Posted by: genetika21 | 20 April 2008

Apakah Usia Tua Mempengaruhi Kualitas Sperma??

– Wahono Esthi Prasetyo –

Laboratory of Embriology, Department of Anatomy, Physiology and Pharmacology. Faculty of Veterinary Medicine. Bogor Agricultural University.

Pada kejadian sehari-hari, kita sering mendengar kalo wanita usia lebih dari 30 tahun, semua orang ribut menyarankan untuk cepat menikah, dengan alasan nanti susah punya anak. Kalo laki-laki sampai tua pun tidak masalah. Tapi benarkah demikian?? Benarkan kualitas sperma akan sama ketika masih muda? Apakah usia pada laki-laki tidak mempengaruhi kualitas DNA??

Pada wanita, dia lahir dengan jumlah ovum yang tetap. Dan semenjak dia mendapatkan haids, setiap bulan ovum akan dikorbankan satu persatu. Maka semakin lama bila usia semakin bertambah maka jumlah ovum akan berkurang. Inilah alasan lebih baik menikah muda (relatif juga ya). Pada usia 25-35 tahun adalah usia yang baik untuk hamil. Kalo usia lebih lanjut akan banyak resiko (yang sering dibahas di majalah-majalah wanita).

Seperti yang kita tahu, Spermatozoa diproduksi (Spermatositogenesis) di testis tepatnya didalam tubulus seminiferus, yang dipengaruhi oleh hormone testosterone. Spermatogenesis terdiri dari pembelahan sel secara mitosis termasuk proliferasi dan maintenance dari spermatogonia. Terdapat tiga tipe sel spermatogonia, yaitu : A-spermatogonia, I-spermatogonia (intermediet) dan B-spermatogonia. A-spermatogonia akan mengalami pembelahan secara mitosis menjadi A1 sampai A4. Kemudian A4 dan I spermatogonia akan menjadi B spermatogonia. A spermatogonia menjadi sumber spermatogenesis, sedangkan yang akan membelah secara mitosis menjadi spermatosit primer adalah spermatogonia B. Pada usia lanjut jumlah spermatogonia tipe A akan berkurang yang ini berarti sumber spermatozoa berkurang. Selain itu sel Sertoli yang merupakan sumber nutrisi sperma akan berkurang jumlahnya dan terakumulasi lipid sehingga tidak berfungsi dengan optimal. Sedangkan sel Leydig yang memproduksi hormone testosterone juga berkurang jumlahnya. Selain itu pada usia tua sering terjadi kasus penyakit infeksi urogenital, usia 25 tahun (6.1%) sedangkan usia 40 tahun (13.6%). Kejadian infeksi ini juga menurukan total jumlah sperma. “Sperm slow down with age,” (Andrew Wyrobek, head of the Health Effects Genetics Division at Lawrence Livermore National Laboratory).

Fertility dipengaruhi oleh kualitas sperma bukan kemampuan ejakulasi. Volume semen akan berkurang 20% anatara pria sehat berusia 30 tahun dan 50 tahun. Volume ini akan menurun gradually 0.5% pertahun. Sedangkan motilitas sperma ini akan menurun dengan bertambahnya usia dengan penurunan 0.17%-0.7% pertahun. Perubahan motilitas pada pasien infeksi urogenital :

  • 25 % pada usia 22 tahun
  • 40 % pada usia 30 tahun
  • 60 % pada usia 40 tahun
  • 85 % pada usia 60 tahun

Konsentrasi juga dilaporkan mengalami penurunan dan kelainan morfologi sperm dilaporkan meningkat. Konsentrasi sperma abnormal dilaporkan meningkat dengan seiring bertambahnya usia, 5% pada usia 30 tahun, 10% pada usia 50 tahun dan 35% pada usia 80 tahun. Semen (cairan ejakulat) juga dilaporkan mengalami penurunan konsentrasi fruktosa yang notabene sumber energi bagi sperma. So dengan makin lanjut usia akan mempengaruhi kualitas spermatozoa. Ini dilihat dari kualitas sperma secara mikroskopik. Bagaimana dengan bahan pembawa pesan genetik yang akan diturunkan ke anak kita alias kondisi DNA??

Ada beberapa laporan yang menyebutkan bahwa DNA sperma dari pria usia tua akan mengalami mutasi, misal mutasi pada satu basa (hanya satu) pada 3 genes : RET dan FGFR2 (fibroblast growth factor receptor 2) dan FGFR3 (fibroblast growth factor receptor 3). RET and FGFR2 merupakan gene pada kromosom 10 gene yang bila mengalami mutasi menyebabkan Apert syndrome, yang ditandai dengan abnormalitas dari tulang tengkorak dan wajah, tangan dan kaki. Misal terjadi penutupan tulang tengkorak (craniosynostosis) yang lambat sehingga menyebabkan bentuk kepala yang abnormal. Mutasi pada FGFR3 akan menyebabkan achondroplasia (kelainan tulang punggung). Studi menunjukkan bahwa 2% bayi yang lahir dari ayah dengan usia 45 – 50 tahun akan menyebabkan schizophrenia (mental disorder). Pada usia ayah yang tua juga meningkatkan resiko trysomy 21, yang menyebabkan down syndrome.

Jadi yang belum menikah, cepatlah menikah. Yang sudah menikah cepatlah mempunyai anak jangan ditunda he he. Tapi ini semua hanya prediksi manusia Tuhan jualah yang menentukan Jodoh, Rejeki dan Anak. Sukses semua buat Genetika 21.

Rujukan

Ku¨hnert and Nieschlag. 2004. Reproductive functions of the ageing male. Human Reproduction Update, Vol.10, No.4 pp. 327–339.

Anonimus. 2008. Definition of Fibroblast growth factor receptor 2. http://www.medterms.com/script/main/art.asp?articlekey=6498

Heubeck, E. 2005. Risks associated with men’s biological clocks may be similar to women’s. http://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey

Anonimus. 2008. Sperm quality declines with age: study. http://www.cbc.ca/news/story/2003/02/06/sperm_age030206.html.

Eskenaz et al. 2003. The association of age and semen quality in healthy men

Human Reproduction Vol.18, No.2 pp. 447±454.


Responses

  1. Jeng Esthi lagi getol2nya ngomongin ovum ma sperma ya sekarang? suit suit…
    “ngeles mode on”

  2. Lho ini khan hanya mengungkap fakta he he.

  3. semenjak meried pembicaraan esthi di area antara lutut dan perut terus nih hehehehe. Tp infonya bagus bangget, thanks for the info.

  4. Ya ampun bukan krn menikah dech kayaknya…….
    Itu krn penelitian aku dr S1 sampai skrg berhubungan dengan sperm gitu lho.

    ok dech aku akan ulas sekali lagi pengaruh radiasi Handphone thdp sperm. masih bolehkah? he he

  5. sperma lagi es?wah wah….boleh deh. mungkin cecep yg pernah neliti spermanya sendiri di URR dulu mungkin perlu referensi hehehe

  6. to Andi :

    “Pundak..lutut…perut..lutut…perut..lutut…perut…”

    itu lagu buat temen-teman kita jaman masih latah tea yaaa…. ^_^

  7. To Andi :

    “Pundak-lutut-perut-lutut-perut-lutut-perut…”

    Jadi inget lagu wajib temen-temen pas zaman latah… :p

  8. wah….wah mba esti jadi ingat yang ngak…ngak
    mas andi baru main ditempat sahid sama dengan mas bram gendut
    gabung yooooo……………………

  9. mba may dapat salam dari bram beliau masuk bogor lagi

  10. to mas langgeng :

    Kalo ketemu Bram salamin lagi ya…
    Emangnya Bram tadinya di mana?

  11. wah pak andi mah masih konvesional bangeet….hari gini…sperma gak cuma di area perut dan lutut pak…penelitian terbaru sperma adanya diarea

  12. MULUT……………………………….LUTUT……..he…he….he….bener gak pak andi

  13. Jorrok loe hid hehehe.maklum lah kita ini kan pemula…kl udah pro mungkin bisa sampe muka segala. Fita mesti sering sering kumur berarti hid hehehe
    tombo ngantuk……!!!

  14. Kagem : Mba may
    Mas Bram dari blitar sekarang masuk jabotabek
    Sering nongkrong tempat kang acep ama mas sahid cianjur
    kebetulan saya kemarin mampir tempat sahid sekalian janjian ama mas bram…. Di Cianjur..
    Gimana mba mae…. masih dijauh sana kapan balik

    Kang sahid ama kang cecep sareng mas bram
    makasih yachhh.
    tiga bulan lagi

  15. Walah….halaman terlarang buat yg masih lajang. Tapiiii daripada ketinggalan, boleh dunkz klo ngintip2 whuehehehe…

    Bu esti emg dah berbeda hobby nulis-nya sekarang xixixi…
    Tapi tetep smangat nulis ya bu…for better future, for better sperm (ayo, buat para cowok…perhatikan baik2 tulisan esti)

    (^_____^)v

  16. esthi tlg tulis tntg reproduksi ternak dong t. u. sapi, domba, dan kambing.

    maklum masih sering ngelus-ngelus mereka……


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: