Posted by: genetika21 | 4 January 2008

Laskar Pelangi

Oleh : Wahono Esthi prasetyaningtyas

Sebelumnya sory buat pak Mod nich, baru buka blognya, padahal dah lama tau, mungkin karena gaptek jadi malas untuk mencoba. Kata Trie Utami (di acara Seleb Show di Indosiar tanggal 3 januari) “orang professional biasanya malas untuk mencoba dan berlatih”. Tapi itu khan professional tapi kalo “saya”? sebenernya karena malas saja coba-coba nyari pembelaan he he. Pak Mod bilang “tulisannya dong di upload”. Karena bingung nih saya mau mencoba share aja karena habis baca buku bagus nih. Saya mencoba menuliskan beberapa hikmah yang bisa saya petik. Judulnya “Laskar pelangi” karya Andrea Hinata. Buku ini sebenernya Tetralogi, tapi baru terbit 3 buku. Tapi saya baru beli satu (maklum PNS kalo mau beli buku mikir-mikir, cukup gak ya gajinya buat makan he he) tapi langsung kesengsem. Dan mohon maaf juga kalo mau pinjam (karena bukunya diminta bapak saya, ternyata beliau ikut kesengsem). Intronya kepanjangan ya.
Buku ini bercerita tentang penulis yang sekolah di sekolah Muhammadiyah di Pulau Belitong yang terancam tutup karena kekurangan murid. Kalo pada hari penerimaan siswa baru, murid kurang dari 10 maka sekolah akan di tutup. Akhirnya sekolah itu genap memiliki 10 murid dengan karakter dan kecerdasan yang berbeda-beda. Bagusnya buku ini bagi pendidik seperti kami (esthi, huda, mimi, eni, putu dan teman-teman yang lain yang berkecimpung di dunia pendidikan) adalah bagaimana memperlakukan murid sesuai dengan karakter dan kemampuannya. Kesepuluh murid tersebut di didik oleh bu Muslimah sebagai guru tunggal yang menguasai hampir semua pelajaran karena sekolah ini dari SD sampai SMA, dan kepala sekolah yang idealis yang mengajarkan akhlak. Kesepuluh murid ini oleh bu Mus disebut “laskar pelangi” karena kesepuluh murid ini suka pelangi.
Sekolah ini digambarkan di pinggiran kota, dengan kondisi sekolah yang memprihatinkan, digambarkan sekolah yang bocor kalo hujan, yang berlubang dindingnya menggambarkan sekolah sekarang pada umumnya. Namun setiap di protes muridnya, bu Mus hanya memperlihatkan foto Pak karno yang di penjara namun tetap bisa berfikir untuk kemerdekaan bangsa, pada akhirnya anak-anak tidak protes lagi. Apapun keadaannya kita harus tetap berusaha itu mungkin hikmah yang bisa saya ambil. Namun dengan keterbatasan yang ada murid-murid walaupun hujan dan teriknya matahari mereka tidak pernah membolos. Karena guru yang mengajar mereka sangat menarik jadi mereka merasa kehilangan kalo membolos. Jadi ingat dulu kita bahagia sekali kalo kuliah kosong. Salah siapa??? Atau jangan-jangan sekarang mahasiswa gitu ya sama kita?? Sangat senang kalo kuliah kita kosong.

Karena novel ini kisah nyata, jadi diceritakan tidak semua kesepuluh murid ini sukses. Seperti Lintang yang pada bangku SD sudah sangat menguasai integral, teori newton, archimedes dll. Namun diceritakan harus berhenti sekolah karena ayahnya meninggal dan karena dia anak pertama dia harus menggantikan ayahnya sebagai kepala keluarga yang mencari nafkah buat 14 anggota keluarga. Ironis memang seperti potret dunia pendidikan kita. Untuk lebih jelasnya baca bukunya sendiri ya ”very interesting” bukan promosi lho ya.

Ada satu kisah dimana ada anak yang selalu menjadi ketua kelas dari pertama masuk sekolah. Setelah dia mendengarkan pelajaran “Akhlak” tentang pemimpin, bahwa pemimpin pada hari akhir nanti akan di hisab lebih dahulu, apakah dia bisa memegang amanah atau tidak. Si anak ini ketakutan sekali sehingga meminta bu Mus untuk menjalankan demokrasi yaitu pemilihan ketua kelas langsung. Akhirnya permintaan dituruti dan di adakan pemilihan ketua kelas secara langsung. Namun akhirnya toh dia tetap jadi ketua kelas.
Dia gelisah mendapat amanah tersebut karena merasa tanggung jawabnya besar. Namun ibu guru yang baik tersebut menenangkan anak ini dengan berkata ”kalo kamu menjadi pemimpin yang baik pasti didoakan banyak orang jadi jangan khawatir kamu cukup menjadi pemimpin sebaik-baiknya”. Namun sekarang dunia berbalik saya rasa orang berlomba-lomba mencari jabatan sampai dengan jalan tidak halal. Kalo cara mendapatkan saja salah bagaiamana bisa memegang amanah?? Ya akhirnya kita bisa lihat korupsi dimana-mana. Sampai demi jabatan mengajukan banding ke MA untuk PK apakah pilkada ada penyelewengan atau bukan. Sampai melakukan pilkada ulang yang saya yakin memerlukan dana tidak sedikit, membebani APBD. Apa tidak lebih baik dananya untuk membantu korban bencana alam yang terjadi dimana-mana. Kenapa tidak ada rasa sportif siap kalah?? Kenapa ada juga pemegang amanah ”Menko Kesra” sebagai orang terkaya di Indonesia tidak bisa membayar ganti rugi korban lapindo. Kenapa kita tidak bisa mencontoh sikap anak kecil tadi?? Salah siapa?? Apa karena tidak ada pelajaran akhlak di sekolah???

Kadang saya berfikir bisakah saya seperti bu Mus??? Dengan keterbatasan sarana mampu mendidik muridnya dengan begitu baiknya sehingga dicintai murid-muridnya. Bisa mendorong anak didiknya untuk mencintai ilmu. Ini PR buat saya terutama dan teman-teman yang tugasnya ngajarin orang ya. Gambarimaso!!!!!!!!!! (Chimay ingat pak takdir yang ngajarin kita ngomong ini he he). Menyambung tulisan andi sebelumnya ”learn apa ya kok lupa” kalo gak salah belajar dari masa lalu (kalo salah maaf ya pak mod). Saya jadi ingat pertama kali ke Bogor gak ada kenalan dan bekal. Merasa minder sekali karena dari desa (kalo nyari di geogle earth gak ada nama desanya disana, tapi sekjen ijo lumut bersabda pernah nyampe desa saya. Beneran gak sih pak muhib???) tapi saya selalu inget nasehat teman saya (waktu di Korea sih dia ngaku abang biar saya mau curhat he he), dia berkata “kalo orang sukses dari kota itu wajar tapi kalo esthi dari dusun yang udik sukses itu luar biasa”. Sukses disini bisa diartikan sebagai mampu mengikuti kuliah dengan baik. Itu yang menjadi semangat saya di awal-awal kuliah di Bogor dan sekarang, alhamdulilah saya berhasil mengikuti kuliah yang menurut saya ya lumayan lah. Terimakasih Huda atas nasehatnya (masih inget gak??). Semoga nasehatnya tetap bisa membawa suatu pencerahan bagi saya yang berharap berusaha menjadi bu Mus, bu Mus yang lain yang sangat dicintai muridnya. Menjadi ”GURU” yang baik yang benar ”di gugu dan di tiru”. Terimakasih.

 

Wahono Esthi Prasetyaningtyas

Pemula yang masih perlu banyak belajar

Mohon maaf kalo ada yang tidak berkenan dan ada salah2 kata dan alur.


Responses

  1. iya bagus tuh esth bukunya andrea muhibullah,
    gue dah ampe sang pemimpi, soale yg lainnya belum bisa beli…hehehe
    ntar pinjem ya esth kalo esthi dah beli lagi
    sang pemimpi cerita kebadungan mereka wkt SMA tuh apalagi ada sedikit “hot”

  2. Ceritanya sangat menarik.

    Salam kenal!

    salam kenal juga…asl please..hehe

  3. iya tuh buku…aku jg pngen baca buku itu…tapi lom ksampaian wae…he3…skrg knp lg rada2 males baca nih…payah…
    buku ini prnah dibahas di acara kick andy…
    bu muslimah nya pun diundang…
    orangnya emang rendah hati banget…
    emang…orang besar yg sbnarnya..adalah org yg mlakukan hal-hal yg mnurut dirinya sendiri biasa… padahl dimata orang lain hal-hal tersebut luar biasa…
    aku pernah baca wawancara suatu media massa dengan Andrea..
    skrg dia punya proyek yg dibiayai dgn royalti dr bukunya. bidangnya masih ttg pndidikan.. tempatnya di kampungnya itu…
    trus dia mngundang Bu Muslimah itu dalam suatu event… smacam sminar untuk siswa2 gitu deh… beliau sbagai salah satu pengajar/pembicara…
    acaranya hampir sharian…tapi anak2 tersbut sama sekali tidak bosan…malah ingin terus dan terus belajar…
    mengherankan… kata andrea…
    saya mlihat kponakn saya sering stres krn blajar…
    tapi tidak pada anak2 yg diajar oleh Bu Muslimah.. kata Andrea…
    mnurutnya memang ada orang yang terlahir sebagai Guru…
    krn ucapan… perilakunya… prinsipnya… mnyatu dalam satu pribadi yang layak dan memang harus ditiru…
    saya memang belum pernah mnemui guru sperti itu… tapi ada juga yang caranya mengajar cukup mnarik… membuat qta tertarik untuk tau lebih bayk…bukn hnya utk memenuhi kwajiban agar bisa mnjawab saat ujian… tapi untuk tahu… agar bisa berfikir…
    hal yg memang dianjurkan dlm agama…
    baca dan fikirkanlah…
    guru yg inspiratif adalah modal awal dari kmajuan SDM qta…
    moga2 teman2 yg brgerak dibidang ini dapat menjadi seperti itu…
    Amin…

  4. Setuju. Laskar Pelangi memang buku “wajib beli” buat kita. Kehabisan kata2 kalo mau dibahas. Gw jg langsung beli setelah nonton bedah bukunya di Kick Andy. Itu juga dulu belinya susah payah, dimana2 sold out (mungkin skrg lebih gampang). Kalo esthi bukunya diminta bapaknya, gw diminta mamah.

    Hi Esthi! Miz U.

  5. TURUT BERDUKA CITA YANG SEDALAM-DALAMNYA
    Atas berpulangnya

    BAPAK DRH BAMBANG JUNIMAN
    Semoga amal kebaikan dan pahala diterima Allah SWT

    ttd
    Drh. Cecep MWn.,MH

    turut berduka cita juga bu..
    tapi please deh wa.. di halaman News kalee komennya…hehe

  6. rarasaan mah di news tadi nulis komentar teh euy…buru2 teuing meuren

  7. Hmm…kasih tau intinya dong Es, males baca nih secara aye pan propesional…kikikikikikikikik!

    Gambarimasso!!!

  8. miss u too lied.

    apa kabar??

    aku dah beli lagi 2 buku lanjutannya endesor dan sang pemimpi tapi belum di baca. harus bikin soal euy he he.

  9. intinya pengendalian diri he he………….

    baca dunks seru lho

  10. To chimay: Gak seru kali kalo diceritain, justru “keindahan” buku itu ada di penuturan ceritanya yg sederhana, lucu, tapi menyentuh (halah, halid gaya pissaaan…). Dan, buku itu cukup tebel. Gak salah lo minta esthi yg cerita ulang?? Lamaaaaa pastinya…(putri solo, chuy!)

    To Esthi: Peace, Ganbate kudasai!

    Arigato gozaimas

  11. Buat: Chimay Sang Propesional Muda <– simply not motivated =P

    Laskar Pelangi

    Ini kisah nyata tentang sepuluh anak kampung di Pulau Belitung, Sumatera. Mereka bersekolah di sebuah SD yang bangunannya nyaris rubuh dan kalau malam jadi kandang ternak. Sekolah itu nyaris ditutup karena muridnya tidak sampai sepuluh sebagai persyaratan minimal. Pada hari pendaftaran murid baru, kepala sekolah dan ibu guru satu-satunya yang mengajar di SD itu tegang. Sebab sampai siang jumlah murid baru sembilan. Kepala sekolah bahkan sudah menyiapkan naskah pidato penutupan SD tersebut. Namun pada saat kritis, seorang ibu mendaftarkan anaknya yang mengalami keterbelakangan mental. ”Mohon agar anak saya bisa diterima. Sebab Sekolah Luar Biasa hanya ada di Bangka,” mohon sang ibu. Semua gembira. Harun, nama anak itu, menyelamatkan SD tersebut. Sekolah pun tak jadi ditutup walau sepanjang beroperasi muridnya cuma sebelas.

    Kisah luar biasa tentang anak-anak Pulau Belitong itu diangkat dalam novel dengan judul ‘Laskar Pelangi’ oleh Andrea Hirata, salah satu dari sepuluh anak itu. Di buku tersebut Andrea mengangkat cerita bagaimana semangat anak-anak kampung miskin itu belajar dalam segala keterbatasan. Mereka bersekolah tanpa alas kaki, baju tanpa kancing, atap sekolah yang bocor jika hujan, dan papan tulis yang berlubang hingga terpaksa ditambal dengan poster Rhoma Irama.

    Andrea sendiri mengaku novel itu awalnya hanya merupakan catatan kenangannya terhadap masa kecilnya di Belitong. Dia selalu teringat sahabat-sahabatnya di masa kecil, terutama Lintang. Sebab tokoh Lintang merupakan murid yang cerdas dan penuh semangat walau hidup dalam kemiskinan.

    Setiap hari Lintang harus mengayuh sepeda tua yang saering putus rantainya ke sekolah. Pulang pergi sejauh 80 km. Bahkan harus melewati sungai yang banyak buayanya.

    Sayang, cita-cita Lintang untuk bisa sekolah ke luar negeri, seperti yang sering didorong oleh guru mereka, terpaksa kandas. Lintang bahkan tak tamat SMP karena orangtuanya yang nelayan tidak mampu membiayai. ”Lintang adalah sosok yang menginspirasi saya. Karena itu, saya bertekad meneruskan cita-cita Lintang,” ujar Andrea, yang sekian puluh tahun kemudian berhasil mendapat beasiswa sekolah ke Sorbonne, Prancis.

    Tim Kick Andy yang mendatangi kampung tempat SD itu berdiri, di Belitong, berhasil ‘menemukan’ beberapa dari tokoh anak-anak di dalam novel tersebut. Mereka kini sudah dewasa. Namun kenangan tentang masa kecil itu sangat kuat membekas. Terutama pada ibu guru Muslimah yang sangat mereka cintai. ”Buku Laskar Pelangi memang saya persembahkan untuk Ibu Mus yang sangat tabah dan pantang menyerah dalam mendidik kami,” ujar Andrea.

    Maka sungguh menarik menyaksikan bagaimana Kick Andy mempertemukan Andrea dengan Ibu Guru Muslimah di studio Metro TV.

    Apalagi ketika Bu Mus membawa barang-barang yang mempunyai kenangan tersendiri bagi Andrea dan teman-teman kecilnya dulu di kampung. Kenangan yang diceritakan kembali oleh Andrea dengan jenaka. Juga termasuk darimana Andrea mengambil nama yang dipakainya hingga sekarang ini.

    Sungguh sebuah novel — yang diangkat dari kisah nyata — yang sangat menggugah. Novel yang membuat siapa pun yang membaca akan merasa bersalah dan berdosa jika tidak mensyukuri hidup. Itu pula sebabnya sutradara Riri Reza dan Produser Mira Lesmana tertarik untuk mengangkat kisah ini ke layar film.

    Gusti teuing…ieu comment meuni lebih panjang dari tulisan aslinya hehe

  12. weleh panjang bgt yak!

  13. Yah Halid…masih panjang…ntar ya bacanya, baca yang pendek2 dulu, sepeti komen2 gitu… hihi..thx anyway..

    disingkat singkat aja lid, biar gpng bcnya dn smua jd ngerti,spt kmn kmn gt…hihi

  14. halid aku dah baca buku kedua dan ketiganya lho. sang pemimpi dan edensor. kalo menurut aku buku ke dua dan ketiganya sih kurang. bagusan yang laskar pelagi. tapi tetep seru.

    singkatnya, kalo buku sang pemimpi mencertiakan andrea waktu SMA. dimana di SMA N yang baru berdiri dan sangat disiplin. sampai2 ada gurunya yang guaaalaak bangat krn anaknya yang nemnya kurang 0.25 tidak diterima padahal guru tsb adalah perintis berdirinya sekolah tsb. Krn andra dan Arai (sepupu jauh andrea) mempunyai mimpi untuk sekolah di perancis dan menjelajah sampai afrika membuat mereka beursaha keras untuk mewujudkan mimpinya.
    jadi bermimpilah.

    buku ke tiga adalah Edensor. sebuah desa yang cantik di Inggris yang andrea hafal krn ada di novel pemberian A Ling cinta pertama andrea. Novel ini bercerita tentang masa kuliah andrea di Perancis kemudian pindah ke Inggris krn mengikuti Prof nya yang pensiun dan pulkam. di akhir novel andrea menemuka desa Edensor tsb.

    untuk lengkapnya baca lagi sendiri. krn kalo esthi yang cerita mungkin lebih panjang dr bukunya he he (peace halid).

    bikin tulisan lagi deh es

  15. “disingkat singkat aja lid, biar gpng bcnya dn smua jd ngerti,spt kmn kmn gt…hihi”

    Apaan sih ndi..malah lieur..

  16. duh dmarahin pak mod nih. sory gak sempet nulis.masih sibuuukk he he

  17. es… mimi jadi tertarik baca buku laskar pelangi. Apalagi kalo udah direkomendasi ma sang ahli… he…he…. bener banget es… ternyata pelajaran agama alias moral harus dikasih ke mahasiswa sampe tingkat akhir. kalo bisa sampe koas… he…he.. jangan cuma tingkat 1 aja (TPB).

    mimi denger-denger (kabar burung yang ga jelas karena burungnya ga jelas spesiesnya), aturan yang dibuat dikti, kalo penilaian moral mahasiswa sebesar 80%, sisanya (20%) baru penilaian tentang bidang studi yang diajarkan. gimana menurut kalian friend……

    ngomong-ngomong tentang cacing jantung, kemungkinan mimi masih punya gambarnya, karena dulu kan penelitian skripsi mimi ttg cacing jantung bareng my partner Amir dan Gunjal (alow mir…. pa kabar…) meskipun akhirnya gunjal lulus bukan krn cacing jantung tapi ga masalah ya jal…. tapi sayang ga ikut jalan-jalan ke Bali….he..he.. seru banget ya mir… saking serunya sampe nahan lapar terus kalo udah nyampe waktu makan siang he…he….Tapi maaf mimi ga bisa ngasih sekarang harus dicari dulu ya fotonya..

    halo mimi….bagus juga idenya..ditunggu fotonya ya mi

  18. sebenernya kalo moral dimasukin kurikulum susah juga ya. karena kalo misal ada pelajaran etika, pasti soalnya khan apa yang disebut dengan etika dsb.

    mungkin gak perlu jadi kurikulum tersendiri jadi hidden kurikulum gitu gimana caranya ya guru, dosen dan pendidik lainnya yang jadi panutan.

    krn kita sadari atau gak ternyata kalo kita mengidolakan seseorang pasti krn dia baik, ramah, dermawan dsb. jadi apapun yg kita ajarkan setidaknya harus bermoral. mungkin esthi jauh untuk itu tp setidaknya kita harus belajar dulu untuk itu.
    makasih


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: