Posted by: genetika21 | 30 March 2008

Masihkah Anda Merokok ?????

– Umi S A Saleh –

Merokok sudah merupakan suatu budaya di sekitar kita, walaupun mungkin banyak yang sudah tahu atau sudah pernah mendengar kalau merokok itu banyak efek negatifnya. Sekedar mengingatkan dibawah ini beberapa fakta mengenai budaya merokok

PERTAMA

Merokok telah membunuh satu di antara 10 orang dewasa diseluruh dunia. Diperkirakan pada tahun 2030, atau bahkan sebelumnya, proporsinya akan menjadi satu di antara enam orang dewasa, atau 10 juta kematian/tahun.

Saat ini sekitar 1.1 miliar orang merokok di seluruh dunia. Pada tahun 2025, jumlah ini diperkirakan akan meningkat menjadi lebih dari 1.6 miliar. Di negara berpendapatan tinggi, kebiasaan merokok pada umumnya menurun selama beberapa dekade terakhir, sebaliknya, di negara berpendapatan rendah dan menengah, konsumsi rokok terus meningkat. Perdagangan rokok yang lebih bebas memberikan kontribusi pada peningkatan konsumsi rokok di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah pada tahun-tahun terakhir ini.

KEDUA

Rokok terdiri dari banyak bahan-bahan yang berbahaya bagi kesehatan, beberapa diantaranya yang paling berbahaya adalah nikotin, karbon monoksida (CO) dan tar. Nikotin adalah alkaloid beracun yang hanya ditemukan di alam pada tembakau, merupakan stimulator kuat bagi otak dan sistem saraf pusat, namun mempunyai efek depresi dan adiktif. Sifat ketagihan nikotin dikaitkan dengan kemampuannya untuk merangsang pelepasan dopamine, suatu zat kimia di dalam otak yang dihubungkan dengan perasaan kenikmatan/ketagihan. Nikotin cepat diserap oleh tubuh, dan memberikan reaksi pada otak dalam 10-19 detik setelah terjadinya penghisapan dan juga menyebabkan meningkatnya tekanan darah dan denyut jantung.

Sekitar 4% dari asap rokok untuk setiap batang rokok terdiri dari Karbon Monoksida (CO). Karbon Monoksida ini mempunyai daya ikat yang kuat terhadap sel darah merah dibandingkan oksigen sehingga ia dapat menggantikan kedudukan oksigen dalam sel darah merah, dan membentuk carboxyhemoglobin (CoHb) akibatnya tubuh akan kekurangan oksigen. Rata-rata perokok mempunyai 2,5%-13,5% lebih banyak CoHb di dalam darah bila dibandingkan dengan orang yang tidak merokok. Karbon monoksida juga meningkatkan penyimpanan kolesterol di pembuluh darah arteri, mengganggu penglihatan serta mengurangi konsentrasi serta kepekaan terhadap suara. Tar merupakan partikel padat yang dikeluarkan pada saat tembakau dibakar dan terdiri dari 4000 zat kimia yang sebagaian besar bersifat racun dan karsinogenik.

KETIGA

Sampai saat ini dampak kematian dan kecacatan akibat merokok belum banyak disadari. Hal ini terjadi karena penyakit yang disebabkan karena merokok membutuhkan jangka waktu puluhan tahun untuk berkembang. Bahkan ketika merokok menjadi suatu kebiasaan yang lumrah di suatu masyarakat, dampak negatifnya terhadap kesehatan mungkin masih belum kelihatan. Sebagai contoh di Amerika Serikat meskipun pertumbuhan pesat pada konsumsi rokok terjadi dimulai sekitar tahun 1915, namun angka prevalensi penyakit kanker paru-paru baru mulai menunjukkan peningkatan yang tajam sekitar tahun 1945.

Dampak rokok yang merusak kesehatan pertama kali diketahui pada tahun 1950-an. Saat ini, lebih dari 70.000 artikel ilmiah telah menunjukkan hubungan antara merokok dan terjadinya kanker pada mulut, oesophagus, paru, pankreas, kandung kemih, penyakit jantung koroner, aneurisma aorta, penyakit pembuluh darah perifer, arteriosklerosis, gangguan pembuluh darah otak, bronkhitis kronik, emfisema, tuberkulosis paru, asma, radang paru, dan penyakit saluran pernapasan lainnya.

Merokok dapat menyebabkan perubahan struktur dan fungsi saluran napas dan jaringan paru. Pada saluran napas besar, terjadi hipertrofi sel mukosa dan hiperplasia kelenjar mukus. Pada saluran napas kecil, terjadi radang ringan hingga penyempitan akibat bertambahnya sel dan penumpukan lendir sedangkan pada jaringan paru, terjadi peningkatan jumlah sel radang dan kerusakan alveoli.

Di negara berpendapatan tinggi, studi prospektif jangka panjang seperti studi Second Cancer Prevention yang dilakukan oleh Masyarakat Peduli Kanker Amerika (Cancer Society) menyatakan bahwa perokok menghadapi 20 kali lebih besar kemungkinan mati akibat kanker paru-paru pada umur setengah baya dibandingkan mereka yang bukan perokok, dan tiga kali lebih besar kemungkinan mati pada umur tersebut karena penyakit pembuluh darah, termasuk serangan jantung, stroke, dan penyakit urat nadi dan pembuluh darah lainnya.

Risiko terkena kanker paru-paru pada seorang perokok lebih banyak disebabkan oleh lamanya menjadi perokok daripada banyaknya batang rokok yang dikonsumsi setiap hari, jadi mereka yang memulai merokok pada umur belasan tahun dan terus melakukannya akan menghadapi risiko paling besar terkena penyakit kanker paru-paru. Hal ini diduga karena merokok pada usia dini memicu perubahan pada sel paru, terutama selama periode kritis perkembangan paru. Risiko ini terutama pada wanita karena pertumbuhan paru maksimum lebih awal dibandingkan laki laki (usia 18 tahun pada wanita dan 24 tahun pada laki-laki).

KEEMPAT

Ada dua macam asap rokok yang mengganggu kesehatan yaitu asap utama (mainstream) adalah asap yang dihisap oleh si perokok dan asap sampingan (sidestream) adalah asap yang merupakan pembakaran dari ujung rokok, kemudian menyebar ke udara. Asap sampingan memiliki konsentrasi yang lebih tinggi, karena tidak melalui proses penyaringan yang cukup. Dengan demikian penghisap asap sampingan memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita gangguan kesehatan akibat rokok. Orang-orang yang tidak merokok, namun menjadi korban perokok karena turut menghisap asap sampingan inilah yang disebut perokok pasif. Efek asap rokok pada para perokok pasif ternyata sangat besar. Para perokok pasif mengalami resiko 14 kali menderita kanker paru-paru, mulut, dan tenggorokan , 4 kali menderita kanker esophagus , 2 kali menderita kanker kandung kemih dan 2 kali serangan jantung bila dibandingkan dengan para perokok aktif.

Lebih dari separuh (57%) rumah tangga Indonesia memiliki sedikitnya satu orang perokok dimana hampir semuanya (91,8%) merokok di dalam rumah. Wanita bukan perokok yang menikah dengan perokok mempunyai resiko terkena kanker paru sebanyak 25-35% dan juga resiko terkena penyakit jantung. Ibu hamil yang merokok selama kehamilannya atau ibu yang terpapar asap rokok lingkungan di rumah dihubungkan dengan proses kelahiran yang berakibat negatif, termasuk diantaranya bayi dengan berat lahir rendah (BBLR), bayi lahir mati dan lahir cacat. Lebih dari 43 juta anak Indonesia hidup bersama perokok dan terpapar pada asap tembakau di lingkungan. Global Youth Tobacco Survey yang dilakukan pada murid sekolah usia 13-15 tahun di Jakarta melaporkan bahwa 83,5% anak terpapar pada asap rokok lingkungan di tempat-tempat umum. Anak yang terpapar pada asap rokok secara pasif akan mengalami perkembangan paru-paru yang kurang baik dan peningkatan angka kejadian bronchitis, pnemonia dan penyakit telinga. Gangguan kesehatan pada usia dini akan memberikan kontribusi terhadap kondisi kesehatan yang buruk pada masa dewasa.

Diketahui juga sekitar 150.000-300.000 kasus infeksi saluran napas bawah pada anak yang berusia dibawah 18 bulan dikaitkan dengan ETS (Enviromental Tobacco Smoke). Data ini menunjukkan hubungan berlanjutnya infeksi saluran napas bawah dengan ETS hingga usia 2 tahun. Bayi dengan ibu perokok mengalami dua kali risiko kematian akibat Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) dan risiko berkembangnya asma dan batuk meningkat hingga 60%.

PENUTUP

Melihat dari fakta-fakta diatas mungkin ada baiknya temen-temen yang masih merokok mulai sedikit demi sedikit mengurangi kebiasaan tersebut, yah walau mungkin yang merokok tidak terlalu perduli pada akibatnya untuk dirinya sendiri tapi barangkali ada kesadaran untuk mengurangi bahaya asap rokok pada orang-orang disekeliling kita terutama untuk menjaga kesehatan orang-orang yang kita sayangi disekeliling kita .

BAHAN BACAAN

*Barraclough, S. 1999. Women and Tobacco in Indonesia. Tobacco Control .8: 327-332

*Jha, P., Frank J.C., Mauren L.,William J. 2000. Meredam Wabah (Pemerintah dan Aspek Ekonomi Pengawasan terhadap Tembakau). Bank Dunia, Washington DC.

*Ridwan. 2006. Analisis Risiko Asap Rokok dan Variasi Gen Cyp2a6 terhadap Berat Plasenta dan Dampaknya pada Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah. Disertasi. Program Pasca Sarjana Universitas Hasanudin, Makasar.

*Syahdrajat, T. 2007. Merokok dan Masalahnya. Dexa Media. 20(4): 184-187

*World Health Organization.1999.International Consultation on Environmental Tobacco Smoke and Child Health. http: // www .who. int/tobacco /health impact /youth/ets/en/


Responses

  1. Waduh, Bu Umi, kalo ini saya No Commentlah…Cause I am the one with cigarette in my pocket now….

  2. thanks info dan tulisannya mie, tp ada juga yang berpendapat seperti ini mie, bener gak nih :

    Dari 10.000 orang meninggal 3000 orang meninggal karena merokok. jadi 7000 orang meninggal karena tidak merokok. jadi peluang orang meninggal karena tidak merokok lebih besar dari pada yang merokok. jadi beberapa orang memutuskan untuk tetap merokok. hehehe

  3. eaalaah…ndi…7000 org nya SEHAT (meureun… )

  4. hehehe, dan kalo dibandingin :

    = meninggal merokok : meninggal tidak merokok
    =3000 : 7000

    coba tuh, menurut statistik kan yang meninggal tidak merokok lebih besar peluangnya lid….hehehe. mohon bantuan dari yang lain, soalnya waktu pelajaran statistik (Pak Ipin) andi malah sering lempar lemparan kertas ama nurfirman, atau ngisi lembar “comment on cecep – back to komti” hehehe

  5. hummm…uhm…. i’m the one with the cigarette in my bag juga Nang… mingkem deh aye kali ini….

  6. Itu ndi, 7000 tuh meninggal karena ketabrak truk, becak, bissepeda, motor, mobil, kurnas (kurap ganas), panas (panu ganas), binas (bisul ganas), jernas (jerawat ganas) etc…

  7. dibaca lagi kok kagak nyambung komen gue sebelumnya….

    ini aja, ada slogan di sini buat para smoker :

    “QUITING IS HARD. NOT QUITTING IS HARDER.”

  8. “7000 meninggal karena ketabrak truk, becak, bissepeda, motor, mobil, kurnas (kurap ganas), panas (panu ganas), binas (bisul ganas), jernas (jerawat ganas) etc…” sambil merokok…

    Salam kenal!

  9. Salam kenal juga
    kenalin dong…

    Mba Umi saya setuju ama Mba Umi
    tapi mba Umi setuju yg tidak atau yg merokok
    Saya sih mulai merokok tahun 2001
    tapi alasannya ngak enak dgn teman ngobrol
    jadi perasaan yg dikedepankan bukan kenikmatan…
    sampai sekarang untuk membedakan
    rokok enak atau tdk belum bisa tapi tuk membedakan
    yg lain lancar…..
    Mba Umi ayak ayak wae …bagus sekali tapi kasihan mas anang
    merasa diprotes..

  10. That’s OK for me Mas LP, mengingatkan sesuatu hal yang baik itu Ibadah…..Betul ngga Ustadz Gunjal?Da’i Tjetjep?

  11. Salam kenal dari dr. tantur…
    Trims sudah mensitasi artikel…
    Tapi bagimana Mba Umi, bagi banyak perokok, menghentikan kebiasaan merokok bukan sebuah pilihan mengingat tingginya adiksi nikotin?

  12. Sekedar sharing…….

    Kalo menurut saya untuk menghentikan kebiasaan merokok itu sangat tergantung sekali dari NIAT yang bersangkutan.
    Setinggi apapun efek adiksi nikotin dan pengaruh dari lingkungan, kalo individu tersebut punya NIAT yang kuat untuk berhenti merokok, pasti akan berhasil.
    Jadi yang disalahkan jangan tingginya efek adiksi dari nikotin itu …….🙂

  13. Untuk temen2 yg memang sulit berhenti merokok…, tentunya semua tetep sayang sama anak kan?

    Ini saya kutip artikel bagus. Just open up your heart..

    Jangan merokok di sekitar anak Anda karena hal itu merusak kesehatan mereka. Ini adalah pesan yang terus didengungkan media sejak Dr Steve Ryan, direktr medis UK’s Royal Liverpool Alder Hey Hospital for Children mengatakan bahwa satu dari tiga anak-anak yang ditangani di rumah sakit akibat masalah pernapasan seperti infeksi dada dan asma menjadi sakit karena orang tua mereka merokok di sekitarnya.

    Para peneliti di John Hopkins Bloomberg School of Public Health, Amerika, melakukan studi di 31 negara dan menamukan bahwa 82% orang tua yang merokok mengatakan bahwa mereka melakukannya di depan anak-anak mereka, dan para orang tua di seluruh dunia mengabaikan risiko paparan asap rokok terhadap anak-anaknya.

    Studi lain terhadap 150 bayi oleh Profesor Stephen S. Hecth dari Wallin Chair of Cancer Prevention di The Cancer Center University of Minnesota, menemukan bahwa setengah bayi yang orang tua-nya merokok memiliki bahan kimia penyebab kanker di dalam air kendingnya. Hecth mengatakan agar para orang tua jangan merokok di sekitar anak-anak.

    Itu aja.
    Sayang anak…sayang anak…!

  14. “clingak clinguk”

    hayo hayoo….sapa sini yang mo diaku anak en disayang-sayang???

  15. well, intinya kembali kepada diri sendiri, jadi ya seperti vivi bilang klo niatnya bisa pasti bisa and seperti halid bilang, sayang anak….! ditambah juga sayang istri, sayang adik, sayang kakak…….(sayang semuanya deh………)

  16. permisi-permisi…

    maap buat semua yang ada disini. Sebenarnya aq ga pantes banget ikutan nimbrung di Genetika21’s Weblog. Aq delito manurung dari lubukpakam. Mo nanya sapa aja yang suka online di sini tentang kabar temanku, Umi Siti Aisyah. Kami dulu pernah satu sma di lubukpakam. Kalo ada yang tau, aq minta tolong buat menghubungi saya di 08122525743 atau 08883934799.

    Btw, tentang merokok… aq sendiri perokok, mulai tahun 2003 dan menyadari sepenuhnya efek merusak pada kesehatan tubuh. Sudah mencoba berhenti beberapa kali namun ga bisa tuh. Diantaranya, ngeganti rokok dengan permen. Tapi karna ga bisa, mw bilang apalagi🙂 Terus pernah kubaca di kompas kalo merokok tidak akan menjadi masalah pada yang komsumsi bila diimbangi dengan berolahraga secara teratur didukung suplemen tubuh yang cukup. Ternyata sampai sekarang stamina ku untuk beraktifitas bisa dibilang melebihi stamina orang normal- “enerjik” bangat di atas rata2.. So, kupikir merokok ya ga apalah…

    salam…
    -deL-

  17. Sori-sori, hampir lupa.

    Makasih bangat buat semua….

  18. Bagi kebanyakan rakyat bawah, merokok jd hiburan plg murah. klo dihitung2 pengeluaran u merokok lebih besar dr pengeluaran u kebutuhan pokok.. jadilah ada anak yg malnutrisi….
    pandangan bagi banyak perokok adlh perokok aktif tdk lbh brbahaya dibanding perokok pasif..jdlah perokok ttp banyk..
    blm lg dari segi cukai, rokok bgt besar…demikian halnya dg penyerapan tenaga kerja…
    jd, pemerintah, masyarakat kedokteran, masyarakat kesehatan atau masyarakat pada umumnya msti bkerjasama u mengatasi mslh ini…
    khusus bagi tenaga kesehatan, pada para pasien hendaknya dberikan nasihat ttg efek2 dr merokok….

  19. absen aja

  20. Tengkiu buat Genetika21’s Weblog udah sangat membantu untuk menemukan sahabat lama kami si umi anak yang hilang.

    Akhir kata, berhentilah merokok sebelum rokok yang memberhentikan mu

    he..he..

  21. setuju….
    hidup untuk yang tidak merokok….
    nikmati hidup dengan nikmat yang laen aja deh…
    tingkatkan niat untuk stop merokok..
    hehe..
    salut ma yang berhasil…

  22. Kali ini saya ingin berbagi pengalaman…
    Saya seorang perokok berat, tetapi saya menghargai orang-orang yang bukan perokok, untuk itu saya punya prinsip yang mungkin bisa diterapkan oleh perokok yang lain :
    1. Sepakat dengan pendapat Ibu Halid, saya belum pernah merokok dekat dengan anak dan istri saya. Badan kita boleh rusak karena rokok tapi usahakan jangan merusak tubuh keluarga kita sendiri. (Egois dikitlah…)
    2. Jangan merokok didepan atau disekitar orang-orang yang tidak berkenan atau tidak menghendaki adanya asap rokok.
    3. Merokoklah ditempat atau lokasi yang memungkinkan asap rokok untuk segera “kabur” dan menyatu dengan udara luar.
    4. Janganlah merokok dalam angkot, bis atau yang sejenisnya, karena kasihan dengan orang yang ada dalam angkot itu…
    5. Lihatlah sekitar anda sebelum anda merokok!!

    Berhenti merokok sulit, mengurangi merokok?Masih Mungkin!Kalo tak bisa mengurangi merokok…Ya udah ngga papa….Dah tahu akibatnya ini…Betul Mba Umi…..???

    Hidup Rokok!!!

  23. semua orang pada akhirnya akan mati juga, baik yang merokok maupun yang tidak merokok. Gak ada jaminan kalo anda gak bakal hidup lebih lama dari orang yang merokok.
    Gimana misalnya kalo anda jalan dan tiba-tiba ketiban kapas dan mati? Atau keseruduk sapi mati?
    Jadi intinya saya akan tetap merokok🙂

  24. Yaaaaa…ngomong soal rokok emg susah. Disatu sisi, rokok tuh pny andil besar sbg pendapatan negara, trus juga sebagai objek yang gak bisa ditinggalkan oleh bnyk kaum pria ‘n bahkan kaum wanita. Tapiiii tentunya harus saling menghargai dunkz…lihat sekitar kita lah klo mo mrokok. Ada tempat-tempat dimana temen2 bisa bebas mrokok and ada juga yg sebaliknya. Tapi plissss bgt, utk tidak mrokok bilamana ada bayi or anak kecil di dkt anda. Buanglah sejenak egoisme anda….

    Stuju ma Anang dgn prinsip2nya! And mungkin temen2 perokok lainnya bisa mencontoh Bapak yang satu ini.
    Thanks juga buat Umi yg dah ngingetin mli tulisannya ini.

    Everybody has their own reason for doin’ something. But don’t ruined up the future of our innocents.

    Cheers..

  25. Uliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiil!

  26. sebenarnya yang ngerokok itu membantu negara dalam meningkatkan pendapatan pajaknya loh…

    trus kalo ga ada rokok mana ada liga djarum, trus bola volly yang didukung ama yang ijo-ijo itu loh..

    belum lg beasiswa sampurna yang ada di iklan..

    event-event musik sekarang kebanyakan rokok sponsornya…

    saran gw ngerokok sih boleh aja, tp ingat matinya lebih menderita dibanding yang ga merokok dan jangan ngerokok di depan anak kecil or wanita deh, gw dah beranak n istri jd bisa ngerasain gmana btnye ngeliat orang ngerokok didepan mreka..

  27. iseng ah ngitung…kepancing nech…
    anggap jumlah penduduk indonesia 250jt
    anggap perokok 25% aja total 62.5jt
    anggap rata2 per orang merokok habis 4 batang per hari
    total 250jt batang
    anggap harga perbatang rokok rp 750, total 187,5 milyard
    per hari……
    total per tahun 68,4375 trilyun
    dibakar ga ada manfaat pertahun ma orang indonesia???
    nach….berapa coba pajak yg disetorkan dan beasiswa atau apapun yg dikeluarkan pihak produsen rokok…
    ada yg mau ngitungin???
    dijamin pasti cuma sberapa persennya….
    nach…coba kalo digunakan dana tersebut untuk hal hal yg lebih manfaat????
    dan yg menyedihkan lagi?menurut bacaan yg pernah gw baca…hampir 80% perokok berasal dr kalangan manengah kebawah….
    lebih baik tidak makan daripada tidak merokok….gileee bener…..

  28. Gile bener ngitungnya…kang ceuceup…
    tapi kalo urang boleh ngikut komentar, setiap rokok yang dibakar tidak habis jadi abu aja kok…dari tiap batang disusun oleh tembakau dan cengkeh hasil panen petani Indonesia, pada saat dijual pun ada tataniaga yang ngatur pajak tembakau dan cengkeh, belum lagi kertas yang digunakan untuk total (misal menurut itungan kang Ceuceup) 250 juta batang, berasal dari industri yang menghidupi banyak orang..mata rantai rokok sangat panjang sama seperti peternakan, menghidupi jutaan orang dan…
    jadi bolehlah para perokok disebut Pahlawan Cukai Indonesia…hehe ngalahin julukan TKI…Gileee bener…

  29. wah saya juga ga komentar banyak bu…Saya seorang peroko berat…

  30. Orang melakukan hal-hal yang negatif bisa karena belum tahu atau faham hal tersebut negatif akibatnya baik bagi diri sendiri atau lingkungan…..

    TAPI……..

    Kalo sudah tahu dan masih melakukan hal yang negatif tersebut………………..

    ??????????????????????

  31. Q tu gi iseng2 cari bahan makalah tentang bahaya merokok,setelah buka Genetika21’s Weblog ternyata respon banyak yang kontra jg ychhh…pdhl kn dh jelas merokok tu banyak sisi negatifnya.he..he..(peace)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: