Posted by: genetika21 | 26 February 2008

Dokter Hewan profesi yang masih menjadi klilip di negeri ini

Langgeng p Anggito Bumi –

Nyawa silih berganti untuk menghadap sang gusti, tiap hari tiada henti kita mendengar dan membaca dari media massa kematian rakyat Indonesia yang disebabkan oleh flu burung ( Avian Influenza ). Kematian seorang pria warga Simpang Garoga kecamatan Duri kabupaten Bengkalis Riau berinisial MN ( 31 ) yang meninggal pada tanggal 3 November 2007 menambah panjang daftar kasus flu burung pada manusia. Ditambah lagi GR ( L, 30 ) warga Jl. Iman Bonjol Kp. Bansing Kota Tangerang yang berdasarkan pemeriksaan Real Time Polimerase Chain Reaction ( RT-PCR ) laboratorium Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, 22 Januari 2008 lalu dinyatakan positif terinfeksi virus H5N1 ( Poultry Indonesia, Pebruari 2008 ). Dengan demikian jumlah kasus positif flu burung di Indonesia mencapai 120 orang, 97 diantaranya meninggal dunia. Angka kematian atau Case Fatality Rate ( CFR ) mencapai 80,8 %. Diawali dengan meninggalnya Iwan Siswara pada manusia dan wabah yang merebak dipulau Jawa pada bulan Agustus 2003 dan baru ditetapkan oleh pemerintah pada tanggal 24 Januari 2004 pada unggas. Dari kasus diatas flu burung ditetapkan penyakit yang menular dari hewan kemanusia ( Zoonosis ).


Kerugian dari wabah flu burung ini sudah tak terhitung jumlahnya, rasa mencekam disetiap orang selalu menghantui disetiap daerah. Dengan adanya kasus yang luar biasa dan bersifat zoonosis berarti melibatkan dua profesi yang sangat kompeten keberadaannya yaitu IDI ( Ikatan Dokter Indonesia ) dan PDHI ( Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia ) kalau kita lihat Ikatan Dokter Indonesia dinegara kita tidak ada kendala yang berarti dari tingkat atas sampai PUSKESMAS ditingkat bawah yang berada diseluruh penjuru negeri sebagai ujung tombak terakhir mampu mengatasi segala problem kesehatan yang ada dimasyarakat kita walaupun tidak seratus persen sempurna. Beda jauh dengan profesi dokter hewan yang tidak mempunyai komando medis veteriner yang jelas dari atas sampai kebawah , baik itu mengenai pencegahan maupun pengobatan sekalipun. Dari 474 pos kesehatan hewan yang ada diIndonesia belum tentu ada dokter hewan yang siap 24 jam, kadang kala pos kesehatan hewan tidak dipegang oleh dokter hewan yang punya wewenang medis penuh, malah ada sebagian dipegang yang tidak mempunyai latar belakang medis sama sekali. Gambaran ironis medis veteriner dinegeri yang gemah ripah loh jinawi kerto tentrem karto raharjo ini.

Profesi dokter hewan belum diakui sepenuhnya dinegeri ini selaku profesi yang mengembang penuh tanggung jawab didalam kesehatan veteriner, bagaimana mau tuntas masalah flu burung. Sampai-sampai Deputi Kelembagaan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Ismandi Ananda menyatakan pembentukan Direktorat Jenderal Veteriner di Departemen Pertanian hanya akan membebani anggaran Negara. Ismandi menanggapi desakan Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan Indonesia ( IMAKAHI ) agar Direktorat Jenderal Veteriner segera dibentuk di Departemen Pertanian ( Infovet, November 2007 ).

Seharusnya nyawa manusia adalah satu-satunya yang harus diutamakan dari pada pertimbangan anggaran yang kesedot melebihi 30 % . Dengan kasus flu burung yang telah merenggut jiwa 97 orang dan angka kematian mencapai 80,8 % masih terpikirkan anggaran yang terkuras, apa harus satu juta rakyat Indonesia yang meninggal dulu baru ada pengesahan. Kenyataan yang ada sekarang sudut pandang seseorang sangat dipengaruhi oleh latar belakang keilmuan dan kepentingan. Apa jadinya negeri ini kalau masalah kesehatan hewan dipegang yang tidak mempunyai otoritas veteriner ( kesehatan hewan ) penuh sesuai profesinya, ibarat gelas yang dipakai tidak dipakai sesuai fungsinya rusaklah semuanya.

Melihat jauh kebelakang sejarah bangsa ini sebetulnya keberadaan dokter hewan sangatlah dihargai keberadaannya menurut Stbl. 1923 no. 289 pasal 3-18 tugas mencegah penyakit hewan menular dari luar negeri dan menjaga pemindahan penyakit – penyakit demikian di wilayah Republik Indonesia ( waktu itu dibawah kolonial Belanda ) dibebankan kepada Polisi Kehewanan / Dokter Hewan kata kunci dari Stbl. 1923 no. 289 ini adalah dokter hewan selaku tim ahli medis hewan dan kepala pemerintahan baik Gubernur ataupun Bupati yang memegang kekuasaan wilayah waktu itu. Pada waktu itu dengan status profesi dan sumpahnya selaku dokter hewan harus bisa menyatakan baik buruknya prognosa suatu keadaan penyakit dan kepala pemerintahan selaku pemegang kendali kekuasaan pemerintahan yang wajib menyampaikan kepada masyarakat dan pemerintah tetangga tentang kondisi penyebaran penyakit yang ada didaerah tersebut. Sekarang untuk menyatakan dan mengambil langkah tindakan didalam penanganan flu burung saja susahnya seperti bahaya yang diakibatkan saja. Takut dipecat dan takut dimutasikan saja. Kenyataan data yang ada masih di KKN kan. Gambaran suram birokrat sekarang ini.

Tumpang tindih antara lembaga pemerintah yang terkait seharusnya tidak terjadi , dan serahkan sepenuhnya masalah kesehatan hewan ( medis veteriner ) kepada dokter hewan. Letakkan sesuai tugas dan kapasitasnya masing-masing selaku alat Negara yang dapat mengayomi kesejahteraan seluruh rakyat Republik Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Palembang, 25 Pebruari 2008

Langgeng p Anggito Bumi

Pimpinan Wil. Bulan Sabit Merah DPW PBB SUMSEL

Anggota PDHI Cab. SUMSEL


Responses

  1. bagus mas, tapi klilip itu opo ya?hehe. maap bahasa Indonesiaku cuma dapet C waktu kuliah dulu….

  2. iya..aku jg bingung tu mas…klilip tu apa ya???
    tapi yg lebih mnyedihkan itu mslh terbaru ttg temuan enterobacter sakazakii di susu formula n bubur bayi…
    MENKES enteng bgt mnuduh para senior kita didomplengin pihak k3…plis deh….
    kepala BPOM aja ngedukung hasil itu…
    trus ternyata ada pernyataan dari pihak swasta sbg salah satu produsen produk itu yg mnyatakn bahwa bakteri itu emang ada, bahkan ga mungkin tidak ada (0) dalam produk susu formula, jadi cuma bisa diminimalisisr…
    jadi…bagaimana pendapat para sjawat???……….

  3. Translate please..’Klilip’ = …..?

  4. Gimana kalo nanti bikin 2 MENKES, 1 dari dokter manusia, 1 dari dokter hewan…jadinya ilmunya lengkap!

  5. kalo gak salah mengartikan….
    ‘klilip’ itu semacam sesuatu yg sangat kecil (kayak debu, kotoran, dll) yg biasanya ngganjel di mata.
    biasanya kalo kita kena angin di mata, trus ada yg masuk ke mata, gak keliatan tapi bikin perih… (itu istilahnya klilipan)

    bukan begitu mas langgeng?

    sori kalo salah mengartikan…:-)

  6. Baru search di google…”klilip (baca: gangguan)”…

  7. Ooo..klilip versinya Vivi kali yang bener, nyambung kalo digabung ma judulnya mas Langgeng..

  8. pa langgeng…
    sepertinya ada kesalahan dalam menjelaskan dan mengamalkan undang-undang tersebut dech…
    memang betul dalam hal pengurusan penyakit hewan, harusnya dokter hewanyang menrusnya….tetapi apabila sudah berubah menjadi penyakit manusia maka tanggung jawab berubah ke dokter manusia….
    secara yuridis, penangan AI di Indonesia sudah betu…
    dokter hewan dibatasi seputar pada AI di hewan saja dan sedangkan dokter manusia mengurus kasus AI di manusia cuma sedikit turut campur di kasus pada hewan
    yang jadi masalah adalah….kita harus membuktikan apa benar AI di indonesia itu benar2 sudah bisa menyrang manusia?…..secara logika dan teori pun masih sulit diterima…
    dokter hewan dikita bukan kelilipan….justru matanya mendelik tajam..kenapa?….karena duit untuk kasus AI itu ratusan miliar…. mereka melihat ada kesempatan duit non budgeter yang harus segera dibumi hanguskan…bukan kasus AI-nya….sedih sech sebenarnya..
    tapi realistis juga sech…kehidupan semakin mahal dan pendapatan kecil….wajar lah kalo para dokter hewan kita melacurkan profesinya demi duit yang sebenarnya nilainya jauh lebih kecil dibanding yang dimakan menkes dan kawan-kawannya……
    sekarang pertanyaan saya…apa mas langgeng begitu saja percaya dengan kasus AI pada manus?
    coba dech buka lagi teori tentang AI pada hewan maupun pada manusia,bagaimana penularannya,bgm sistemnya n yang paling penting bgm bisa orang yang kena dan positif kena AI bukan di daerah endemis AI….sedangkan ditempat endemis seperti di tempat gw tapi kok ga ada kasus AI pada manusia?….pengen tau kenapa?
    karena kami dokter hewan setempat dan peternak serta pemerintah setempat kompak untuk menolak.
    kami bisa buktikan bisa…kenapa yang lain tidak bisa?
    trims

  9. hebat nih cecep ngomongnya secara yuridis terus. secara teori memang manusia bisa terinfeksi, meskipun reseptornya beda sama unggas. tp banyak pertanyaan yang blm terjawab, misalnya seperti pertanyaan cecep td kenapa di daerah endemis gak ada kasus manusia, gimana nularnya, kenapa org yg sering kontak dengan unggas kok aman aman aja dll. mungkin juga sudah ada jawabannya tp blm di publikasikan.

  10. saya setuju pa andi, tp AI yang berkembang diindonesia masih sulit diterima dan harus dikaji lebih jauh lagi secara teori…..
    jawabanmu itu…betul2 jawaban seorang birokrat…
    kalo memang teori penyebaran pada manusianya sudah ada…kenapa tidak sesegera mungkin dipublikasikan?
    jangan gila donk….

    woiii……Slow dulu situ…

  11. Bukannya birokrat sekali pak Cecep…kami hanya ingin menekankan bahwa mungkin yang disampaikan oleh pak Cecep itu benar, tp mungkin dr kalangan kesehatan manusia juga punya dasar. Memang transparansi ttg bagaimana tertularnya manusia masih kurang. Informasi tertularnya manusia hanya berhenti sampai ‘diduga tertular dari unggas atau lingkungan’ meskipun ada yg dengan analisa risiko secara kasar sangat rendah kemungkinan tertularnya.

    Mungkin ada temen2 yg punya info bagaimana kasus ini pada manusia secara teori?

  12. Yth kolega semua
    seprofesi sepenangguan dimanapun berada
    Saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas tanggapan tulisan ssa
    dari saya. Dari kata klilip merupakan kata kiasan yang sifatnya sindiran kata-kat
    ata yang halus untuk mengungkapan permasalahan yang besar. Dari sudut baha
    sa kata klilip sendiri berasal dari bahasa jawa dan artinya sama dengan apa yg
    dikatakan oleh mba vivin arin prabandari (terima kasih mba).
    Yang paling penting pokok pikiran dari tulisan saya
    1. Membentuk opini begitu pentingnya pembentukan badan otoritas veteriner
    atau dirjen veteriner minimal ada eselon 2 dijajaran veteriner jadi didalam
    pengambilan keputusan dan kebijakan yang bisa ditanggung jawabkan sesuai
    sumpah profesi. Jadi diharapkan kasus pelecehan dokter hewan oleh menteri
    kesehatan tidak akan terjadi, kita punya harga diri dan nilai tawar. Sepert apa
    yang telah diperjuangkan oleh PB PDHI drh. Wiwik Bagya dan IMAKAHI anan
    da Berry Prima untuk pembentukan badan otoritas veteriner ini.
    2. Kasus susu kemarin merupakan bagian terkecil dari permasalahan keberadaan
    dokter hewan belum punya wewenang penuh dinegeri ini. Sampai-sampai
    Beliau Dr. I. Wayan Wibawan wawancara dgn radio sonora ” bahwa menyiapkan
    kan bahan makan asal hewan dari farm/kandang sampai meja makan itu tangg
    ung jawab dokter hewan” bilangi sama bu menteri keskes suruh terimakasih
    sama pak wayan dan kolega dokter hewan jangan hanya emosi aja. Seorang me
    enteri kok ngomongnya seperti itu. ngak pantes.

    hormat saya

  13. mohon maaf tulisan dan kata2 agak belet tadi nulisan ditempat yg tidak biasanya. bagi rekan2 yg butuh hp kang jajang barusan kontak sy sdh 5 th lebih ngak kontak hp.085221225265

  14. mas langgeng…
    waduh aku ktiduran, jadi ga sempet nonton acaranya…
    malem bgt ya acaranya…
    yang di radio sonora juga aku klupaan euy…
    sayang ya..
    wih…brani banget ya…pak wayan…tapi semoga bliau ga trus mnrus terpancing emosinya…agar stiap pembelaanya atas nama drh dapat tetap logis dan bersifat simpatik…

    saya rasa smua mata drh mlotot…kuping berdiri…tekanan darah bahkan bisa naik ke titik tertinggi…
    yang pada akhirnya mngeluarkan berbagai komentar setelah mendengar komentar Yth. Ibu MENKES…
    (jangan ditanya variasi komentar2nya…he3)

    tetapi saya mrasa ada hikmah dr smua ini…
    mndadak para drh bangkit harga dirinya…
    mulai dr para yth. petinggi2 veteriner…
    para praktisi drh di berbagai bidang…
    bahkan…
    yg tadinya malu malu kucing mengaku drh….
    mrasa kcebur masuk FKH IPB…
    atau bahkan mrasa “sial” menjadi drh…
    menyuarakan ketidaksetujuannya…
    tersinggung…

    teman…
    selama qta menjadi mahasiswa/i FKH IPB slama kurang lebih 6 tahun…dan setelah menjadi drh, yg disumpah secara masal…
    pernahkah melihat para drh menjadi satu dalam satu hal…
    terlepas dari alumni IPB, UGM, UNAIR, UNSYAH atau UNUD…
    terlepas dari institusi atau kantor manapun dia bekerja…
    pernahkah???
    bahkan disaat menangani flu burung atau avian influenza, yg sbenarnya mengangkat pamor drh…hingga pada mabuk kepayang sehingga setiap org mrasa benar dan enggan mendengarkan yang lainnya……
    slalu sulit mencari titik temu…dan tidak pernah berhenti saling menyalahkan…
    bukankan smua itu mlelahkan….
    knapa kita tidak berfikir dan bertindak….
    apa yg dapat qta fikirkan dan lakukan agar dapat menjadi solusi…
    sekecil apapun…
    tidak dengan menambah masalah…perdebatan tanpa akhir…
    tanpa solusi…

    jadi…
    di moment dimana qta punya satu suara tentang satu hal…
    yaitu….tidak sudi profesi kita dilecehkan…dianggap rendah…
    saya ingin menantang diri saya sendiri dan yang lainnya…
    apa yg dapat saya dan rekan2 lakukan untuk menjadi solusi bagi berbagai masalah yang menyangkut kedokteran hewan…
    Apa Yang Dapat Kita Lakukan????????

    wah saya jadi tersentuh…..bener fet!!Hajar teruussss!!! tapi btw fetty termasuk drh yang mana?yang malu malu kucing mengaku drh….mrasa kcebur masuk FKH IPB…atau bahkan mrasa “sial” menjadi drh…? hehehe. peace!!

  15. wois….fetty gitu lho…
    mantap banget tulisannya…
    salud…..

  16. Yipppie! Ga salah gue temenan ma elu fet!🙂

  17. fetty TOP dech he he

  18. HOREEEEE!!!!!!! mpok Fetty tumbuh taringnya….

    Ndi..kalo dah kadung kecemplung,
    berenang sekalian taaauuuu…..
    “gak mo rugi mode on”

    baru liat fetty tumbuh taringnya pie?dah lama kaleee hehe

  19. Tahniah…Saya saluut pada teman-teman semua yang “OK” …”Kritis dan Tajam”, kaya liputan 6 saja….
    Tak salah memang saya termasuk dalam anggota “Genetika 21” Berita selalu UpToDaTe…ramai dan menarik untuk diperbincangkan….Walaupun jauh disini, saya tak akan ketinggalan berita…..
    Ok teman-teman….Anda generasi muda, suatu saat nanti salah satu dari anda-anda semua yang mungkin akan duduk bersebelahan dengan “Pejabat Tinggi Republik Indonesia”
    seperti Ibu Menkes. Salah satu dari anda nanti yang mungkin dengan “berani” dapat membantah atau memperjuangkan nasib dokter hewan. Anda-anda pandai dalam berpikir logis dan realistis dengan berdasar teori, fakta dan hukum yang berlaku sehingga tidak salah jalan…
    Tetaplah jaga semangat itu, sikap itu….saya bangga sekali bila anda-anda dapat konsisten sampai nanti(…….?)….

  20. Oops, fet, aku padamu!

  21. h3…jadi ga enak body…
    sbenernya sempet rada2 nyesel ngirim komen itu….
    ksannya masih jaman reformasi 97/98…
    sbenernya malu juga…krn ngrasa blom berbuat apa2…
    kadang mrasa frustasi krn byk hal yg ga bisa dlakukan klo kita dlm suatu instansi pemerintahan….
    kadang mlakukan hal2 yg sbenernya konyol klo mengacu ke ilmu yg dah enam taun + 1,5 taun ini plajari…
    tapi mau ga mau tetep hrs dkerjain…
    bikin mati gaya boo…h3…

    eh, knp jadi curhat kieu… ^_^
    cape kyanya klo mikirin byk hal yg ga bisa kita lakukan…
    toh masih byk yg bisa dkerjain…(iya…mani gaya pisan…pdhl mah ngerjain yg dah sharusnya dan bisa dkerjain aja blom bener, he3..)

    jadi…
    teman…
    ngapain ke… gitu yuk…
    barengan bikin kgiatan yg punya manfaat buat org byk…
    sputar KH, atau yg lainnya…
    ada usul???

    btw, usul buat tulisan ni…
    gmn klo kita punya kwajiban buat ngasi tulisan… (biar disiplin n ada tanggung jwb nya..)
    mau dr topik yg udah basi bgt (buat ngingetin kita, he3) ampe yg paling terbaru…
    jadi yg spakat …daftar aja ke pa mod…
    nanti dikocok deh urutannya…atau mau gmn pngaturannya…diatur aja deh…
    minimal dalam satu tulisan/minggu…
    gmn????
    ada usul2 yg laen???

    NB : g mah bkn kcebur lg…tapi dah kelelep ^_^

    Sebuah ide yang amat sangat brilian sekali banget!!!! bagus tuh kalo gitu fet. yang pertama kegiatan yg bisa dilakuin bersama kayaknya menindaklanjuti usul Cecep yg dulu banget bisa tuh. yang kedua buat ngisi blog ini sangat saya dukung. Apapun tulisannya. tidak ada istilah basi demi ilmu pengetahuan hehehe

  22. mas andi…
    usul mba fetty sangat bagus
    dan lebih bagus lagi kalau diikuti dgn karya nyata
    misalnya”” Membentuk dirjen Veteriner bayangan ”
    dirjen pusat dijabat mas andi
    dan yang didaerah rekan2 semua yg didaerah masing2
    minimal kita punya database penyakit yg ada didaerah yg baru outbreaks
    yah sesuai kode etik profesi kali…

    usulan

  23. Sepakat ma fetty, and ide mas Langgeng, aku ikut aja..hehehe…

    Btw, Anang lagi dimana? skul ya?
    Opik apa kabarnya, kok ga pernah nimbrung lagi…
    Personel Vocal Group 34, kaya Rince-Elfri-Sri-Tambi dkk gitu mari bergabung dong..kangen suara merdunya…🙂

  24. iya…ntar pada jadi ikut yg pre arisan???qta matengin rencananya…
    eh, usul cecep yg mana di???g ga tau euy…
    aku stuju ttg database penyakit mas…biar kita bisa sharing pngalaman di lapangan…krn trnyata tak seindah di teori…he3…
    tapi untuk kegiatan bareng tea, gmn klo kita mulai dari yg kecil2…dulu aja…??
    klo kegiatan seputar KH, klo vaksinasi rabies gratis gmn???
    klo sosial, gmn klo kita ngumpulin uang, baju atau barang2 n dll buat ke panti2…???
    ayo dunk…masukannya…ide2nya…

    ttg tulisan, sbg awalan yg stuju bikin tlisan cimey, mas langgeng, aku n andi ya???he…he…
    siapa brikutnya???sistemnya enaknya gmn ya???

  25. ini teh bener fetty yang koment….wah…wah..tp mang tyt ga nyangka. rasa2nya..rame2 cr jawaban AI ke manusia seru juga tuh…biar cpt dpt jawabannya….

  26. deuh bu fet mah nodong ini namanya..🙂

    mendingan semua orang pada nulis aja, topik bebas bukan? ntar kalo dah siap langsung dikirim ke pa mod…minimal kalo seminggu sekali ada tulisan baru keren deh blognya…

    mungkin minggu ini dimulai dari fetty aja.. *wink wink*

  27. Bu Cimay…

    Saya sedang mencoba peruntungan nasib di negeri orang…”skul” gitulah di UNIMAS-Sarawak_Malaysia…tapi bidang yang saya ambil memang sudah jauh dari yang saya pelajari di KH-IPB dulu….

    This my thesis : “Spiny Rats with a New Form From Borneo, Biogeography and Variation of Maxomys (Rodentia: Muridae) from East and West of Wallace Line”
    Mungkin ini informasi juga untuk teman-teman yang lain : from the tittle shows has no relationship with veterinary, so thats why I am very lucky join in this group…

    Untuk Mas Langgeng, ide-ide cemerlang yang lain ditunggu, asal jangan ditumpangi kepentingan Partai yach (guyon mas…)

    Untuk pak Mod, maaf belum bisa submitt tulisan saya yang dimuat di Koran Tempo, saya sedang coba download lagi dari sana, mungkin topiknya ringan saja….
    Nanti bila sudah saya akan kirim ke Pak Mod dech….

    boleh nang…Aku tunggu ya

  28. Pak Anang,

    Kok ga skul di UNIMBAK..hehehe..biar banyak ketemu mbak-mbak…kayanya UNIMAS khusus cowo tuh…🙂

    Bagus nang, nyimpang-nyimpang, biar dokter hewan banyak variasinya…tapi ntar disambung-sambungin aja nang, liat variasi pake MHC…kan nyerempet-nyerempet tuh ma imunologi…hehe…

    Gudlak ya…ketemu pa Zaiddun dong? Sabah apa Sarawak ya pak Dun….

    O iya…pa Mod! kabarin dong pak Dun, suruh gabung milis and blog…

  29. Pak Dun ada di Sabah, tepatnya di Kota Kinabalu…Saya dah sms-an dengan dia….saya belum sempat ketemu ma dia je’…..

  30. Mas andi
    gimana usulan saya kok ngak ada tanggapan tuk buat dirjen veteriner
    bayangan. Nanti kalau mas andi ketuanya kita dukung dari belakang
    kalau masalah hukum kita kan punya master hukumnya kalau perlu
    legalisasi. Dan untuk tulisan rekan2 nanti kalau udah ada 20 judul lebih
    kita buat satu buku. Dengan Judul ” Profesiku Dokter Hewan ”
    kalau rekan2 setuju.
    untuk mas nang sukses sll moga betah aja dinegeri orang
    jangan sampai kecantol ama nurul izzah atau cewek lain kasihan ama
    yg dirumah.
    Tentang partai. Saya menjamin tdk saya pergunakan yg mboten2
    suwun mas

    sorry mas br komen lg.aku setuju setuju aja.yg dirjen vet bayangan bagus juga tuh,tp gimana bentuknya? Buat bikin buku boleh jg tp mungkin perlu ditentuin formatnya

  31. oke mas
    minimal mas andi sekarang koordinator genetika21
    kalau teman2 mengikuti kode etik drh yg sebenarnya
    salah satunya melaporkan kejadian penyakit yg bersifat zoonosis
    dan yg lainnya selalu menambah pengetahuan tentang perkembangan
    dokter hewan. kalau teman2 selalu menginformasikan terus sama
    mas andi kita sdh punya satu database tentang perkembang
    penyakit hewan yg ada diIndonesia. dan hal itu bisa kita jual belikan
    misalnya dorifilaria immitis pd anjing. Mungkin diindonesia belum pernah
    dilaporkan. atau penyakit nipah yg ada ditetangga kita Malaysia
    yg selalu menghan
    tui kita. walaupun kita bebas tidak menutup kemungkinan
    Bagi rekan2 yg ada dikampus minimal memberi info terbaru tentang
    veteriner. Dan tentang buku bisa diseleksi dari tulisan yg telah
    dimuat diweb ini misalnya

    wassalam……trims

  32. Kepada Yth
    Kolega dokter hewan
    di manapun berada

    Assalamu’allaikum wr.wb
    Saya minta doa dan dukungannya pada tanggal 9 April 2009
    untuk mencontreng Partai Bulan Bintang ( 27 ) drh. Langgeng Priyanto
    nomer urut 6. dapil V Kabupaten Banyuasin ( Caleg DPRD Kabupaten Banyuasin
    Sumatera Selatan ).
    Terimakasih saya haturkan
    Wassalamu’allaikum wr. wb
    drh. Langgeng Priyanto

  33. Semoga sukses buat drh. Langgeng di pemilu legislatif mendatang. Amin.

  34. Semoga berhasil Bapak Drh Langgeng dan bila terpilihi moha jadi wakil rakyat yang kritis, amanah dan Jujur. Amien

  35. Selamat berjuang untuk Drh. Langgeng Priyanto, semoga berhasil dan siap mengemban amanat rakyat…..

  36. Mas sy ikut berdoa…….. SEMOGA TERPILIH……

    tapi kl sudah terpilih, ingat lagu Iwan Fals….

    BUKTIKAAAAAN…… BUKTIKAAAAAN………

  37. mas langgeng semangat ya……………
    Ada mahasiswi nih tetangga om langgeng, kayanya mas langgeng idola nih he he

    Semoga terpilih di pemilu nanti.

    Tapi kita ta gak bisa nyontreng mas langgeng nih.
    dapilnya beda sih he he

  38. Iya makasih mba Esthi masih dijepang atau udah balik dibogor. Kalau dijepang ada dosen fapet IPB yang melanjutkan djepang. Kalau udah dibogor yah titip aja anak saudara dipalembang.
    TRims yach semuanya

  39. mas langgeng memang ok…

  40. Esthi di bogor mas. Ke Jepang tahun lalu hanya sebulan aja kok.

    Ok mas. semoga terpilih

  41. Coba aja ada dokter hewan yang jadi presiden, tidak cuma menjadi anggota legislatif yang cuma bisa jual tampang sama omongan, saya yakin tidak akan ada MENKES yang ada MENKESWAN, past Depkes dilebur ke Deptan atau Dephut jadi bisa ngobatin orang-orang yang ada di desa atau hutan, dan tidak bikin penyakit buat peternak dengan pernyataannya yang Sok Kalee…
    Gue mendukung dokter hewan yang mau menjadi RI 1,dan tidak bangga dengan mereka yang terpilih menjadi anggota DPR RI krn pasti kerjaannya tiap hari pasti nongkrong di taman topi pesen stempel…
    Maaf neh ya kalo ada yang tersinggung, karena buat gue tanggung jawab moral sebagai dokter hewan belum sepenuhnya ditegakkan,dan ketika semua orang memandang sebelah mata dokter hewan buru-buru semuanya tersinggung…

  42. Tenang pa CaBe dokter hewan menjadi RI 1 tinggal selangkah lagi karn yang jadi Gubernur sudah ada di Aceh…….

    Kalo yang jadi anggota legislatif sih sudah banyak….

    Tinggal action………

  43. CaBe …Candra berahmatiya
    gitu kaliya
    bram kamana wae. diSubang ya

  44. Klo emg bener CaBe itu Si Bram…yaaa wajar
    Soalnya dia lagi stress terasing di Subang he.he
    Sabar Bram!!!!!

    Sukses buat Mas Langgeng… n jangan lupa dengan janji2 kalo udah terpilih. ok

    Buat Mbak Indah… Siap2 jadi BuLeg ya…..

  45. Hehe..hati2 indah kalo jadi istri anggota DPR,inget aja ma Al amin Nasution…
    saya punya rekanan punya CCTV yang bisa dipasang didalam hidung, jadi bisa kelihatan apa yang paling dekat dengan hidung yang dipasangnya, termasuk disitu ada GPSnya jadi ketahuan sekarang lagi tidur dikamar siapa, siapa tahu pak langgeng pulang kemaleman nginep dikamar satpam…haha…

    Pak ajat, gubernur aceh bukan contoh dokter hewan Indonesia yang sukses,krn ideologinya bukan NKRI tapi GAM…

    Fieta dan SahiD dapat salam dari ayam-ayamnya sebelum dieksekusi…

  46. Makasih Mba fetty Atas doanya .
    dan tidak lupa rekan rekan semua
    Buat mas canbe yang sisubang……
    jangan balik terus kalau kerja
    nanti direkturmu marah lho.
    mediangan istri ajak aja kesubang daripada kegoda dgn ayam ayam kesepian
    trims semuanya

  47. Kok sepi yaaa


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: