tahta.. Malah menurut berita pemusnahanya menelan biaya hingga 300 milyar lebih.. Makanya waspada virus R4N1.. ??!?!

  15. Berdoa az, semoga para istri2 suaminya ga terserang R4N1..

  16. Yah, moga2 para suaminya ga terserang R4N1 dengan gejala permainan stik panjang ke stik pendek.

  17. Perasaan tulisan dokter Mangku S
    masuk akal dan pasti benar karena ada data yang jelas dan kongkret
    (Makasih mas andi/ mana yg lain kok ngak nulis).
    Kalau masalah haram dan halal lain dari ini saya kira.
    Sekarang tinggal masalahnya siapa yg bertanggung jawab kalau terjadi
    wabah baik dari hewan kehewan atau hewan kemanusia. ( kalau manusia ke
    manusia jangan ditanya sudah rapi. sampai sampai dokter keluarga dikontrak
    dengan gaji rp. 20.000.000 kalau dokter hewan yang pasti sama angka tapi
    beda nol ya.)
    wong sistem otoritas veteriner dikita aja ngak jelas.
    Jelas2 didepartemen kesehatan cacing jantung adalah zoonosis.
    eh malah departemen peternakan melalui dirkeswan bukan zoonosis.
    Ampunnnnnn…….
    Apalagi yang lain…..
    tanggal 31 Mei 2009 ada seminar flu babi dirumah sakit caritas
    siapa mau ikut pergi aja ke Palembang.
    trimssssssssssssss

  18. Mas andi
    tentang flu babi email ke saya ya mas. trims
    Kalau ngirim video kesini bisa ngak mas.
    tentang kegiatan PDHI SUMSEL TENTANG PERNYATAAN FLU BABI

  19. mas lp, kl yg bertanggung jawab sdh jelas yaitu pemerintah …….. tapi untuk menangani itu pemerintah tahu tidak, siapa yang berkompeten dan siapa yang akan dia tunjuk ……….. ?

    jangan-jangan tahunya politik dagang sapi aja ……. bosan dech ….. mendingan jalan-jalan ke desa ….

  20. iyalah kang ajat
    pergi kedesa dan membangun desa.
    ngomong2 ikut sarjana membangun desa ngak bos.
    bilangnya ada 600 paket…..

  21. http://www.dpr.co.id
    katanya uu disitu.

  22. Yah mas Ml dari flu babi ke gaji eh balik lagi ke cacing jantung, piye mas….

  23. cut knp lu blg gw bego


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: