Posted by: genetika21 | 6 December 2007

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2006 Tentang Flu Burung Merupakan Salah-Satu Implementasi Kebohongan Publik Yang Dilakukan Pemerintah

Oleh : drh Cecep Moch Wn., MH

Flu burung atau dikenal dengan istilah latin avian influenza merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh virus influenza yang dapat menyerang unggas dan mamalia. Penyebab flu burung adalah virus yang termasuk dalam family orthomyxoviridae tipe A, sedangkan berdasarkan sub tipe-nya terdiri dari Haemaglutinin (H) dan Neuramidase (I), kedua huruf ini digunakan sebagai kode sub tipe flu burung yang banyak jenisnya. Penyebab flu burung di Indonesia adalah sub tipe H5N1. Dari sifatnya, virus flu burung ini sebenarnya sangat rentan sekali terhadap pengaruh lingkungan, virus ini mudah rusak oleh zat yang dapat melarutkan lemak seperti deterjen, mati pada pemanasan 60oC selama 30 menit dan hanya tahan hidup di air selama 4 hari pada suhu kamar.

Tingkat virulensi virus ini tergantung pada jenis unggas yang tertular, jenis unggas yang paling rentan adalah kalkun dengan perbandingan ayam petelur atau layer lebih tahan 1600x dibandingkan dengan kalkun, bahkan untuk jenis ayam pedaging atau broiler lebih tahan 2,5x dibandingkan dengan dua jenis unggas tersebut, ditambah dengan kebiasaan peternak di Indonesia memanen ayam pada umur pendek sehingga tidak perlu takut mengkonsumsi daging ayam dan relatif aman karena kecil sekali kemumgkinan terjangkit flu burung. Penularan virus influenza ini dapat dikeluarkan melalui saliva, cairan hidung dan kotoran. Penyebaran virus atau shading dari hewan penderita paling tinggi disebarkan melalui kotoran atau feses. Setiap 1 gram kotoran atau feses dapat menginfeksi 10 sampai 100 juta ekor ayam dan virus ini dapat bertahan lebih dari 120 hari dalam kotoran yang basah dan tahan kurang dari 6 minggu pada kotoran kering. Penularan antar unggas, baik sejenis maupun yang berbeda jenis sangat dengan tingkat morbiditas 100% dan mortalitas atau tingkat kematian sampai dengan 100% juga. Kareana sifatnya yang dapat berubah-ubah bentuk dan dapat bermutasi, virus ini dapat menular pada selain unggas. Meskipun virus ini dapat menginfeksi pada jenis mahluk hidpup lain seperti mamalia, namun tidak begitu saja virus ini dapat menular dan proses perubahan wujud dan mutasi ini hanya terjadi dengan perantara adanya resevoar atau induk semang antara. Sehingga untuk dapat menular pada manusia, sebelumnya virus ini harus bermutasi terlebih dahulu dengan perantara babi sebagai reservoarnya. Proses mutasi ini tidak begitu saja dapat terjadi dengan hanya adanya 3 unsur tersebut saja, keberhasilan mutasi tergantung pada kondisi lingkungan yang mendukung dengan proses yang cukup lama dan rumit.

Padahal dengan berdasar pada keterangan diatas timbul pertanyaan, apakah benar virus H5N1 yang ada di Indonesia sudah mengalami mutasi dan telah berubah menjadi high pathogenic sehingga dapat menular dan membunuh manusia? Dengan berdasar pada data pasien yang dinyatakan suspect flu burung di Indonesia yang hampir 100% dapat dipastikan bukan berasal dari kalangan atau pelaku yang berhubungan dengan unggas secara langsung, mungkinkah kematian mereka akibat flu burung? Secara logika, orang yang akan pertama sekali dan memiliki tingkat tertular paling tinggi adalah orang yang behubungan langsung dengan unggas seperti anak kandang, peternak ataupun para pecinta hewan unggas. Apalagi merujuk pada data diatas, bahwa shading virus paling tinggi dikeluarkan melalui kotoran atau feses, padahal mereka setiap waktu bergelut dengan unggas dan tidak-mungkin tidak, baik secara langsung maupun tidak langsung mereka berhubungan dengan virus ini. Kenapa orang yang hanya sekali-dua kali bertemu dengan unggas atau bahkan hanya tetangga dari orang yang beternak unggas yang menjadi korban, sedangkan orang yang berhubungan langsung tidak mengalami keluhan apapun bahkan sehat walafiat.

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2006 TENTANG KOMITE NASIONAL PENGENDALIAN FLU BURUNG (AVIAN INFLUENZA) DAN KESIGAPAN MENGHADAPI PANDEMI INFLUENZA pada bagian Menimbang butir (a). menerangkan “bahwa perkembangan virus flu burung (Avian influenza) di Indonesia dan dunia cenderung terus meningkat dari waktu kewaktu sehingga menimbulkan korban jiwa dan kerugian materil yang semakin besar dan telah berimplikasi pada aspek social, ekonomi dan kesejahteraan masyarakat“. Berdasar pada pembuktian secara ilmiah mengenai Flu burung seperti telah dijelaskan diatas, penjelasan yang menerangkan telah menimbulkan “korban jiwa” adalah tidak berdasar pada fakta dan kebenaran baik secara ilmiah maupun logika. Isi Peraturan tersebut merupakan peraturan yang telah menyebarkan informasi yang keliru alias palsu dan tentunya telah melanggar KUHP Pasal 242 tentang sumpah palsu dan keterangan palsu.

Sistem kinerja yang dilakukan oleh Komnas FBPI dengan berbekal Undang-undang nomor 6 tahun 1967 tentang ketentuan Pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan, Undang-undang nomor 4 tahun 1984, Peraturan Pemerintah nomor 15 tahun 1977 dan Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1991 tentang Penanggulangan Wabah Penyakit Menular, dalam pekerjaannya menjadi arogan dan bersifat egois tanpa memikirkan dampak social dan ekonomi pada masyarakat. Memang, dalam menanggulangi suatu wabah penyakit zoonosis diperlukan strategi yang telah diatur dalam undang-undang tersebut. Salah satu penanggulanganya adalah dengan melakukan depopulasi alias dilakukan pemusnahan secara masal pada hewan atau ternak yang diindikasikan sebagai pembawa penyakit untuk area tertentu, padahal kejadian flu burung telah mewabah secara luas dan telah tersebar hampir 2/3 wilayah Indonesia. Apabila hal ini dilakukan, berarti sama halnya dengan melakukan depopulasi salah satu spesies yaitu unggas dan sekaligus telah menghilangkan mata pencaharian sebagian masyarakat peternakan.

Perlu disimak, pendahuluan dari buku Peraturan Perundang-undangan Peternakan yang disusun oleh Ismail Pulungan dan Rachmat Pambudy (1992) sebagai berikut, (1) Ternak merupakan salah-satu sumber kekayaan nasional, (2) Masalah Pembibitan baik untuk Pemuliaan maupun untuk penyebarluasan kewilayah lain belum dapat sepenuhnya dibebankan kepada ternak, (3) kemurnian bangsa ternak yang sudah ada yang sesuai dengan kondisi serta kebutuhan setempat perlu dipertahankan, (4) dalam hal pemasaran yang lebih menguntungkan peternak dan peningkatan mutu hasil-hasil ternak perlu mendapat bimbingan dan bantuan pemerintah, dari Peraturan pemerintah ini jelas sangat bertentangan dengan PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2006 TENTANG KOMITE NASIONAL PENGENDALIAN FLU BURUNG (AVIAN INFLUENZA) DAN KESIGAPAN MENGHADAPI PANDEMI INFLUENZA.

Akibat dari berkembangnya serta dipolitisasinya isu flu burung ini telah mengakibatkan terjadinya keresahan dan kerugian pada masyarakat, hubungan masyarakat umum dengan masyarakat peternakan menjadi tidak harmonis, bahkan pada beberapa daerah memicu terjadinya tindakan anarkis dengan membakar serta memusnahkan peternakan. Padahal berdasarkan fakta dan argument tersebut diatas, jelas bahwa isu flu burung terlebih dengan peraturan pemerintah tersebut adalah tidak benar sepenuhnya dan telah melakukan kebohongan terhadap public. Masyarakat menjadi ketakutan dan mudah terprovokasi untuk melakukan pengrusakan yang secara langsung menggiring mereka untuk melanggar KUHP pasal 406 tentang penghancuran atau perusakan barang.

Seharusnya, orang-orang ahli dan pemerintah memberikan penjelasan secara gamblang mengenai penyakit ini kepada masyarakat, malah sebaliknya memberikan penjelasan yang sepotong-sepotong, bahkan ada kesan sengaja menutup-nutupi hal yang seharusnya disampaikan agar masyarakat tidak menjadi panic dan bertanya-tanya. Yang lebih parah lagi, masyarakat malah sengaja ditakut-takuti dengan pemberitaan secara besar-besaran mengenai bahaya flu burung saja, tanpa dibarengi dengan penjelasan secara detail mengenai penyakit itu sendiri.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

  1. Flu burung yang ada di Indonesia baik secara ilmiah maupun logika tidak terbukti dapat menular terhadap manusia (zoonosis).
  2. PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2006 TENTANG KOMITE NASIONAL PENGENDALIAN FLU BURUNG (AVIAN INFLUENZA) DAN KESIGAPAN MENGHADAPI PANDEMI INFLUENZA terbukti telah memberikan keterangan palsu dan membuat keresahan terhadap public Indonesia khususnya mengenai keterangan yang menyatakan bahwa flu burung di Indonesia telah merenggut Jiwa.
  3. PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2006 TENTANG KOMITE NASIONAL PENGENDALIAN FLU BURUNG (AVIAN INFLUENZA) DAN KESIGAPAN MENGHADAPI PANDEMI INFLUENZA terbukti telah merenggut kebebasan hidup hewan dan/atau ternak serta melanggar kebebasan berusaha ternak sesuai dengan Undang-undang no 6 tahun 1967.

Saran

  1. Dalam menyikapi setiap permasalahan yang menyangkut kehidupan orang banyak, sebaiknya pemerintah menunjuk orang-orang yang berkompeten dan ahli dibidang yang menjadi permasalahan. Khusus pada kasus ini, terbukti pemerintah menunjuk orang-orang yang sebenarnya tidak berkompeten yang duduk dalam komite nasional FBPI. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2006 justru menunjuk anggota komnas FBPI berasal dari luar kalangan Kehewanan.
  2. Pembuatan dan penentuan kebijakan yang dilakukan Pemerintah seharusnya ditentukan berdasar pada kepentingan masyarakat luas tanpa menimbulkan kesenjangan. Tidak kalah pentingnya, pokok bahasan yang akan dijadikan isi kebijakan seharusnya benar-benar telah diolah dan digojlok dengan orang-orang yang berkepentingadan berkompeten dibidangnya.

Responses

  1. Mantafffffffff bro……..
    Setuju ma cevi,,,,pemerintah dapat fulus buanyak tuh dr AI, nah kite yg di perunggasan ketiban pulung-nya!
    Perlukah kita ajukan class action ke pemerintah???

    woi…santai dulu situ…gw kerja di AI nih sekarang

  2. hajar bleeh…!

    gesek teruss!!

  3. oh ya….
    mohon dukungan dokter hewan2 yang masih “idealis” nech…
    gw punya konsep buat Yayasan Perlindungan Petani Peternak Indonesia….
    dengan wadah yayasan ato lembaga seperti itu diharapkan petani peternak bisak mendapatkan perlindungan hukum
    ya….spt kata pa jojo…minimal peternak bisa melakukan clas action terhadap pemerintah…

  4. Cieeeee Kendi yang penganten baru maennya gesek-gesek terus!! Hahahhaa… :p

  5. “Kenapa orang yang hanya sekali-dua kali bertemu dengan unggas atau bahkan hanya tetangga dari orang yang beternak unggas yang menjadi korban, sedangkan orang yang berhubungan langsung tidak mengalami keluhan apapun bahkan sehat walafiat.” …

    1. Mungkinkah orang-orang yang berhubungan langsung ma unggas dah punya titer antibodi yang cukup melindungi terhadap infeksi virus AI, sedangkan orang-orang yang diluar lingkaran unggas jarang terpapar si virus so titer antibodinya rendah dibanding orang-orang yang berkutat ma unggas tiap hari so sekalinya terpapar kejadiannya fatal???? dah ada penelitiannya lom seh?

    2. Eh itu orang-orang yang unggas-unggasnya didepopulasi digantiin ga ma unggas2 baru yang sehat?? Aduh gue kuper ga ngikutin perkembangan…

  6. nah itulah bu chimey….mestinya ada penelitian kearah sana mengenai titer antibody pada manusia baik yang sering kontak maupun tidak.ini sama sekali belum ada penelitian….kalo memang benar bahwa orang yang sering kontak punya kekebalan thadap AI…kenapa tidak dibuat saja vaksin utk manusia dengan strain AI lokal….
    disinilah kasus AI banyak anehnya dan menimbulkan tanda tanya besar…..
    satu lagi……dibeberapa daerah endemis AI seperti Cianjur, sukabumi, legok ato parung…dengan tingkat kasus pada unggas sangat tinggi….menurut data lebih dr sepuluh farm layer n breeding terkena dan positif AI pada setiap daerah,justru tidak ada laporan pada manusia….
    aneh kan?
    gw punya kliping dan peta informasi mengenai AI yg dipublikasikan pemerintah dan selalu ada kaitannya dengan kebijakan yg akan dikluarkan pemerintah ato adanya aksi ato peduli dr negara asing atopun PBB yang ada hubungannya dengan donasi utk AI….
    ini ada hubungan berbanding lurus….
    ramalan gw sech….
    awal tahun 2008 pemerintah mungkin akan kembali mempublikasikan n melaporkan skenario kasus AI pd manusia lagi dech…
    soalnya pemerintah siap2 mau naikin lagi minyak bumi…
    kita lihat n saksikan aja sama2….tinggal tempat ato daerahnya yg msh belum ktahuan
    kalo utk penggantian….JANGAN TANYA DECH….mustahil alias mustahal gitcu lho….

  7. coba ibu ida_lutu suruh angkat bicara, kebetulan dia di Jepun jauh-jauh memang bikin riset tentang ini…

  8. Gimana kalo bu ida_lutu-nya diangkat aja ma pak tjetjep…
    doooooohhhhh kembali Garink!! :p

  9. waduh…keberakatan kali…kalo gw yang angkat siida..
    kapan balik mey?
    natal n taon baruan dimane?
    dibandung?

  10. wah..wah..tambah oke juga ni bang cecep.pikirannya jauuuuuuuuuuuhhhhhhhhhhh kedepan!
    ampe mikirin mo bikin yayasan..eh yayasan pa LSM tuh?
    komen gw..AI emang tiada duanya!
    gak ada matinye cing!hehehe..
    buat gw..ini pekerjaan rumah buat kita semua.yg punya banyak ilmu di unggas banyak2lah share ilmu ma yg di pemerintah..gw rasa memaki2 temen demi kebaikan juga gpp.
    yg di pemerintah juga jangan cuma textbook aja ato orang bule yang sok tau aja yg di denger..gw yakin kita lebih tau dari mereka.MERDEKA!!!

  11. “..ini pekerjaan rumah buat kita semua.yg punya banyak ilmu di unggas banyak2lah share ilmu ma yg di pemerintah..gw rasa memaki2 temen demi kebaikan juga gpp.”

    Maksudnya maki-maki Andi ya nip?…hehehehhehe…

    Hmm, lom tau nih cep pulang kapan, yang pasti idul adha, natal, and taun baru di sini…insyaallah taun depan mudik lebaran…kalo ngga taun depan mungkin taun depannya lagi…🙂

    ampuuunn…. saya mah cuma moderator….ampuuunn…jangan di maki maki

  12. berhubung nama gw dilibatkan oleh cimay…

    gw cuma mau bilang gak usah pada marah marah sampe maki makian segala…

    tanggung jawab kita sebagai dokter hewan adalah membuktikan bahwa yang terjadi selama ini terjadi benar atau tidak benar “secara ilmiah” berdasarkan bukti bukti empiris yang dapat mendukung argumen kita dan mengkomunikasikannya kepada publik secara elegan. kalo bu ning bilang : “lege artis”…

    monggo dilanjut mang…

  13. Duh Ndi, maaf, kan becanda…gue jadi ga enak hati…penuh debaran dan deburan…laut kali ye… :p

  14. kelihatannya kasus AI di kita memang tdk hanya bericara AI dan solusi tapi juga bersentuhan dengan berbagai kepentingan ekonomi bahkan sarat muatan politis…
    MUDAH2 MUDAHAN DENGAN AI INI KITA DAPAT LEBIH MENGAMBIL HIKMAH DAN PELAJARAN.BAIK SECARA KEILMUAN,PENGETAHUAN DAN PERSAUDARAAN..BETUL TIDAK…. bagus juga kalo kita buat satu komitment antara praktisi dan org pemerintahan tentang AI…meni asa serius wa..

    Setuju de,jangan sampe profesi kita jadi kambing HITAM terus…

    • Betul bos, enak aja main tuduh-tuduh orang yang py unggas sbg penyebab flu burung, lha kalau demam berdarah siapa tuh yang akan dibasmi ??? Peraturan boleh-boleh saja tp yg logis & manusiawilah, lha kita ini kan manusia bukan unggas…. he he he

  15. setuju pa andi….
    mari kita sama-sama kaji dan buktikan sesuatu itu benar adanya….
    Tesis gw kan tinggal dikit lagi….mohon bantuan literaturnya donk….segala hal2 yang mengenai flu burung pada manusia dan unggas…sekaligus peta penyebaran pada ggas dan manusianya….
    jadi ngelunjak ya?minta bantuan…he he…
    untuk bapak arif…thanks dukungannya….
    ya…kasarnya n narsisnya sech….kalo bukan kite-kite siape lagi yang peduli….he he….hiks…hiks…” NARSIS ABIS YA…”
    Bu chimey,betulkan kata gw?
    sehubungan pemerintah mokonversikan preum ke pertamax…
    kemaren gw baca di kompas kasusu flu burung pada manusia kembali digembor2kan lagi…
    dipolitisasi kan?

  16. What if you just call the media and tell what you think…see how the government reacts on it.. hihi .. ngajak perang ceritanya..🙂🙂🙂

    Gw yakin temen temen kita yang di LIPI,Perguruan Tinggi dan lembaga penelitian lain punya informasi atau penelitian yg bisa menambah pengetahuan kita

  17. tolong dalam penulisan menggunakan eyede wa.kalo semua pake tulisan kecil ya….kecil semua jangan pada bagian tertentu jadi besar semua kesannya ada penekanan pada kata yang dimaksud…..he2..karena menyangkut SARIP….

    baik pak ude,segera diralat kata kata kambing HITAM -nya supaya tidak ada yang merasa dikambingkan dan juga dihitamkan hehehe…peace!!!

  18. Mohon maaf sebelumnya kepada Pak Andi, untuk LIPI sendiri tidak memiliki Institusi atau Lembaga (Pusat Penelitian) yang spesifik terhadap Wabah AI ini, karena komitmen awal dan dari jaman dulu kala LIPI tidak berkompeten terhadap Hal-hal yang berhubungan dengan “Mikroorganisme Patogenik”, adapun yang menjadi fokus lebih kepada Non Patogen, sedangkan Saya sendiri sangat tidak berkompeten terhadap hal tersebut, walaupun secara pribadi saya sangat mengkhawatirkan kondisi yang terjadi pada saat ini, karena fokus saya dan temen-temen lebih kepada Basic Science yang tidak ada hubungannya dengan permasalahan ini.
    Saran Konkret Buat Bapak D.r.h. Tjetjep Moehammad W :
    Sepakat dengan pendapat Bu Chimay, Tulisan anda ini akan sangat bagus bila dimasukkan ke Media Massa, tinggal keberanian anda untuk mengungkapkan “kebenaran” yang harus diketahui masyarakat…

  19. HAHAHAHAHA! Upps..hahhahahaha…
    SARIP teh apaan?

  20. pa anang…kalo sy sangat berani….
    tapi tidak ada satupun media massa yang berani publikasikan….
    sy dah kontak beberapa media massa…
    tp ga papa….
    tulisan itu gw kembangkan jadi TESIS gw kok…
    jadi dibahasnya akan lebih mantabbb….dipadang dari segi hukum pun jd punya kekuatan….
    jadi…mungkin februari 2008, pas gw ujian tesis
    gw mo undang media massa….
    setuju kah????

    setuju cep!!tp kok dipadang?emang penelitiannya ama boim?hehe.

  21. andi ih, garing. emang cuma Boim yg dipadang dari segi hukum… *_^

    mey, SARIP = Suku, Agama, Ras, dan Indeks Prestasi

  22. eh, cecep pangling ih, jadi pinter nya sekarang mah, inget wkt msh kuliah, caliweura pisan. pinternya cuma mata kuliah Repro. hahahahaha… jadi kangen.

    sesuai pesan bapak UDE, bahasa harus sesuai eyd.jadi mohon caliweura ituh bahasa indonesianya apah?
    Halid mah masa sama repro aja dikangenin…

  23. iya nech…halid rada-rada jor…jor…ih
    maeunya kangen kana alat repro nya doank sech?

  24. OK Bapak Tjetjep, saya tunggu infonya via blogg ini, soalnya februari 2008 gua sudah beredar di negeri orang…

  25. Tjep, sekedar kasih info, gua ada contact person di Koran Tempo di redaksi divisi IPTEK, kalo mau coba aja hubungi di email ini dodhid@mail.tempo.co.id, tulisan gua dah pernah dimuat disitu.

    dikirim kesini juga donk bang……sebelum melanglang buana dinegeri orang hehe.oleh oleh ya

  26. OK, dech Pak Andi, nanti tak kirimin.. tunggu aja..

  27. bu chimay….pa kabar.?
    masih dinegeri orang keneh ya…
    wa caliweura itu artinya lalawora,nincak semplak nete semplek…teh halid leres teu?

  28. Aduh Akang Ude..saya teh meni seneng pisan ditarosan kabarnya ma Akang Ude..hehehehe…
    Kabar baik temanku Ude Ahdar Ma’ruf…di negeri orang-orangan masih…mampir atuh ya kalo lewat sini…

    HAHAHAHA jadi inget, tjetjep kayanya dulu meriksa sperma sendiri ya buat praktikum?? :p

    Weleh, anang mo beredar ke negeri orang mana tuh, ikut duong… :p

  29. iya bu chimay dah lama bnget ga ktmu teh ya…disaya ada foto sama dewi,esti,pristi,nunu. dll waktu saya nikahan…
    eh sama bu chimay teh jadi inget BATOLA rumah pa panji,poskeswan dan kolam kanan dan kiri….dan kasus babinsa yang ngawal rumah….he he…wah jadi curhat euy…punten wa moderator ga ngoment tulisan.

    please deh de..biaya per comment Rp. 350,- hehe (belum termasuk pajak) dan abudemen listrik.

  30. eh, prasaan komen2 dikuasai org2 sunda…
    SARA euy..
    ulah kitu atuh..
    krunya nu teu ngartieun…he3
    haliddddddddd……….
    kmana wae…
    nmr teh nu mana sih…
    ganti lg nya???
    sms in atuh nmr hp na nya…

    please deh fet…ada di profile kaleee…

  31. plis dech bu chimey…
    masih aja inget ma sperma gw…
    he he…..itu kan masa lalu banget gitu loch…
    jadi melu gw….
    tapi hasilnya “densum”…gw inget banget thu…

    densum tp gerakannya cuma muter muter hehehe

  32. Cep, lain sperma enteh mah…bejana sagede papatong….wajae we lamun smenen ngabuih siga sabun kalauar ti pabrik…hehehehe

  33. teh fetty pa kabar? asa nembe ngiringan (ieu mah sanes bahasa sunda) punten pa moderator ah…

    trus kash koment yang byk atuh wa..meni ngirit.

  34. markude….
    pangestu abdi mah…
    kumaha damang??????????
    iya, saya teh mani ktinggaleun jaman pisan euy…
    nembe muka blog na euy…he3…
    tara ka bogr deui de???
    NB. pa mod dilarang protes… :p

  35. fetiiiiiiiiiiiiiiii……
    halid mah (noor) aya wae atuh, nomor halid teu ganti da
    ketemuan yuuu…penge ktemu umi oge…

  36. iya…………..
    hayu……..
    halid mani sombong……….
    ga prnah ngasih kbar………
    iraha atuh lid???
    beneran nya???
    eh, sms ini nmr na heula…
    nmr halid teh ilang, gara2 hp fetty rusak kmari……..
    bner nya lid……

  37. halid udah sms fet, lanjut sms-an nya
    takut dimarahin kang moderator, pan bahaya tah…
    ato biarin aja ya, chat di sini, biar grateeees (bacanya ky Jamrud)

  38. Udema………..
    “wa caliweura itu artinya lalawora,nincak semplak nete semplek…teh halid leres teu?”
    ****************
    De, naha aya nete sagala??? jorok ah!

  39. halidddddddddddd….
    iya, sms udah ditrima…
    punteun pls na seep…
    janteun teu tiasa bales…he..he..
    biarin aja lid qta chat didieu weh…
    mumpung bapa mod nuju sibuk liburan…
    ^_^

  40. hehehe, setuju fet… (selain pak mod, yg laen juga jgn protes ya)
    halid skrg kost di jkt fet, jadi paling hari libur bisa ketemuan, sabtu/minggu.
    btw, huda dah balik blm? kapan, ktnya mau kumpul2, akustikan, BBQ, kumaha ini teh ndi? kok ga ada kabar lg…
    kumaha Kang Cep, cenah mau bisnis?
    kumaha Udemahdar, cenah mau ngasi peuyeum?
    kumaha…

  41. banyak amat kumaha na lid…
    iyalah hari lbur ntar urang janjian…
    iraha halid bisa nya???
    ntar fetty ajakin yg laen jg deh…
    huda lg disini tuh…
    ga tau euy, acara kumpul2 teh kpn jadinya….
    pa mod…. koordinir atuh…
    qta mah tinggal daftar aja ya lid….he..he…
    eh, bisnis naon lid…
    ikutan dunk…
    markude….
    masa cuma halid aja yg mau dibawain peuyeum……..
    mau donk……

    Gusti nu Alloh…Chating di Ym woi!! atawa email!!

  42. ke…ke… naha iyeu teh janten ceting nya..
    teh halid, teh fetty kupingkeun jadi bingung ngajawabna…wa mod punten nya da ini mah hrs djawab.
    buat fetty: alhmdlah sehat kabogor masih rutin biasa sabtu ke pami aya waktos urang ketemuan… kango halid peuyeum teh kirain dah lupa padahal sama tempe goreng jg ya…he2..fetty tenang nanti kalo mau tinggal bilang aja…wa mod mau?….kalo ketemuan sigana rame nya…

  43. Fet, pokona sabtu minggu halid insyaAllah bisa. Kecuali tgl 6 Jan 08 yg ga bisa. Kalo bisa mah ketemuanna sore – malem nya…

    Ndi, cepet atur waktu ketemuan dunk
    Januari banyak libur tuh…

    Oiya, Udemahruf, tempe goreeeeeeng…!!! (peuyeum?! pasti!)

  44. klo soal makanan mau dunks ikutan..🙂

    pak udemahdar.. gak boleh request yang lain yaa..🙂

    hehehe.. jd ngelunjak yaa…🙂

  45. pa mod……….kumaha prtemuan teh….
    halid, wiken ieu kn panjang….
    trserah halid mau hri apanya…
    fetty mah pan di bgr…jadi nyante…

    markude……….
    peuyeum + tempe nya…………

    kmil………
    ga boleh minta…….. :p

  46. tolong masalah makanan jgn bahas terus ah…bpk kamil kan kalo tau rasa2nya bisa jadi repot…tp ngmng kpn mau ktmunya teh halid mah noor, fetty ma wa kamil euy pa kbr?…

  47. fetty mah kumaha anjeun2 weh atuh…
    kumaha ude.. n halid…
    tapi, ga usah ngasih tau kmil nya…he..he..

  48. iya nih fet ga usah bilang2 kamil (ya mil…he…) siap laksanakan kapan ketemuan enak kalo semua angkatan ngumpul2 adain acr sip ga?..
    pa mod agendakan kumpul2 dung..

  49. Pa mod….
    tolong diagendakan ya… he…he…

  50. Kalo kumpul jangan lupa popotoan and masukin ke blog.. :p

  51. ndi….kapan ngumpuuuulll????

  52. kamil ikut makannya..🙂

    kabarnya bae de….
    terimakasih…
    🙂

    semoga bang markude alias udema alias udemahdar sekeluarga bae juga..🙂

  53. ok sip makasih alhamdulillah sehat2 smua pa kamil,…wa mod bagaimana kalo tidak aral melintang kumpul sabtu ke dua bln jan 08….setuju?…pa mod komentarnya mana??????

  54. setuju, antara tgl 10-13 jan dung

  55. hayuuuuuuuuuuuuuuuuuu………………

  56. woi….bertiga aja nech ngumpul2nya….
    eh….ngapain minggu kedua…
    itu undangannya sisahid kok ga ada koment ato psetujuannya sech…
    tanggal 5 besok…aqiqahannya anaknya yang kedua

    gw numpang dong pak, pengen ke sahid sekalian pulang hehe

  57. lid, ikuuuuuuuuuuut………..

    dah setaun gak ketemuan kan sejak ida berangkat itu.

    halid mah sombong pisan euy skg.

    sms gw gak pernah dibales,

    gambar gak dikasih……😦

  58. mau dong ikutan………… mungkin usul pristi yang outbond boleh juga tuh.

    boleh gak ikut???

  59. he3… pa cecep mani kitu…
    qta bkn janjian b3 duank…
    ya ngajak yg laen jg atuh….
    cuma klo aku n halid emang ada misi husus ktemu ude…
    ya kn lid????
    bpk ude….
    tentuin aja ntar pastinya …tgl nya… jam nya… dimananya…
    yg lain…………
    dtg yukkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk………………………….

  60. kang cecep saya teh mang ada janji utang euy…mau ngasih tempe goreng….tapi kelihatannya dah pada mautuh ngumpul2nya…bagus kalo dikembangkan lagi ya bosss.kita semua kumpul enaknya dimana ya….biasanya bos tjetjep (cecep reformasi) idenya cemerlang…
    fet…halid….tyt tempe goreng bandung jadi topi utama ya…

  61. cep kapn kriau..bhs mslah flu bur

  62. Cep tulis ttg flu babi n flu anjing dong

  63. wah…..mantaaaaap
    untuk pembuatan vaksin AI sekarang udah dirilis oleh pemerintah, skrg ini lg dibuat laboratorium DI Surabaya bekerjasama Bio Farma dan Universitas Airlangga. sorry bukan untuk dukung pemerintah. he…he……he…….
    cep kpn yayasanya di buat …
    angkatan 34 diikut sertakan doong….biar rame

  64. Jika anda sudah bekerja lama, secara langsung, bukan hanya di buku teks, di bidang pengendalian penyakit hewan menular dan zoonosa, termasuk rabies, anthrax, brucellosis dan avian influenza, maka saya yakin pendapat anda tentang Avian Influenza pada unggas (juga pada manusia) akan berubah.

    Saya pun pada awalnya berpendapat sama dengan anda. Tetapi setelah melihat kondisi lapangan yang ada maka semua pendapat tersebut berubah.

    Saat ini saya berusaha keras agar penyakit Avian Influenza pada unggas dapat diberantas.

    Tidak ada unsur politik. Yang ada adalah urusan teknis semata.

    Jangan terpancing emosi.

    Dokter hewan harus dapat mencerna semua persoalan dengan kepala dingin.

    Wassalam
    ANGGORA 19


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: