Posted by: genetika21 | 10 November 2008

The (All) Primate Research Background

– Sylvie Yuliani –

Primata merupakan mamalia yang mempunyai kekerabatan paling dekat dengan manusia baik secara fisiologi, anatomi dan aktivitas mental, bahkan hamper 90% karakter filogenik satwa primata mempunyai kesamaan dengan manusia (Achmad & Sulaiman, 2000). Alasan tersebut menyebabkan satwa primata menjadi objek yang sering digunakan untuk membantu kegiatan manusia dari segi jasa, ekonomi maupun kedokteran (Harsono, 2000).

Di bidang kedokteran, monyet ekor panjang (M. fascicularis) telah lama digunakan sebagai hewan model (animal model) dan hewan laboratorium (laboratory animal). Monyet ekor panjang bahkan termasuk ke dalam urutan lima besar dalam daftar hewan yang sering digunakan untuk penelitian biomedis setelah M. mulatta (Anonimus, 2001a, 2001b, 2001c).

Pengadaan penangkaran dilakukan untuk memenuhi permintaan akan M. fascicularis sebagai hewan model bagi penelitian biomedis yang semakin meningkat setiap tahunnya. Sehubungan dengan itu segala aspek yang berkaitan dengan upaya peningkatan kualitas dan populasi monyet terus menerus dikembangkan, termasuk aspek tingkah laku yang dapat menunjang perkembangbiakan satwa. Dengan demikian program yang dihasilkan akan sesuai dengan kriteria dalam riset biomedis.

Dalam pengembangbiakan satwa primata ada bentuk – bentuk tingkah laku yang bersifat sinergis dengan program penangkaran dan adapula yang bersifat kontra produktif. Bentuk tingkah laku yang bersifat produktif adalah tingkah laku yang di satu sisi dapat mendorong penyapihan dan di sisi lain menjamin daya survival progeny tetap tinggi. Percepatan penyapihan diharapkan dapat menurunkan interval kebuntingan. Umumnya pada species primata dikenal adanya tingkah laku perwalian (alloparental care) yaitu tingkah laku perawatan anak yang dilakukan oleh bukan induk sebenarnya. Tingkah laku ini diduga bersifat produktif karena memenuhi persyaratan di atas.

Sebagai informasi tambahan, satwa primata yang dapat digunakan dalam penelitian biomedis adalah F1 bukan F0. Artinya satwa primata yang ditangkap langsung dari alam tidak dapat digunakan langsung dalam suatu penelitian biomedis tetapi dijadikan sebagai Parent Stock dan ditangkarkan terlebih dahulu, anakannya inilah yang disebut dengan F1.


Responses

  1. wah mari kita jaga kelestariannya…si cuma bisa ngomong aj ya hbsnya ga terlibt lgsg sih he3

  2. Wah, kalo ada yang pake F0 untuk research tolong informasikan ke saya atau saudara Opiq, Mba Vivie, biar diberi “pembekalan” yg sesuai, Ada Info??


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: