Posted by: genetika21 | 19 December 2007

FLU BURUNG INDONESIA

FLU BURUNG DI INDONESIA – SAMPAI KAPAN BERHENTI MENJADI MALAIKAT PENYABUT NYAWA

Drh. Langgeng Priyanto

Direktur Pusat Pengembangan Peternakan Swadaya

TS Guyofeed Palembang

Fungsional Partai Bulan Bintang DPW SUMSEL

 

Wabah Avian Influensa (AI) atau flu burung masih selalu menghantui bumi persada tercinta ini. Sampai sekarang sudah menyerang di 29 propinsi, 273 kabupaten dan sudah menyebabkan kematian 47 jiwa melayang tanpa pertanggungan yang berarti (Metro TV 22 Agustus 2006). Timnas Flu Burung Bapak Bayu Krisnamurti wabah menyebar merata disemua daerah tanpa mengenal batas dikembalikan kepada masyarakat ? dimana pemerintahnya. Namun demikian masih banyak tindakan yang selalu salah kaprah didalam menyikapinya. Sesuatu selalu dinilai dari standarisasi uang dan proyek. Diawali dari mencuatnya berita meninggalnya Iwan Kuswara dan sampai sekarang beberapa nyawapun melayang tanpa sikap yang jelas dari pemerintah. Kejadian Luar Biasa (KLB) menteri kesehatan menyatakan inspirasi dan mengintruksikannya sampai terakhir bapak presiden Susilo Bambang Yudoyono memanggil para gubernur dari enam propinsi untuk menata peternakan unggas diwilayah mereka.(Kompas 17 Pebruari 2006).

Kenapa hanya enam propinsi kenapa tidak semua. Ada tiga poin yang digaris bawahi dari pertemuan tersebut. Yang pertama merazia unggas sakit dari rumah kerumah kedua mengandangkan ayam dan ketiga vaksinasi gratis. Bagus sekali …? Tapi perlu kita melihat dari merebaknya kasus ini pada tahun 2003 dan merenggut nyawa tahun 2005. Apakah sudah efektif penanganan pemerintah dari ide pembentukan otoritas veteriner sampai penempatan dokter hewan ditiap kabupaten yang diusulkan oleh ketua PDHI pusat Dr. Drh. Budi Tri Akoso (Kompas 17 Pebruari 2006). Selain kurangnya dokter hewan yang ada pemerintah juga belum siap didalam pelaksanaannya dilapangan. Coba kita bandingkan dengan swasta berapa puluh dokter hewan yang diperkerjakan disalah satu perusahaan dan sejauh mana kesiapan sistim yang ada. Swasta menilai kalau peternakan swasta ambruk maka ambruklah semuanya. Tetapi kalau dinas ya kalau ada proyek jalankan kalau tidak ada ya matilah semuanya. Birokrasi memang cara kerjanya seperti itu, hanya bergerak kalau ada dana dan siapa yang bisa kecipratan. Luar biasa memang. Dari menteri kesehatan menteri pertanian dan menteri kesejahteraan rakyat selalu mendiskusikannya dengan penguasa negeri nusantara tercinta ini. Namun apa hasilnya. Tentara republik Indonesia diturunkan. Bagaimana sekarang. Sudahkah ?. Sebetulnya pemerintah alur komando dan ujung tombak pemberantasan penyakit hewan sudah jelas yaitu dinas peternakan ditingkat daerah dan direktorat jendral peternakan ditingkat pusat. Tetapi dengan kejadian yang semakin bertambah seharus dinas diatas mengoreksi diri apakah sudah semua vaksin sampai kepeternak dan divaksinkan ke unggas atau masih menumpuk dilemari pendingin ataupun sudah tidak ada vaksin yang menumpuk tetapi tidak ada program vaksinasi juga. Terus kemana larinya vaksin tersebut. Kenapa permasalahan klasik selalu muncul hanya karena kurang vaksin dan dana yang menyebabkan terhambatnya sesuatu program kegiatan. Apakah penentu kebijakan sampai berpikir kearah tersebut. Program evaluasi dan monitoring kegiatan tersebut sama sekali belum diterapkan apalagi untuk standarisasi masih jauh diawang-awang. Makanya tidak salah kalau flu burung selalu membayangi dan siap menyabut nyawa setiap unggas dan manusia yang masih bernyawa. Pemerintah menyikapi dan mengambil tindakan kandang selalu diluar pola pikir para profesi dokter hewan. Sampai PDHI pusat memperjuangkan untuk membentuk otoritas veteriner saja sampai sekarang masih digodok dewan perwakilan rakyat. Pemerintah belum menyikapi apalagi memberi lampu hijau. Apakah kejadian yang menyebabkan kematian warga hanya disikapi dengan ketidak jelasan tindakan. Malaikat penyabut nyawapun silih berganti mendatangiya untuk memperpendek kehidupan dunia warga nusantara ini.

HARGAI PROFESI DOKTER HEWAN

Keberadaan profesi dokter hewan dinegeri ini belum begitu dihargai pemerintah keberadaanya. Dari pengangkatan pegawai negeri sipil sampai pengangkatan pegawai tidak tetap (PTT) yang telah diberlakukan oleh dokter umum dengan dokter gigi. Profesi dokter hewan belum maksimal disentuhnya. Malah posisi dokter hewan kebijakanya selalu diisi bukan oleh seorang dokter hewan. Disalah satu kabupaten dijawa timur ada kolega dokter hewan yang tidak boleh melayani Inseminasi Buatan (kawin suntik). Karena belum memiliki ijin inseminasi. itu sebagian kenyataan yang ada dinegeri ini. Sampai ada kolega yang honor sampai 5 tahun tanpa pengangkatan yang jelas. Gambaran kecil profesi dokter hewan yang selalu merangkak dan merana untuk pengabdian bangsa dan negara. Harapan hampa dan terputus hanya untuk menyampaikan inspirasi keprofesiannya. Akhirnya satu-satu jalan swastalah yang mampu menaungi profesi tersebut Ada beberapa poin yang harus dilakukan pemerintah didalam menanggulangi wabah flu burung yang cenderung meningkat.1. Lakukan revitalisasi profesi dokter hewan Apakah sudah semua poskeswan sudah dipimpin oleh seorang dokter hewan. Kenapa sangat perlu ditekankan disini kadang pemerintah sendiri memudahkan dan menyepelekan hal ini. Karena profesi tersebut bisa merangkum beberapa faktor yang ada dilapangan. Program pegawai tidak tetap (PTT) bagi dokter hewan seharusnya mulai dihidupkan lagi. Hal ini dilakukan untuk mengisi kekurangan dokter hewan yang ada dikabupaten dan POSKESWAN yang sudah ada. Bagaimanapun proporsi dokter hewan yang ada dipemerintah hanya 30% sedangkan yang ada diswasta 70%.Sedangkan kita melihat bersama kasus flu burung menyerang pada sector 1 dan sector 2 untuk pertama kalinya walaupun pemerintah belum mengakuinya waktu itu. Kenyataan sekarang swasta dengan segala kemampuannya mampu mengatasinya. Namun disisi lain peternakan rakyat belum siap sama sekali. Apakah dokter hewan yang diswasta 70% ini ada empatinya terhadap peternak rakyat yang selalu berhadapan dengan virus flu burung ini. Tanyakan pada kolega semua2. Fungsikan dinas peternakan sebagaimana mestinya. Bagaimanapun ujung tombak peternakan dan penyebaran virus flu burung ada dipundak dinas peternakan selaku perpanjangan tangan dari pemerintah negara republik ini. Jangan sampai ada peternakan warga yang kena flu burung tidak mengetahui. Baru ketahuan kalau ada warga yang meninggal dunia itukan sangat ironis.3. Koordinasikan dengan dinas kesehatan setempat jangan sampai berjalan sendiri-sendiri. Sangat fatal kalau didalam satu negara satu presiden dengan dua komando yang berseberangan.4. Melibatkan swasta yang bergerak diperternakan sebagai kolega kerja adalah sesuatu hal yang bijak. Jangan sampai beranggapan dinas adalah milik negara segala sesuatu harus benar dan orang swasta adalah salah. Karena bagaimanapun kita menyadari swasta lebih akurat tentang data dan sistim kerjanya. Satu perusahaan saja ada puluhan dokter hewan dan sarjana peternakan yang selalu siap mengendalikan roda kehidupan perusaahaanya. Bagaimanapun hidup dan mati ada diperusahaan tersebut. Apakah dinas peternakan sudah seperti itu. Sektor 3 dan sector 4 didalam peternakan itu tanggung jawab sepenuhnya dinas peternakan. Swasta bertanggung jawab disektor 1 dan sector 2. Dari kasus ke 47 jiwa yang melayang sejak mulai wabah flu burung 2003 sampai sekarang hampir seratus persen yang kena flu burung yang berada disektor 3 dan sector 4, sector 1 dan dan sector 2 hampir tidak ada. 5. Sahkan Otoritas VeterinerHal ini sangat mendesak karena dari tahun 2003 sampai tahun 2006 wabah tidak mulai mereda, malah menunjukan grafik yang meningkat sampai menimbulkan jatuh korban 47 jiwa. PDHI selaku organisasi profesi yang sangat bertanggung jawab dalam hal ini. Karena bagai manapun profesi ini yang punya wewenang didalam penanggulangan pencegahan dan penanganan kasus penyakit pada hewan, bukan dokter umum ataupun perwira bintang empat.


Responses

  1. kereeennnn…….

    pak direktur sangat komprehensif sekali!!!

  2. Wah menohok!
    Well done mas Langgeng!

  3. Kepada rekan2 kolega Genetika21
    Sebetulnya tulisan saya sudah lama dimuat diinfovet bulan kapan dan tahun kapan agak lupa maklum udah sedikit tua.
    tapi yang jelas setelah wabah flu burung pertengahan 2003 dan baru disyahkan januari 2004 oleh pemerintah.
    Tentang LSM yang ada sebetulnya saya dirikan pada Januari 2005 bersama teman2 yang ada dipalembang yang satu visi untuk memajukan peternakan dan kedokteran hewan. Dan selama ini telah bekerja sama dengan depnakertras kabupaten Banyuasin dengan mengadakan pelatihan tentang budidaya ayam arab dan penetasan. Dan baru-baru ini digandeng sama HEIFER indonesia yayasan dari Amerika.
    Selain itu saya bersama kolega dokter hewan dipalembang mendirikan dokter hewan praktek bersama dan bisa dikunjungi di http://www.anjingkita.com dan disitu ada satu tulisan saya mengenai dirofilaria immitis cacing jantung pada anjing.
    sebetulnya tentang praktek saya ada hal yang sangat membuat hati saya bahagia diwaktu saya mengirimkan luter kucing pasien saya yang saya rujuk kedokter gunawan raharja. Saat itu disuara telpon yang jauh disana terdengar dengan dokter langgengya. iya dengan siapa ini dokter ipis mas . ipis yang mana ya bu. jawab telp yang disana ipis mas. teman dekatya mas langgeng dulu masak lupa (maksudnya dekat no absenya).
    Dan yang paling penting enaknya jadi dokter hewan adalah jantung anjing ama kucing sering ada dua denyutnya. Makanya padhe suswanto ama kang cecep betah praktek, ha ha ha guyon mas
    Dan kerja saya sekarang bukan diguyo lagi tapi digold coin
    Sekian ya
    saya terima kasih sekali ama mas andi atas webnya ini moga bisa menjadi ajang silahturohmi genetika 21 menambah keakraban dan yang paling penting bisa menambah rasa kemakmuran kita semua
    Dan kepada rekan2 saya sekeluarga mengucapkan selamat natal dan tahun baru bagi yang merayakan
    sukses selalu genetika21
    salam

  4. Wah, hebat tulisannya Bapak langgeng…..
    alat email mu apa pak? atau ID chating?

  5. weh… mas langgeng…
    trnyata …he…he…

  6. buat kang Yana
    wah sama2 kang yana hanya iseng aja tuk tambah2 amplop istri yg dipalembang. alamat email saya. langgengp@yahoo.com atau ke pppswadaya@yahoo.co.id
    hp. 081367641428 kemarin kang ajat brewok nginap dirumah ngontrol kambing bendotnya yang ada dipalembang beliau masih didompet dhuafa. dipalembang saya sering ama mas gunjal kang deden ama mba eka pacarnya dulu.
    maklum teman yang dekat hanya beliau2. Beda dengan yg ada dijakarta pasti rame dan agak macetya
    Kapan maen kepalembang kang yana tak tunggu
    sudah berapa tahun ngak ketahuan hati perasaan kang nyana
    tak tunggu kang

    Buat mba fetty
    gimana sekarang masih yang dulu ya. mohon maaf belum sempet mampir kalau kebogor. mudah2an nanti kalau jadi nengok anakya pak dhe pentil sahid insya4JJ.
    Moga sehat dan sukses selaluya
    masih kontak pak panji ngak mba
    met tahun baru moga segalanya tambah baru
    Salam dari keluarga palembang

  7. iya mas langgeng…
    piye kbare toh???
    mba indah gmn???lama buanget ga ktemu…
    klo k bogr diajak lah….
    pa panji bbrp kali k bgr…
    ibu skali k bgr…
    smpet nginep d rmh ku jg…
    cuma sayang ank2 lg pd ga bisa kumpul…
    ank2 dah pd gede ya…
    mirip b’indah toh??? (Alhamdulilah… he..he..)
    iya, bbrp kali k bgr cuma ngasih tau pamit plg doank…
    payah…
    met taun baru jg ya……….
    salam buat b’Indah…
    NB: pa mod dilarang protes..

  8. Sip, mas pingin si mas.ke Palembang..pingin nyicipi makan khas sana…apalagi yang di pinggir sungai Musisnya kayanya makyos…yah gitu lah pak, kita keep kontak terus sama teman siapa tau ntar bisa manjangin silaturahmi and rizki…kapan deh ke Palembang…tunggu ugas kantor…Iyah nih pak Pa gunjal lg di Jakrta kemarin ngajak ngumpuln makan2 di Bogor, tapi sayaga bisa…d Jakarta ada acara juga…yang penting salm buat teman2 angkatan 34 di Palembang yah pak. Sukses selalu

  9. baru istirahat kang yana
    sampai nanti yach
    buat mba fetty tak sampaikan salamnya ama istriku
    anak2 udah gedhe mahasiwi udah dikelas satu SD ngak tahu nih hari sabtu ada penerimaan raport. kalau juara minta dibeliin hadiah. Azmi anak cowokku udah ngajak berkelahi terus ama bapaknya. Repot juga mba jadi bapak
    kapan mba fetty nyusul
    tak tunggu kabarnya
    trims
    tuk semua
    salam sukses selalu

    Fet jangan nyusul jadi Bapak ya…

  10. wih…udah pd gede ya…
    ya wajar lah…orang bapknya juga ngak kelahi anaknya mulu..he..he…
    weh, aku ga mungkin nyusul lah…org start nya jg beda jauh…he2
    doain aja ya…
    moga2 bisa cepet mngikuti..
    amin…

    Amiiiiiinnn

  11. Mas Langgeeeeeeeeeeeeeeeng…..

  12. mba maey gimana kabarnya bilangnya udah dinegeri orang sampai ngak tahu kabarnya sekarang
    gimana masih hitam maniskan.
    atau udah jadi bule
    moga sukses selaluya
    kasih info baru dong seputar dokter hewan dan pengobatanya
    biar prakteknya tidak setengah dukun
    karena bajunya warna putih tapi celananya warna hitam
    tak tunggunya
    trims salam tuk keluarga semua
    met tahun baruya

  13. Mas Langgeng Durexxx, piye khabare tho? Wis mantebs saiki yo…
    Ada salam dari Pak Iiq (Peternak Sapi Tajur, Bogor)…
    Kapan ke Bogor Mas?
    Wis dadi direktur mbok yao mangan-mangan Mas, biar LSM-nya tetap lancar githu….
    Atho ke baso solo lagi mas yang di bondongan….ha.ha.ha

    setuju!! aku melu yo nang hehe

  14. piye mas nang kabarmu saiki wis dadi priyayi terus lali karo poro kadang kurowo iki yo. botol 2 tahun yang lalu mampir kepalembang tapi ngak ngerti sak iki. terakhir kontak lebaran aku lihat anak and pacarmu dulu di web. ini
    aku makasih ama mas andi yg udah susah payah meluangkan waktu tuk buat sarana silahturohmi ini. moga aja segala sesuatu tuk k
    ebaikan mas andi.
    gimana del kamu udah kuliah lagi ngak
    kalau jadi pejabat pingen karier harus kuliah lagi biar ngak ketinggalan yg lain. udah dulu salam tuk istri dan anak2 met tahun baru sukses sll
    salam dari keluarga palembang

  15. mas nang telp paK Iip peternak sapi tajur berapaya
    kalau pingen mampir kebakso sido mampir mampir aja
    kalau ada referensi nama saya pasti dimurahiin mas

  16. Hitam manis?? Ehm ehm…sepertinya masih mas, bertambah malah…hehehe…berat badannya…hihii…garing…alhamdulillah kabar baik…

    Inget Mas Langgeng jadi inget Andy Lau..:p

    bertambah hitamnya doang, manis nya ilang hehe

  17. Buat Mas Langgeng yang paling ngguanteng…..
    Alhamdulillah kabarku apik2 wae Mas….
    Alhamdulillah juga Mas Insya Alloh tanggal 15 Januari Aqu berangkat ke Malaysia buat ambil Master, syukur-syukur bisa nyambung truz dech….
    Doaian ya Maz….
    Saya nggak akan lupa kaliyan sanak kadang sedoyo…
    Nopo malih kulo puniko salah setunggaling kawula alit Mas….
    Iki nomor HP Pak Iiq : 081383202446
    Buat temen2 yang laen

    Selamat Tahun baru 2008….

  18. kemarin ada yg meninggal lagi karena flu burungya. semarang ama makasar jadi ju
    jumlah terbaru berapaya pada manusia. yang lain adem ayemya. suwun

  19. Ada kasus positif AI pada ayam di Palembang. Akhir akhir ini
    Gimana daerah lain

  20. Menurut Kadis Agrobisnis Kota Bogor, ada 5 kelurahan positif menjadi tempat penularan flu burung, yaitu kelurahan Situ Gede, Kedung Badak, Cibadak, Cilendek Barat, dan Ciwaringin. Jumlah unggas tertular ada 98 ekor di Situ Gede, 42 ekor di Kedung Badak, dan lainnya kurang dari 10 ekor. (DBD Serang Depok, Flu Burung Ancam Bogor, Republika 6 Februari 2009, hal. 15)

  21. Usul teman-teman,
    gmn kalo setiap bulan ada topik khusus yang dibahas seputar veteriner.

    Biar ide-ide cemerlang dan informasinya fokus…….

  22. Caranya, siapa aja yang mulai ngasih key word tentang sesuatu, selanjutnya yang lain ngasih saran, masukan, pertanyaan, dan ide-ide solusinya ………

    Jika dalam satu bulan tidak ada tanggapan atau masukan, ganti ke key word yang lain

    setiap key word hanya dibahas selama 1 bulan saja, kecuali banyak masukan yang perlu dibahas….

  23. wah…artikelnya sangat komprehensif.
    apakah ada tulisan tentang flu burung pada anjing ras yang bisa dimuat di situs anjing ras http://www.anjingras.com ?

  24. MAKASIH
    Moga ada kolega yg punya.
    Kalau mau ngirim artikel kemana yach trims


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: