Posted by: genetika21 | 20 August 2008

Alloparental Care – Macaca fascicularis

– Sylvie Yuliani –

Perilaku perwalian (alloparental care) telah dipelajari sejak tahun 1940 pada monyet Rhesus yang ada di dalam penangkaran (Anonimus, 2001d) dan didefinisikan sebagai perawatan yang diberikan pada bayi dari individu lain selain induk dalam kelompok sosial yang sama, perilaku ini relative umum pada primata (Hardy, 1976; Nicholson, 1987; Watt, 1984). Pada beberapa rujukan terdahulu, perilaku ini lebih sering disebut sebagai aunting behavior, akan tetapi penggunaan istilah tersebut menjadi perdebatan karena aunting behavior merupakan perilaku perwalian yang terjadi berdasarkan hubungan biologis yang dimiliki oleh bayi dan betina yang menjadi walinya.

Perilaku perwalian terjadi berdasarkan ketertarikan dan akses yang dimiliki individu lain terhadap bayi. Pada beberapa species Old World Monkey, bayi merupakan hal yang sangat menarik sehingga anggota lain dalam kelompok biasanya akan berkerumum mengelilingi induk dan bayi yang baru lahir sambil melakukan lip smacking atau pun mencarikan kutu (grooming) induk tersebut dengan tujuan dapat menyentuh bayi (Chalmer, 1979; Anonimus, 2001d).

Akses yang diberikan terhadap bayi sangat bervariasi antar species, meliputi toleransi maternal dan motivasi wali yang akan mempengaruhi pola dan fungsi dari perilaku perwalian yang terjadi. Hal tersebut akan memberikan penjelasan yang bervariasi pula terhadap keuntungan dari perilaku tersebut (Hardy, 1976; McKenna, 1979; Collinge, 1993). Hinde (1974) dan Nicholson (1987) menambahkan bahwa variasi yang ada antar species selain berhubungan dengan keuntungan juga berhubungan dengan kerugian terhadap induk, bayi maupun wali yang berperan dalam perilaku perwalian. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap simpanse (Pan troglodytes) menyebutkan bahwa komposisi grup juga merupakan salah satu faktor yang dapat memeprngaruhi perilaku perwalian (Sommerfeld et al., 1993).

Pada berbagai species satwa primata, perilaku perwalian akan menghasilkan keuntungan baik bagi induk, bayi ataupun wali yang bersangkutan (Collinge, 1993; Tardif, 1997). Induk sebagai agen sosial yang paling kritis terhadap bayi akan mempunyai kesempatan lebih banyak untuk beristirahat dan meningkatkan efisiensi dalam menjelajah mencari makanan. Selain itu, tingginya perilaku perwalian yang diterima dapat menurunkan interval kelahiran pada induk yang bersangkutan (Anonimus, 2001d). Bayi sendiri akan memperoleh kesempatan untuk mengembangkan hubungan sosialisasi, mendapatkan perlindungan, meningkatkan status sosialnya bahkan meningkatkan kesempatan untuk diadopsi jika induknya mati (Hardy, 1976; Price, 1992). Kemungkinan terjadinya adopsi akan lebih besar jika bayi mendapat perwalian secara eksklusif dari individu tertentu (Nishida, 1983; Gray, 1985). Pada beberapa species telah dilaporkan kasus adopsi oleh betina yang sedang menyusui baik di lapangan maupun di laboratorium.

Bagi para wali, perilaku perwalian merupakan hal yang penting dalam menyediakan latihan bagi perilaku keindukan, khususnya bagi para nulipara yang akan sangat membantu dalam kesusksesan dalam kompetisi maternal (Hardy, 1976; Nicholson, 1987; Bard, 1994). Selain untuk meningkatkan status reproduksinya dalam grup, wali juga akan memperoleh pengalaman yang berguna dalam merawat bayi, hal tersebut merupakan keuntungan primer yang diperoleh oleh wali (Rylands, 1996; Garber, 1997; Tardif, 1997). Lancaster (1972) menyebut perilaku yang ditunjukkan oleh betina muda pada monyet Vervet (Cercopithecus aethiops) terhadap bayi sebagai perilaku “play-mothering”. Selain itu jika betina yang mempunyai ranking yang rendah mengasuh bayi dari betina yang mempunyai ranking yang tinggi maka ia akan memperoleh akses lebih terhadap sumber makanan dan mengurangi tindakan agresif dari anggota grup yang lain terhadapnya (Nishida, 1983; Gray, 1985; Collinge, 1993). Sementara itu, perlindungan yang bersifat non maternal dapat diberikan oleh jantan dewasa atau betina yang tidak menyusui (Hardy, 1976; Hasegawa & Hiraiwa, 1980; Hamilton et al., 1982).

Pada satwa primata, perilaku perwalian lebih banyak ditunjukan oleh betina dibandingkan yang jantan. Kepedulian jantan terhadap bayi biasanya berhubungan dengan monogamy ataupun spesies yang cooperative breeding seperti Owl monke, Titi monkey dan Callitrichid (Wright, 1984; Tardif et al., 1986; Whitten, 1987). Perilaku ini juga ditunjukan pada beberapa species yang poligami seperti baboon, spider monkey, simpanse dan beberapa species dari macaca (Taub, 1984; Whitten, 1987; Fairbanks, 1993; Watt, 1994). Pada satwa primata, perilaku ini paling banyak ditunjukan oleh marmoset dari Amerika Selatan dan tamarin (famili Callitrichidae).

Selain keuntungan, perilaku perwalian juga mempunya kerugian yang dapat terjadi selama kegiatan tersebut berlangsung. Pada saat membawa bayi, wali akan mengeluarkan energi lebih banyak, resiko terhadap predator juga menjadi lebih meningkat karena keterbatasan mobilitasnya serta berkurangnya efisiensi pada saat menjelajah di hutan (Tardif, 1997). Bayi juga tidak selalu diperlakukan dengan baik dan benar oleh walinya, bayi dapat terseret pada saat dibawa, diduduki ataupun jatuh akibat wali yang kurang berpengalaman. Hal-hal tersebut bahkan dapat mengakibatkan kematian bagi bayi.

Pada Macaca yang mempunyai sistem hirarki yang kuat, toleransi maternal atau akses yang diberikan oleh induk terhadap wali mempunyai resiko bahwa induk dapat kehilangan bayinya meskipun Hardy (1976) menyebutkan bahwa penculikan bayi oleh betina laktasi yang mempunyai ranking tinggi dalam kelompok akan merupakan keuntungan bagi induk ataupun bayi yang bersangkutan. Bayi akan mebngalami peningkatan status sosialnya dan induk pun dapat segera bereproduksi lagi.

Sementara itu, walaupun peranan hormone terhadap perilaku perwalian pada primata belum banyak dipelajari, Dixon dan George (1982) menemukan hubungan antara hormon prolaktin dan perilaku perwalian (parental) yang ditunjukan oleh jantan pada common marmoset (Callithrix jaccus). Mota dan Sousa (2000) juga mengemukakan hal yang sama terhadap cotton-top tamarin (Sanguinus Oedipus) dimana kontak yang terjadi antara bayi dan walinya selama perilaku perwalian meningkatkan kadar hormon prolaktin pada induk jantan. Hal tersebut bertentang an dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Scradin dan Anzenberger (2000) pada monyet Goeldi (Callimico goeldi) yang menyatakan bahwa kontak atau komunikasi melalui sentuhan (tactile communication) yang terjadi antara bayi dengan induk jantan atau wali jantan lainnya tidak meningkatkan kadar hormon prolaktin.

Selain jenis kelamin dan spesies, faktor lain yang dapat mempengaruhi perilaku ini adalah komposisi grup dan ekologi. Faktor ekologi meliputi tekanan oleh predator (Caine, 1993) atau keadaan habitat yang tidak mendukung untuk bereproduksi (Rylands, 1996).


Responses

  1. Sylvie…
    gw antony (FKH 33) lo masih inget gw ga???
    gw ga mau ngomentari, tetapi gw cuma mau tau alamat email elo dan no HP lo dong… soalnya gw lose contact dengan angkatan 34 nih…

    Salam
    Motor ijo

  2. salam kenal….
    salam konservasi…
    saya mahasiswa fabio unsoed semester terahir. saya tertarik dengan perilaku pengasuhan bayi pada monyet ekor panjang, klo jadi insyaallah saya akan penelitian tntg pengasuhan oleh induk betina monyet ekor panjang di banyumas. jika berkenan mohon bantuan artikel-artikel dan sejenisnya mengenai perilaku pengasuhan oleh induk betina. minta email dan nomor teleponny sylvie yuliani…
    trims…

  3. salam kenal…sylvie
    n jg aajuvenza….aq bio uin syarif hidayatullah ciputat, tema TA akhir aq jg ttg perilaku pengasuhan M. fascicularis di arboretum Cibubur Bumi perkemahan Jaktim….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: